APAKAH BUMI DATAR?

0
157

PLANET BUMI datar tidak bulat. Entah kenapa beberapa orang yakin tanpa pengamatan khusus menyebutkan hal tersebut.

Ada banyak yang dikemukan dan dalam posting ini akan dibahas beberapa isu saja bahwa klaim bahwa bumi datar adalah tidak benar.

Kita bahas juga menurut Islam sebetulnya seperti apa. Sebelum masuk kesana kita bahas berdasar ilmu pengetahuan dan beberapa alasan.

Pembahasan dalam posting ini tidak berencana menjelaskan setiap poin karena terlalu melelahkan untuk membahas setiap hal yang sebetulnya terlihat tidak mungkin.

Beberapa isu seperti tidak ada yang melintasi kutub baik utara atau selatan tidak akan dibahas disini.

Catatan terkait pengalaman orang dijaman modern terkait hal ini baik oleh Scott – Amundsen atau E-Byrd (Admiral Richard Evelyn Byrd) atau beberapa petualang-petualang cantik (PPC) masa kini mudah dicari dan didapat. Klaim seperti ini tidak akan dibahas disini karena terlalu mudah dijawab.

Khusus untuk klaim tidak ada GPS membuktikan bahwa orang tersebut tidak mengetahui bagaimana frekuensi dan kecepatan radio bekerja. Bumi harus bulat dengan jarak tertentu agar GPS bekerja dengan baik. Masalah mendasar seperti Real Time Kinematic dan aturan estimasi hal tersebut terlalu rumit (super panjang untuk ditulis) bagi saya bahas disini. DGPS membuktikan bahwa posisi di muka bumi akan perlu satelit GPS diluar angkasa.

Aturan terkait GPS harus di luar angkasa terlalu panjang dan rumit sedang beberapa klaim lain terlalu mudah.

Kita bahas hal lain yang lebih ringan tetapi cukup intelek untuk dibahas.

Inti dari pembahasan adalah jika bumi datar akan seperti apa bentuk dan massa dari planet ini?

Jika Bumi bulat dan memiliki bentuk tertentu maka semua hal terkait dengan harmonis baik secara konsep persamaan (diferensial) atau karena konsep pengamatan dihubungakan dengan konsep mekanik.

  1. Tidak ada satelit di langit.

Ini mudah dijawab.

Anda beli teloskop, anda pelajari dimana klaim NASA terkait satelit yang terbesar dan paling mudah diketahui.

Nasa menyebutkan posisinya setiap saat, ada koordinat yang diumumkan mengenai dimana posisi tepatnya dari detik ke detik.

Sesudah anda membeli teloskop yang cukup besar maka anda pelajari sistem koordinat dan arahkan ke ISS (satelit terbesar saat ini).

Yes, mungkin itu UFO Aliens. Cocok kita sama. I want to believe.

2. Persamaan Newton salah dan perlu koreksi.

Pernyataan yang benar dan salah. Agak rumit menjelaskannya.

Untuk kecepatan rendah (jauh dibawah ambang batas kecepatan cahaya maka massa dan pergerakan benda) sepenuhnya bisa dianggap benar secara teoritis dengan eror sangat kecil.

Jika benda bergerak dalam kecepatan cahaya (dimana nilai pada sekitar 3x 10^5 km/detik) maka error tersebut menjadi bermasalah karena dikali angka yang besar sehingga terasa.

Sewaktu kecepatan tinggi (cahaya) maka energi atau massa benda tidak bisa diprediksi oleh Newton dan dalam kasus ini persamaan Newton memiliki kesalahan dan perlu dikoreksi.

Pada pergerakan rendah, persamaan newton tepat. Contoh sederhana jika anda berjalan dengan kecepatan 100 km/jam dan anda ingin ke Bandung untuk kuliah. Jarak dari rumah anda di Jakarta ke kampus di Dago Bandung dengan jarak (sekitar) 100 km.

Maka perkiraan anda datang sekitar jarak 100 km dibagi kecepatan 100 km/jam sehingga anda akan tiba pada satu jam berikutnya.

