ADIDAS MENINGGALKAN CARA LAMA MENUJU TARGET 4 MILIAR EURO

ADIDAS memberikan pernyataan yang perlu dipertimbangkan oleh para pelaku bisnis lain baik sebagai publiseher atau kompetitor Adidas. Adidas meninggalkan cara lama dalam beriklan.

Dalam beberapa studi sebelumnya, diketahui bahwa perkembangan penggunaan ponsel pintar dan belanja dengan ponsel tersebut meningkat dan mulai menyusul penggunaan cara lama, tetapi secara praktis saat tersebut belum sepenuhnya disadari oleh banyak pihak. CEO Google memperkirakan ada 3 miliar orang terkoneksi internet secara rutin, pasar yang besar.

Pasar dan kebiasaan baru ini akan merubah prilaku bisnis. Adidas setidaknya mengemukakan secara gamblang.

CNBC:

Adidas is leaving behind TV advertising as it seeks to quadruple its e-commerce revenues by 2020, Chief Executive Kasper Rorsted told CNBC.

Rorsted said the firm would focus primarily on digital channels to capture younger consumers, a crucial demographic for the sports clothing line.

Selain tingkat pengguna internet menanjak dewasa ini, tingkat penggunaan internet dan usia ternyata terkait sangat kuat seperti menurut studi yang pernah dilakukan oleh App Annie dimana ada keterkaitan antara aplikasi dan usia.

Perubahan cara marketing ini diperkirakan akan membuat revenue Adidas dari 1 miliar Euro pada tahun 2016 menjadi 4 miliar Euro sebagai hasil di tahun 2017 nanti.

Apakah hal ini akan bergeser ke Indonesia? Apakah nanti TV akan kehabisan iklan dan akhirnya pada bangkrut? Mungkin tidak ektrim sampai kesana tetapi isi TV khusus akan tetap digemari hanya saja terlihat dalam iklan Youtube lokal saat ini sudah banyak iklan terpampang dan lebih banyak dari produk iklan di TV.

Anda penasaran ingin melihat berbagai iklan Adidas yang bernuansa angkatan kami bisa dilihat disini (maaf iklan tidak untuk angkatan anda yang berusia jebot).