AWAN RAKITAN MICROSOFT JAUH DI BAWAH SAMUDERA PACIFIC

0
245

Seperti diketahui, email, video streaming, membuka data dan update sosial media akan menimbulkan panas. Panas disini bisa menimbulkan server crash jika pendinginan tidak memadai.

Microsoft Team terpengaruh oleh kisah Jules Verne, kehidupan masa depan manusia di dalam lautan.

Sejalan dengan mimpi Jules Verne ini, Cloud data center diujicobakan untuk dipasang dibawah samudera Pacific. Cloud data center yang dipasang dibawah laut ini berukuran sekitar 2.5 meter kali 3.5 meter dengan power setara dengan sekitar 300 komputer PC. Tidak terlalu bising dan tidak juga membuat Udang atau Kerang kepanansan. Panas dari cloud ini akan diserap air laut.

Prototype untuk data center ini dipasangkan dibawah air dengan dan prototype ini  dinamai Leona Philpot. Silinder besar berisi rack dari server.

CLOUD RAKITAN MICROSOFT DIBAWAH SAMUDERA PACIFICNama dari kegiatan ini bernama Project Natick bukan Microsoft Project. Project terkait data center bawah laut ini masih berkelanjutan. Tahap berikutnya sedang dipertimbangkan oleh Microsoft mengenai kelanjutan sumber energi bagi cloud ini. Microsoft mempertimbangkan bahwa sumber power dari wind turbine atau bahkan dari tidal system.

server rack clud data center microsoft projectSesudah prototype ini dicemplungkan di dalam air, Team dari Microsoft melakukan berbagai pengukuran dengan menggunakan kamera dan berbagai sensor terkait temperatur, humiditas, power consumption hingga besar arus bawah air karena Microsoft juga mempertimbangkan untuk membuat power generation dari arus laut jika memungkinkan. Sebulan sekali, divers juga melakukan cek ulang ke dalam air.

The team is currently planning the project’s next phase, which could include a vessel four times the size of the current container with as much as 20 times the compute power. The team is also evaluating test sites for the vessel, which could be in the water for at least a year, deployed with a renewable ocean energy source.

Microsoft Team mengaku sangat puas dengan percobaan yang dilakukan dan secara optimis berpendapat bahwa bisnis cloud dan data center bisa beralih kebawah laut.

Untuk tahap selanjutnya, sedang direncanakan data center yang lebih besar sekitar empat kali ukuran fisik prototype yang dipasang dan sekitar 20 kali power yang diperlukan untuk data center ini.

 

Dari percobaan ini, Microsoft mempelajari banyak hal dari pengaturan dan penggunaan power pada server dan cloud. Selain itu, Microsoft juga mengatakan mempelajari dan menemukan cara yang lebih baik agar firmware atau disk drive lebih tahan lama.