Itu contoh persamaan Newton. Massa dan gerakan anda tidak sepenuhnya tepat bernilai demikian pas satu jam, mungkin ada error sekitar 10^(-5) tetapi siapa peduli dengan koreksi dibawah satu detik.

Dosen anda tidak peduli jika anda telat 1/100 detik yang penting anda memakai baju ke dalam ruangan (walaupun belum mandi).

Atau anda bisa terapkan hal ini kedalam keadaan yang lebih rumit. Jika bumi tidak bulat, lalu sebesar apa datarnya bumi? Sebesar alam semesta?

Planet lain akan datar seperti apa? Bagaimana memperkirakan perjalanan antar planet, tentu tidak ada hal demikian.

Satelit dan perjalanan antar planet ada karena persamaan Newton membantu kita memperkirakan dimana sebaiknya satelit ditempatkan.

Persamaan Newton juga yang membantu kita memperkirakan dimana roket atau Juno berjalan kearah titik Mars yang mana.

Kenapa gaya gravitasi dan kenapa percepatan gravitasi memiliki karakteristik seperti saat ini, hanya bisa dijelaskan dengan Newton.

Gaya dan percepatan gravitasi hanya terjadi dari massa dan geometri bumi tidak datar dengan bumi seperti sekarang.

Jika gravitasi datang dari uap air dan dengan bumi datar maka Penjelasannya pasti amburadul. Kita mulai dengan Hukum Newton seperti poin diatas.

Jika anda mencari seorang ahli yang bisa menerapkan Persamaan Newton dan dengan kerja kerasnya juga termasuk ilmuwan inti yang bisa membuktikan persamaan Einstein benar maka ada orang yang paling tepat untuk dipilih.

Richard Feynman atau Richard Phillips Feynman adalah orang yang menjungjung tinggi persamaan Newton dan membuat persamaan Einstein semakin kokoh terbukti dengan kontribusinya yang sangat besar dan mengguncangkan (karena membuktikan konsep energi atom).

Presisi Persamaan Newton

Persamaan Newton yang paling terkenal didapat:

F = m x a = m x g

(massa dikali percepatan). Apple jatuh maka nilai saham androids naik, bukan.

Apple jatuh pada massa dan percepatan tertentu sehingga posisi dimana Apple jatuh dan kapan terjatuh menyentuh tanah dapat diprediksi dengan tepat. Seperti anda berjalan dari Jakarta ke Bandung. Massa anda tidak berubah (kecuali jika anda buang air maka massa anda berubah sedikit tetapi dalam skala eror yang bisa diterima dosen anda).

Jika anda merasa bumi tidak bulat coba temukan kesalahan perubahan prediksi gravitasi (karena terkait dengan jumlah massa terbatas dari bumi yang bulat ini).

Jika anda temukan maka anda benar bahwa bumi datar dan konstanta gravitasi ini tidak ada hubungannya dengan bentuk bumi (yang terbatas massanya seperti telur bulat – dengan ). Tidak ada yang pernah melakukannya, ini kesempatan anda agar terkenal.

Bahwa persamaan Newton benar terkait dengan Planet Bumi bulat mudah dibuktikan. Kita bergerak ke persamaan Newton yang lebih serius.

Jika anda menurunkan persamaan F = m x a lebih serius maka akan didapat persamaan dibawah:

F = (G – konstanta gravitasi bumi) x (massa bumi) x (massa anda atau massa apel) dibagi (r kuadrat – jarak pusat bumi ke anda atau ke apel).

hukum-newton-bahwa-bumi-bulat

Dari persamaan tersebut maka ada nilai konstanta gravitasi yang harus dipakai dengan angka yang benar (untuk membuktikan besarnya gaya yang terjadi jika massa apel yang jatuh terhadap massa bumi pada jarak jari-jari bumi, kita membahas bumi bulat jadi ada jari-jari). Berapa angka G ini?

