APAKAH UFO ADA?

UFO (unidentified flying object) pada prinsipnya adalah benda terbang yang tidak dapat dikenali secara umum.

Jika anda berjalan-jalan pada sore hari yang temaram melihat benda terbang tetapi tidak jelas dari mana dan apakah benda tersebut maka bagi anda barang itu adalah UFO. Tetapi bisa jadi itu adalah drone baru dari tetangga anda.

Bagaimana dengan aliens, apakah ada aliens?

Aliens bisa berarti sebagai mahluk asing – bisa berarti juga sebagai orang asing, saat ini berarti secara umum sebagai mahluk yang beasal dari luar Planet Bumi.

Terkait pertanyaan yang kedua ini sangat menarik. Ada beberapa bukti ilmiah dan pengamatan dengan teknologi tinggi yang menunjukan bahwa terindikasi ada kehidupan lain diluar sana yang sangat serius perlu ditelaah lebih lanjut.

Ada banyak pengamatan dengan teknologi tinggi yang dilakukan diluar angkasa ini, baik yang menggunakan stasion luar angkasa, wahana khusus atau dengan satelit.

Tidak semua terbuka bagi umum selama 24 jam dan jika anda tertarik sudah tentu beberapa hal terbuka 24 jam bisa dibuka kapanpun juga. Pengamatan detail dari Juno dari wahana Change E2 tidak bisa anda dapat bebas.

Salah satu yang terbuka 24 jam adalah pengamatan ke Matahari dengan berbagai perangkat yang sudah dilengkapi filter dan penangkap input khusus.

(Hampir) semua pengamatan yang berjalan berkesinambungan ditangkap dan di-upload realtime dan online ke situs Helioviewer.

Situs Helioviewer ini sudah ada dari tahun 2009 dan memiliki banyak data (hasil penangkapan) yang kontroversial.

Dari situs NASA tentang apa itu situs Helios:

The Helioviewer project – consisting of an online tool at Helioviewer.org and its sister application JHelioviewer — has been available since 2009. Helioviewer is the brainchild of Jack Ireland, a solar scientist at NASA’s Goddard Space Flight Center in Greenbelt, Md., who wanted a way to look at vast arrays of solar data through a single interface.

There’s one sun, but many different solar observatories,” said Ireland. “They’re all looking at the same thing, and I thought it should be possible to overlay that information together. That way you could get the images you were looking for without having to go to multiple websites.”

Data pada Helioveiwer pada prinsipnya berasal dari satelit SDO (Solar Dynamics Observatory) yang dimiliki pemerintah Amerika dibawah operasional NASA.

Dari situs SDO:

SDO: The Solar Dynamics Observatory is the first mission to be launched for NASA’s Living With a Star (LWS) Program, a program designed to understand the causes of solar variability and its impacts on Earth. SDO is designed to help us understand the Sun’s influence on Earth and Near-Earth space by studying the solar atmosphere on small scales of space and time and in many wavelengths simultaneously.

Data tambahan:

Data rate: 130 Megabits per second (Mbps);

The spacecraft is 4.5 meters high and over 2 meters on each side;

Weighing a total of 3100 kg (fuel included).

Data yang ada di Helioviwer sudah tentu data yang valid, tidak ada kebohongan dan tanpa filter atau edit agar berbeda. Sudah tentu jika ada anomali akan menimbulkan banyak keributan dan prediksi.

Ada banyak prediksi terkait aliens atau benda aneh yang berseliweran di dunia nyata dan dunia maya. Beberapa diantaranya sangat menarik. Mari kita mulai bahas beberapa hal terbesar atau yang paling kontroversial yang menarik dari data pengaatan Matahari untuk diulas.

Jika pernah mengotak-ngatik tampilan gambar di Helioviewer maka beberapa waktu tertentu adalah momen yang perlu  ditelaah dan membuat heran pengamatnya.

Salah satunya pada:

Tahun 2012, bulan 03 tanggal 11 pada jam 04:05:00 adalah salah satu data yang paling digemari untuk ditelusuri.

Profile (gambar utama) tulisan ini memperlihatkan fenomena tersebut.

Bisa ditelusuri?

