ARAB INVESTASI 2 TRILYUN DOLAR (26,4 RIBU TRILYUN RUPIAH) AGAR MERDEKA

0
147

Judulnya mungkin bombastis tapi memang demikian adanya, Arab ingin merdeka tidak tergantung dari Oil and Gas dan berinvestasi senilai 2 Trilyun USD. Nilai yang sangat serius.

konversi usd idr dolar usd ke rupiah rp

Dalam beberapa bulan terakhir, banyak berita terkait perang harga dan volume yang diperdagangkan antara Arab Saudi dan berbagai negara penghasil oil and gas (terutama diskusi khusus dengan Rusia dan Iran).

Arab Saudi sangat memimpin dan menentukan pergerakan harga oil and gas dari berbagai forum internasional seolah melawan satu dunia. Arab Saudi juga menyadari posisi kuat tersebut disisi lain menyadari ketergantungan terhadap komoditas ini. Walaupun harga minyak bisa disebut tidak bisa dihindari akan naik dalam kurun waktu setahun ini (bisa dibaca dalam postoing disini), Arab Saudi ingin memperbaiki sumber pendapatan ekonomi negaranya (90% dari pendapatan negara tersebut).

Secara khusus Bloomberg mengeluarkan berita khusus sebagai hasil diskusi khusus selama 8 jam dengan Prince Mohammed bin Salman.

Prince Mohammed bin Salman memiliki nama panjang Mohammad bin Salman Al Saud adalah adalah Deputi Putra Mahkota, Wakil Perdana Menteri Kedua, Menteri Pertahanan Arab Saudi, Ketua Mahkamah Kerajaan dan Penasihat Khusus Pelayan Dua Tanah Suci. Orang yang banyak memegang tanggung jawab yang besar. Tidak heran jika Bloomberg menyebutnya Mr. Everything.

Muhammad bin Salman Alu Saud Prince Mohammed bin Salman,

 

Deputi Putra Mahkota Arab Saudi ini memiliki hubungan yang sebelumnya tidak bagus dengan mendiang King Abdullah. Hanya beberapa hari terakhir sebelum King Abdullah masuk rumah sakit, banyak berdialog dalam dan berdua sepakat bahwa Arab Saudi harus berubah.

 

Deputi Putra Mahkota Arab Saudi ini memiliki tanggung jawab dan wewenang besar (bahkan diprediksi lebih besar dari wewenang Putra Mahkota sendiri – beliau ini Deputi Putra Mahkota). Terlihat wewenang besar ini sewaktu mengelontorkan ide baru untuk perubahan (demi perbaikan) Arab Saudi.

On April 25 the prince is scheduled to unveil his “Vision for the Kingdom of Saudi Arabia,” an historic plan encompassing broad economic and social changes. It includes the creation of the world’s largest sovereign wealth fund, which will eventually hold more than $2 trillion in assets—enough to buy all of Apple, Google, Microsoft, and Berkshire Hathaway, the world’s four largest public companies.

Suatu arah langkah yang tepat dan besar untuk merubah haluan pendapatan negara dari basis non oil and gas.

The tectonic moves “will technically make investments the source of Saudi government revenue, not oil,” the prince says. “So within 20 years, we will be an economy or state that doesn’t depend mainly on oil.”

Dengan berbagai kejadian terakhir terkait harga oil and gas dalam kurun waktu 2 tahun ini, Arab Saudi memang mengalami kerugian yang besar bahkan diprediksi dampaknya pada tahun 2016 bahwa pertumbuhan ekonomi Arab Saudi pada kisaran 1.6%, suatu nilai yang sangat kecil.

Arab Saudi sepertinya dalam pergerakan yang meyakinkan dan membaik, IMF dan badan internasional memperkirakan Arab Saudi akan hancur perekonomiannya dalam kurun waktu 5 tahun jika oil and gas harganya hancur.

Dalam wawancara dengan Bloomberg ini disebutkan bahwa sebetulnya tahun kemarin hampir terjatuh terjun bebas, hanya perlu 2 tahun. Untungnya banyak perbaikan dengan cepat diambil dan sistem saat ini sangat stabil dan lebih baik.

Pada masa kejayaan oil and gas (tahun 2010 hingga 2014) Arab Saudi bisa membelanjakan uang dengan berlebihan.

“My best guess,” says Al-Sheikh, “is that there was roughly between 80 to 100 billion dollars of inefficient spending” every year, about a quarter of the entire Saudi budget.

Penggunaan dana tidak efektif ini bukan dalam angka ratusan juta USD pertahun tapi pada kisaran angka 80 hingga 100 Miliar USD pertahun.

This time the prince talks about himself. Growing up, he says, he benefited from two influences: technology and the royal family. His generation was the first on the Internet, the first to play video games, and the first to get its information from screens, he says. “We think in a very different way. Our dreams are different.”

Perbaikan sepertinya memang sedang berjalan baik dalam sistem pemerintah juga, tidak hanya dalam pengelolaan uang.

 

KUNJUNGI halaman depan kami, WWW.LEMBAR.INFO bookmark dan anda mendapat berita update entrepreneur, blog & tech setiap hari.

Berita dan gambar diambil dari berbagai situs terutama situs BLOOMBERG.