Untuk menjawab ini, maka anda harus melihat Metodologi Cavendish. Metode yang dipakai adalah berdasar pengamatan dari benda yang disusun untuk mengetahui konstanta Gravitasi – yang universal.

Metode ini terlalu panjang untuk dibahas tetapi jika anda ingin menemukan kesalahan pengamatan Cavendish dan anda ingin menjadi terkenal dipersilahkan untuk berkunjung sebagai referensi awal ke situs Wikipedia dan situs Youtube.

Dari cara tersebut dan dari cara pemodelan lain didapat angka (dengan berbagai error) mengarah ke angka dibawah.

G = 6.74×10−11 m3 kg–1 s−2

Kita pakai angka diatas (jika anda kehabisan akal untuk membuktikan angka ini salah) untuk membuktikan persamaan Newton benar (dan bumi bulat).

Angka G ini bisa juga dicari dengan cara lain.

Cara lain untuk menemukan nikai G bisa dipakai dengan cara Geopotential Model, cara ini lebih rumit untuk dipakai karena anda perlu keakuratan untuk mencatat sekitar 130 ribu lebih koefisien.

Pada prinsipnya model Hukum Newton dipecah kedalam parameter gaya yang mungkin terjadi dengan dimasukan hasil pengamatan berdasar pergerakan benda yang tidak terganggu.

Pengamatan lebih cocok dilakukan terhadap pesawat atau benda luar angkasa (bulan atau satelit) dengan jarak jari-jari tertentu dan massa tertentu.

Pencarian dengan cara Model Geo Potential bisa anda dapat di situs ini sebagai pembuka.

Model ini lebih serius sehingga akurasi hasil lebih akurat dan mirip dengan angka yang disebut dari Cavendish ini (walaupun pada Geo Potential dianggap bumi bulat – untuk mempermudah perhitungan).

Jika kedua hal ini (Cavendish dan Geo Potential) bisa anda buktikan salah maka anda terkenal dan Newton salah (dan bumi tidak bulat).

Jika anda tidak bisa membuktikan kesalahan kedua hal tersebut sebetulnya sudah cukup Newton benar. Tapi kita akan lakukan pengamatan sederhana untuk meyakinkan bahwa bumi bulat.

Sekarang kita sepakat bahwa G bernilai diatas. G = 6.74×10−11 m3 kg–1 s−2. Langkah berikutnya lebih sederhana.

Dari persamaan

F = m.a

bisa didapat:

hukum-newton-bahwa-bumi-bulat

F1 = F2

F1 = m (massa) x g (percepatan gravitasi)

F2 = G x m(bumi) x m(apel)/r2 (jari-jari – lokasi apel terhadap pusat bumi).

Semua dalam kondisi diatas diketahui. Tinggal g atau percepatan gravitasi yang ingin diketahui.

Dengan mudah anda bisa membuka berbagai situs berapa jari-jari bumi (R=6.371×106 m). Dari sana anda bisa dapat juga massa bumi (dalam kasus ini kita anggap bahwa bumi bulat).

Dengan menggunakan pengamatan:

massa Apel, jarak apel ke pusat bumi, jari-jari bumi

maka percepatan yang bisa terjadi pada apel sewaktu apel jatuh bisa didapat.

Percepatan apel jatuh ini adalah besar percepatan gravitasi (sekitar 9.81 m/s2 atau sekitar 9.8 m/s2).

Nilai percepatan gravitasi bisa berbeda karena posisi anda relatif terhadap pusat bumi (ini hal lain karena bumi ada dibagian agak utara seperti Oslo di Norway atau Solo di hati Pak Jokowi. Nilai koefisien konstanta tersebut berbeda karena relatif terhadap sumbu bumi dan equator atau nilai jari-jari).

Nilai G dengan cara Cavendish dan nilai g (konstanta gravitasi = 9.8xxx  m/sterkait dalam hal ini menunjukan bahwa Cavendish sesuai dengan pengamatan apel jatuh.

Terkait posisi relatif antara Solo dan Oslo ada penjelasan panjang lain dan membuktikan bahwa Bumi tidak bulat sempurna.