Tentu. Anda masuk situs tersebut dan anda setting waktu sesuai yang disebut diatas. Voila,… ada gambar aneh pada pojok kiri bawah (gambar matahari hanya dari satu sisi karena sisi satunya tidak ada satelit/pengamatan lain). Pilih setting sesuai catatan dibawah.

Observatory: SDO

Instrument: AIA

Measurement: 171

Note Tambahan:

  • Atmospheric Imaging Assembly (AIA)
  • EUV Variability Experiment (EVE)
  • Helioseismic and Magnetic Imager (HMI)

Dengan alat ukur (measurement lain speerti 94, 131) atau lainnya akan didapat citra sejenis hanya saja yang cukup kontras pada alat 171.

Alat-alat tersebut berbeda fungsi. Ada alat untuk mendeteksi black spot (titik hitam karena adanya medan magnet khusus pada area tersebut), ada alat untuk mendeteksi image (atau citra saja) ada juga yang medeteksi perbedaan temperatur.

Pemandangan pada Helioviewer secara terus-menerus dari Youtube akan terlihat berubah-ubah dalam bentuk video.

 

Data hasil pengamatan tersebut bisa diputar balik dan bisa dilihat kapanpun jika anda mau. Khusus untuk tanggal dalam box diatas maka anda bisa melihat citra yang juga pernah beredar heboh di dunia maya.

Data apakah benar? Sudah tentu benar tanpa rekayasa.

Apakah Aliens ada? Ini pelik, susah dijawab tetapi bisa dimengerti dengan mudah bahwa gangguan pada permukaan matahari seperti pada data visual Helioviewer ini tidak bisa disebut alami.

Pada tahun dan bulan yang (2012 – 03), bisa juga anda zoom pada waktu yang berbeda maka akan terlihat pemandangan lain.

 

Jika keanehan ini terjadi pada Matahari milik kita bersama lalu bagaimana dengan Matahari lain disisi lain luar angkasa?

Hal ini juga sudah pernah dibahas dengan sangat detail oleh astronomer senior yang suka mengamati bintang di langit.

Astronomer ini bernama Tabetha Boyajian dan beliau sangat terkenal dengan hasil pengamatan terhadap bintang bernama KIC 8462852.

Tabetha Boyajian is best known for her research on KIC 8462852, a puzzling celestial body that has inspired otherwise sober scientists to brainstorm outlandish hypotheses.

Dari pengamatan yang didapat oleh Tabetha Boyajian terindikasi ada penghalang dari suatu bintang. Penghalang bintang ini membuat bayangan yang besar di teleskop yang dipakai oleh Tabetha Boyajian.

Klaim yang besar ini tentu memerlukan bukti yang besar.

Demikian juga dengan hasil pengamatan Tabetha Boyajian ini, bukti super besar hingga sekitar lebih dari 1000 kali ukuran bumi!

Something massive, with roughly 1,000 times the area of Earth, is blocking the light coming from a distant star known as KIC 8462852, and nobody is quite sure what it is.

As astronomer Tabetha Boyajian investigated this perplexing celestial object, a colleague suggested something unusual: Could it be an alien-built megastructure?

Penemuan dari bayangan besar ini disebut dengan WTF (atau singkatan dari Where’s The Flux).

Halangan dari benda luar angkasa ini sangat aneh dan perlu peninjauan lebih lanjut. Dua fenomena ini secara ilmiah memperlihatkan bukti bahwa di laur angkasa sana terjadi hal yang tidak alami dan kemungkinan dilakukan oleh mahluk bukan oleh objek.

Detail dari anomali lain dijelaskan dalam video dibawah.

 

Dalam pembahasan dan diskusi terkait KIC 8462852 ini memang mendapat banyak masukan.

Ada pihak yang menyebutkan bahwa hal tersebut karena komet dan pihak lain menyebut karena memang ada planet lain yang super besar. Tetapi dari tanda-tanda penghalangan citra terindikasi bahwa penghalang bintang KIC 8462852 ini tidak simetris (sejauh ini tidak ditemukan ada planet berbentuk setengah bulat atau penyok).

Apakah Aliens ada?