AI GOOGLE MENANG MELAWAN JUARA DUNIA

0
172

Sebelumnya sudah ada beberapa pertandingan antara manusia dan komputer. Beberapa waktu lalu Watson bertanding dan menang, kemudian yang paling fenomenal saat ini diulas adalah DeepMind Google dalam bertanding GO.

Jika ditarik kebelakang, pertandingan Catur juga dimenangkan oleh komputer pada tahun 1997 saat melawan Garry Kasparov.

Berbeda dengan Catur, Go adalah pertandingan yang berbeda, sangat sederhana tapi hampir bisa disebut memiliki kemungkinan yang sangat tinggi hingga bisa disebut terlalu banyak kemungkinan mendekati tidak hingga pola permainan (sekitar 10 pangkat 761 dimana kemungkinan catur pada sekitar 10 pangkat 120).

Sederhananya, pada catur bisa dilakukan semua langkah terekam komputer dan kemudian komputer dapat merespon berdasar database tersebut. Go tidak mungkin, komputer harus berpikir dari hasil latihan untuk beberapa langkah kedepan, tidak bisa semua kemungkinan terekam sebagai pilihan.

Go berupa permainan klasik dari Cina sekitar 3000 tahun yang lalu dan hanya terdiri batu dari hitam dan putih. Permainan sangat sederhana dimana yang menang mem-blok pergerakan yang kalah. Jumlah skor bedasar jumlah batu lawan yang bisa dihentikan.

Permainan Go game alphago cina chinese korea expert player 2016 deepmind google

Pada pertandingan sebelumnya, DeepMind menang melawan juara Eropa pada Oktober 2015. Kemudian untuk mengasah dan mengetahui kemampuan DeepMind maka direncanakan ada 5 babak pertandingan berhadiah 1 juta USD. Kemarin siang, 9 Maret 2016 pertandingan tersebut dimenangkan DeepMind.

Pertandingan dilakukan di Four Seasons Hotel, Seoul, Korea Selatan dan juga bisa dilihat di saluran youtube dengan komentator profesional.

Sebelumnya AlphaGo (AI DeepMind) ini memiliki database 100 ribu permainan dan kemudian berlatih sendiri sebanyak 30 juta permainan sebagai latihan sebelum pertandingan melawan manusia.

Lee Se-dol (pemain dunia Go) terkejut atas kemenangan AI dimana komentator juga berpendapat bahwa game yang dimainkan sebagai SUPERB.

Lee Se-dol memiliki pengalaman berbeda sewaktu melawan AI, dia berpendapat bahwa melawan manusia dapat memperkirakan keadaan emosi lawan (dari nafas, energi dan merespon sering kali karena tanda-tanda fisik lawan). Melawan komputer tidak sama.