Dalam pengamatan lain terbukti bumi lonjong tidak bulat, banyak pembuktian dan pengamatan tersebut, tetapi tidak dibahas disini. Karena bumi lonjong (seperti telur) ini yang membuat percepatan gravitasi atau nilai g berbeda (pada kisaran g = 9.78xxxx m/satau 9.81 m/s2).

Dengan nilai konstanta tersebut, apel jatuh dari pohon dan sampai ditanah bisa anda perkirakan. Ini membuktikan bahwa Bumi bulat.

Dengan nilai g sekitar 9.81 m/s2 maka anda juga bisa memperkirakan anda telat atau tepat waktu jika berjalan dengan mobil dengan kecepatan tertentu.

Atau anda juga akan mengetahui dimana dan kapan anda akan tiba di Bandung jika dari Jakarta menggunakan meriam dengan sudut tertentu.

Jika bumi tidak bulat maka nilai g (9.81 m/s2) ini tidak dapat dipakai.

Jika anda tertarik melihat dengan cara yang lebih rumit terkait akurasi Hukum Newton, penjelasan dari Richard Feyman menjelaskan lebih detail mengenai bagaimana persamaan Newton dipakai.

Dalam suatu kasus perhitungan yang dilakukan Feyman didapat bahwa Hukum Newton tepat dan akurat. Perhitungan ini tidak diperlihatkan disini karena terlalu rumit dan panjang.

Dalam kasus persamaan Newton dipakai untuk memperkirakan lokasi planet atau benda luar angkasa lain akan sangat presisi (dengan asumsi bahwa Planet Bumi bulat dengan massa tertentu dan massa Planet tersebut tertentu dan bulat).

Mungkin hanya perlu menyebutkan kesimpulan dari aplikasi teori Newton tersebut:

Now, armed with the tremendous power of Newton’s laws, we can not only calculate such simple motions but also, given only a machine to handle the arithmetic, even the tremendously complex motions of the planets, to as high a degree of precision as we wish!

Untuk teori Gravitasi dalam aplikasi Hukum Newton pada kecepatan tinggi maka anda harus melihat Teori kedua Einstein (teori pertama pada tahun 1905 dan kedua pada 1915 terkadang dipublikasikan disebut pada tahun 1916 – General Theory of Relativity).

Menurut teori kedua ini maka teori Newton salah (kurang tepat bagi aplikasi keadaan yang diterapkan).

Batasan untuk mengetahui kekeliruan tersebut bisa didapat pada Persamaan Transformasi Lorentz. Pada kecepatan cahaya tersebut (atau diatas kecepatan tersebut didapat pembagi adalah nol atau negatif – secara fisik atau mekanik ini tidak terdefinisi bentuknya).

Pada bagian Transformasi Lorents terdapat pembagi dimana pembagi tersebut merupakan angka 1 dikurangi v2/c2.

atau:

akar dari (1 – (V2– C2)).

Jika V (kecepatan benda) diatas sama dengan cahaya maka nilai pembagi nol atau negatif. Sehingga suatu angka dibagi nol atau negatif menjadi tidak jelas identitasnya.

Teori Relativitas Umum dengan pengaruh massa kepada ruang waktu terlalu berbeda dengan pembahasan disini. Secara umum sejalan dengan Newton tetapi bersyarat.

Penjelasan Lain Berdasar Hukum Newton.

Hukum Newton secara sederhana juga bisa membuat prediksi akurat mengenai berapa massa (atau berat sesuatu di Planet lain) jika kita mengetahui ukuran planet tersebut (massa dan jari-jari planet tersebut).

Sebagai contoh:

Planet Jupiter memiliki ukuran sekitar 300 kali dari ukuran Planet Bumi.

Timbul pertanyaan, apakah anda berjalan di Planet Bumi maka anda akan merasa 300 kali lipat berat badan anda di Jupiter?

Jawabannya tidak, bisa dijelaskan dengan persamaan Newton (again?).

