APAKAH MSG BERBAHAYA? TERNYATA TIDAK (FDA)

0
244

APAKAH MSG BERBAHAYA?

MSG atau Monosodium Glutamate sangat terkenal dan banyak pihak yang menyalahkan kimia ini jika ada hal atau banyak hal yang tidak bisa dimengerti tiba – tiba muncul (seperti sakit perut mendadak, pusing yang tidak jelas, susah tidur).

MSG ini bagi kebanyakan orang terutama bule bahkan menjadi suatu Xenophobia  tersendiri mengalahkan Kryptonite bagi Superman (Xenophobia adalah perasaan takut atau tidak suka jika berkunjung atau bertemu orang asing karena impresi hal tertentu yang biasanya ada dari orang/tempat sejenis).

Jika MSG disalahkan maka seolah-olah orang pertama yang iseng melakukan isolasi terhadap rasa ini disalahkan? Dialah Ikeda Kikunae, orang Jepang yang iseng pada tahun 1908. Beliau adalah professor di Tokyo Imperial University dan menamakan rasa itu sebagai Umami (artinya rasa yang baik, lezat atau setara dengan gurih kalo di dalam bahasa Indonesia). Jangan dulu menyalahkan beliau karena menemukan MSG. Penggunaan MSG harus sesuai jika ingin tidak berbahaya, tapi hingga level mana tidak berbahaya?

msg georgetown paper petcin vetsin petsin penyedap ajinomoto miwon enak gurih 1Pada tahun 1930an, MSG semakin menanjak popularitasnya. Ibu – ibu di Jepang menyukainya dan menyebutnya sebagai lezat atau enak. Bahkan Cina yang juga ada tendensi permusuhan karena perang dunia lupa kalo terkait MSG. Orang Cina sangat mencintai MSG dan menjadi substitusi pengganti rasa daging bagi orang vegetarian (karena pandangan hidup orang banyak yang menjadi vegetarian).

Pada kisaran waktu perang dunia tahun 1940an, banyak orang Amerika berkunjung ke restoran Cina. Kunjungan ke restoran Cina dipengaruhi simpati dan keingin tahuan atas budaya Cina (yang berlawanan dengan Jepang di perang tersebut, Amerika juga melawan Jepang).

Tercatat kemudian Amerika membeli Ajinomoto terbanyak dibanding negara manapun pada kisaran sesudah 1940an.

Pada tahun 1960an perhatian orang tertuju kepada makanan sehat lebih meningkat dibanding sebelumnya di Amerika. Saat itu penggunaan pestisida sangat kuat dan dibahas dibanyak tempat. Sesudah isu pestisida mereda, kemudian isu makanan dengan zat aditif bergaung kuat.

Pada April 1968 terdapat laporan jurnal tentang rasa aneh (keluhan fisik) sesudah memakan makanan Cina kemudian disebut Chinese Restaurant Syndrome. Sesudah jurnal tersebut, secepat kilat MSG disalahkan.

Pada masa Presiden Nixon diadakan permintaan agar makanan aditif ditelaah lebih lanjut dan dari sana status beberapa makanan aditif mendapat status lebih baik (kecuali bahan bahaya seperti sakarin tetap bahaya – laporan detail pada paper terkait).

Di Indonesia, penyedap rasa ini memiliki berbagai nama dari Pecin, Vetsin, Petcin hingga akadang disebut sebagai Miwon atau Ajinomoto.

Dari penelahaan semenjak Presiden Nixon hingga saat ini bagaimana status Umami ini?

Is MSG safe to eat?

FDA considers the addition of MSG to foods to be “generally recognized as safe” (GRAS). Although many people identify themselves as sensitive to MSG, in studies with such individuals given MSG or a placebo, scientists have not been able to consistently trigger reactions.

FDA atau Food and Drug Administration (Amerika) bisa menjadi sumber referensi yang kredibel mengenai jawaban ini.

FDA menyebut bahwa para ilmuwan atau ahli makanan saat ini tidak dapat membuktikan MSG bisa menyebabkan reaksi yang jelek.

 

Pernyataan FDA ini sejalan dengan hasil penelaahan zaman Presiden Nixon bahwa MSG dalam taraf oke tidak berbahaya. Jika belum puas maka ada pertanyaan lanjutan.

Apakah benar tidak berbahaya dan tidak ada laporan keluhan karena MSG?

Has FDA received any adverse event reports associated with MSG?

Over the years, FDA has received reports of symptoms such as headache and nausea after eating foods containing MSG. However, we were never able to confirm that the MSG caused the reported effects.

These adverse event reports helped trigger FDA to ask the independent scientific group Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) to examine the safety of MSG in the 1990s. FASEB’s report concluded that MSG is safe. The FASEB report identified some short-term, transient, and generally mild symptoms, such as headache, numbness, flushing, tingling, palpitations, and drowsiness that may occur in some sensitive individuals who consume 3 grams or more of MSG without food. However, a typical serving of a food with added MSG contains less than 0.5 grams of MSG. Consuming more than 3 grams of MSG without food at one time is unlikely.

Ada banyak keluhan seperti sakit kepala atau persaan (perut) tidak enak seperti mau muntah sesudah makan MSG.

Hingga saat ini FDA memang masih belum mendapat memastikan apakah karena MSG atau bukan.

FDA juga sudah melakukan permintaan bantuan ke praktisi terkait untuk mengkaji MSG.

Kajian dilakukan oleh FASEB (Federation of American Societies for Experimental Biology) terhadap orang malah menyimpulkan bahwa MSG aman.

Jadi MSG ok dan aman. MSG tidak berbahaya. Konsumsi tidak berlebihan dan jaga olahraga.

Ide Ikeda Kikunae mengisolir rasa baru disebut MSG dan nama lainnya menybabakan berbagai macam pro dan kontra dan sejauh ini ternyata dampaknya tidak negatif.

Kopi juga seolah mendapat persepsi jelek dalam kultur minuman di Indonesia dan dianggap bahaya secara umum, padahal kopi tidak berbahaya malah memiliki kegunaan yang sangat baik (jika sesuai takaran).

KUNJUNGI halaman depan kami, WWW.LEMBAR.INFO bookmark dan anda mendapat berita update entrepreneur, blog & tech setiap hari.

Sumber utama posting dari Paper George Town (termasuk untuk gambar) dan FDA.