Planet Jupiter berdasar pengamatan memiliki jari-jari sekitar 100 kali bumi. Dengan keadaan tersebut maka anda bisa melakukan hitungan sederhana dengan menggunakan persamaan Newton.

Berdasar persamaan Newton, gaya yang bekerja harus sama dimana massa berlipat 300 kali tetapi dibagi jari-jari sekitar 100 kuadrat.

Dari Newton tersebut, anda akan dapat memperkirakan berat anda di Jupiter sekitar 3 kali dari keadaan di Bumi.

Dengan konsep yang sama bisa anda perkirakan bagaimana dampak wahana antariksa jika menumbuk Bulan atau Mars (sehingga cukup kuat jika jatuh dari langit disana).

Demikian juga jika anda ingin membuat rumah atau bangunan sekuat apa jika ingin 2 atau 3 tingkat struktur di Bulan akan beda jenis/kekuatan strukturnya jika dibanding membuat bangunan 2 atau 3 tingkat di Mars (mungkin jika diperlukan dalam Film Martian).

NASA sudah beberapa kali ke Bulan (sebaiknya anda melihat Google Moon) dan Cina sudah mengirim juga wahana kesana. Kapan bagian kita ke Bulan jika kita hanya berputar-putar seperti putaran Bumi yang datar?

Mungkin anda juga bisa mencoba mencari pengaruh gravitasi karena bumi bulat (dan karena benda lain bulat). Dimana benda lain ini bulat memiliki massa dan jari-jari tertentu.

pasang-surut-air-oleh-bulan-dan-bintang-atau-matahari-atau-planet-lain

Dari persamaan Newton diatas dan berdasar pengamatan yang seksama terbukti bahwa salah satu cara akurat memprediksi pasang surut gelombang air di suatu permukaan bumi tertentu bisa didapat dari Model Hukum Newton ini.

Salah satu kesimpulan dari penghitungan gaya gravitasi (karena jarak, massa bumi, matahari dan bulan adalah bulat tertentu) maka didapat bahwa pengaruh bulan lebih kuat dibanding Matahari. Perbandingan kekuatan haya ini pada kisaran 2,2.

Penggunaan teori Newton disini bagi pasang – surut dan bagi apel jatuh sejalan satu dan lainnya. Khusus untuk pembahasan pasang – surut tidak akan dibahas disini karena terlalu panjang.

Penjelasan Lain

Menurut diskusi yang didengar oleh penulis dan melalui pencarian Google ternyata ada beberapa ceramah membahas Bumi Datar ini.

Beberapa pembahasan sangat blur tidak jelas tetapi sebagai patokan anda sebaiknya mengambil ceramah Dr Zakir Naik mengenai Bumi datar atau tidak.

Berdasar penjelasan Dr Zakir Naik sesuai dengan pengamatan teknologi tingkat tinggi sekarang ini bahwa bumi bulat (gepeng) seperti telur Burung Unta.

 

 

Di dunia ini dengan berbagai gosip dan dinamika, terdapat banyak hal-hal aneh bahkan ada beberapa teori konspirasi yang super aneh. Beberapa diantaranya mungkin benar tetapi khusus mengenai bumi datar, isu ini termasuk terlalu salah.

Ada beberapa blog, diskusi dan ceramah yang membuat inspirasi bagi tulisan ini. Semoga membantu penjelasan bahwa bumi seperti telur Burung Unta atau setidaknya seperti telurnya burung.

Pembahasan berikutnya yang sangat menarik:

Bagaimana bentuk Alam? Anda tahu jika anda tahu Vety Vera, Alam yang satu ini adalah adiknya.

Tapi bagaimana bentuknya Alam Semesta?

Alam Semesta Memang Datar (yang ini beneran datar).

Kenapa Alam Semesta flat?

Karena Ω = 1, penjelasannya panjang. Pembahasan lanjutan berikutnya.

Dari berbagai sumber dan terutama dari Wikipedia dan situs Caltech tempat catatan kuliah Richard Feyman dikumpulkan.