BAGAIMANA BITCOIN MENURUT ISLAM? MENURUT AHLI EKONOMI

0
62

UANG DIGITAL atau criptocurrency saat ini ada ratusan jenis, mulai dari Bitcoin yang paling terkenal hingga berbagai varian Altcoin atau uang digital jenis lain yang menggunakan sistem yang berbeda dengan Bitcoin seperti Ripple atau juga Zcash.

Mata uang digital yang disebut sebagai Criptocurrency atau uang kripto atau uang virtual pada awalnya hanya Bitcoin.

Algoritma atau program dasar dari Bitcoin ini diubah menjadi lebih baik atau menjadi lebih efisien. Sewaktu program dasar diubah maka mata uang baru dari dasar mata uang Bitcoin ini disebut dengan Altcoin. Kadang Altcoin juga disebut sebagai Fork atas Bitcoin.

Fork atas Bitcoin atau Altcoin atau Forked Coin prinsipnya seperti anda merubah file dari teman anda dan anda saved as.

Anda menerima dokumen dalam excel kemudian anda rubah isinya agar lebih lengkap atau agar lebih efisien maka ini juga disebut sebagai forked (anda fork atas file excel sebelumnya).

Mata uang lain menggunakan Blockchain dan memiliki algoritma yang bisa disebut beda dengan Bitcoin adalah mata uang baru yang bisa jadi lebih efisien atau lebih aman.

Bitcoin sepertinya semakin menguat masuk kedalam kehidupan manusia baik bagi negara yang memang krisis keuangan seperti Venezuela atau bahkan buat Inggris dan juga buat Swiss yang terkenal sebagai negara makmur.

Bagi umat Islam yang (hampir) setiap hal diatur (Islam hampir mengatur setiap sendi dari kehidupan dari cara makan, cara minum, cara msuk ke toilet, cara melakukan zakat, cara sedekah dan tentu cara ekonomi bergulir juga ada aturannya) bisa menimbulkan kegalauan. Tidak heran jika Bitcoin ini memunculkan pertanyaan, bagaimana jika Bitcoin dipakai apakah boleh?

Apakah Bitcoin Halal atau Haram?

Bagaimana dengan Uang Digital lainnya?

Uang digital pada prinsipnya sama seperti uang manapun tetapi tidak terlihat. Anda menggunakan ATM untuk membayar belanja atau anda menggunakan Paypal untuk berbelanja pada prinsipnya adalah uang digital. Tidak ada bentuk fisik.

Uang digital ini murni hanya 100% kepercayaan dan juga dengan sendirinya percaya dengan Bank.

Anda menerima Paypal 10 USD karena anda percaya kepada bank yang mengeluarkan uang tersebut dan anda telan bulat bahwa uang itu ada (walaupun hanya perubahan angka di layar dan notifikasi email).

Kepercayaan dan kegunaannya berdasar tingkat praktis (kegunaan dari segi teknis – sisi teknologinya) ini yang sebetulnya menyamakan antara Bitcoin, emas dan Uang (digital atau kartal).

Tapi Bitcoin beda dan murni dari nol dan tidak ada yang menjamin, selain itu Bitcoin pada prinsipnya tidak ada bentuk fisiknya (cold wallet memang ada bentuk dan tertulis key semacam password tapi prinsipnya hanya print pada kertas saja). Bagaimana hukum Bitcoin?

Untuk jawaban dan pernyataan resmi sejauh ini dari ulama besar atau dari badan resmi Islam tidak ada pernyataan resmi. Pernyataan terkait Bitcoin menurut Islam sangat susah dicari.

Sejauh ini yang menggali peluang Bitcoin dan dikaitkan ke Islam kebanyakan dari ahli ekonomi (murni ahli ekonomi, bukan ahli syariah Islam atau keduanya).

Pendapat Bitcoin dari Associate Professor of Finance and Economics, Barry University, Charles W. Evans (Juni 2015). Terdapat dalam Paper terkait Bitcoin in Islamic Banking and Finance.

This paper analyzes the compliance of distributed, autonomous block chain management systems (BMS) like Bitcoin—also referred to as ‘virtual currencies‘—with the requirements of Islamic Banking and Finance……

It concludes that Bitcoin or a similar system might be a more appropriate medium of exchange in Islamic Banking and Finance than riba-backed central bank fiat currency, especially among the unbanked and in small-scale cross-border trade.

Penjabaran dari Charles W. Evans sangat detail dilihat dari background, pertimbangan hukum haram atau halal bagi fee tertentu (dari kajian paper terkait keuangan Islam lainnya). Overview terkait nilai Bitcoin pada BMS juga diulas oleh Charles W. Evans.

This paper analyzes the relationship between a distributed, autonomous block chain management systems (BMS) like Bitcoin—also referred to as a ‘virtual currency’—and Islamic Banking and Finance (IBF). It shows that a BMS can conform with the prohibition of riba (usury)—as Bitcoin does—and incorporate the principles of maslaha (social benefits of positive externalities) and mutual risk-sharing (as opposed to risk-shifting).

Pada bagian kesimpulan, paper ini juga menjelaskan bahwa Bitcoin lebih cenderung berlawanan dengan riba.

Note personal dari kami: dimana uang yang dipakai saat ini terkait inflasi dan terkait perkembangan nilai uang yang terkait dengan jasa pinjam, kepercayaan kepada pihak penerbit dengan jaminan emas atau uang riba lainnya dan sudah tentu uang saat ini sangat terkait dengan bunga – kebanyakan dari dampak inflasi, misal dampak inflasi pada uang terutama terkait pemodalan.

Dalam pemodalan dan pertumbuhan usaha, bisa disebut pasti harus ada nilai perkembangan bisa disebut IRR atau WACC dan ini selalu dikaitkan atau lebih besar dari nilai inflasi atau suatu nilai bunga.

Bisa disebutkan bahwa sistem (perkembangan/penurunan suatu mata uang) uang saat ini bisa disebut pasti terkait bunga dalam perkembangan nilai uang tersebut. Nilai atau fungsi uang ini diatur oleh negara – selain negara atau undang-undang (dan sering disalah gunakan untuk menyerang atau menopang uang lain. Misal ada jual/beli Rupiah yang bisa menurunkan atau menaikan rupiah. Disisi lain beberapa mata uang negara tertentu harus menopang mata uang lain, bisa anda telusuri lebih lanjut. Topangan mata uang ini ke mata uang lain seperti riba menopang riba).

Berbeda dengan Bitcoin, Bitcoin tidak ada hubungan dengan inflasi dan jasa bunga. Nilai Bitcoin murni karena kepercayaan dan kesepakatan (bersama dan tidak ada yang mengatur, sebetulnya bisa disebut tidak ada yang mampu mengatur Bitcoin bahkan pemerintah Amerika bergabung dengan Cina, Rusia dan semua Eropa barat sekalipun).

Bisa saja anda pinjamkan tanah/Bitcoin/emas atau komoditas lainnya, kemudian juga anda terapkan bunga dan denda maka hal ini menjadi riba juga.

Sebagai tambahan, Prof Rodney Wilson (Durham Centre for Islamic Economics and Finance dan juga dosen di Qatar, Visiting Professor at Qatar Faculty of Islamic Studies – Pemenang penghargaan dari Islamic Development Bank atau IDB Price pada tahun 2015) juga termasuk yang sering membahas Bitcoin dan Islam.

H.E. Tan Srii Dr. Zetii Akhtar Aziiz Malaysia 34 بروفيسور الدكتور/ رودين ولسن و الشيخ / حممد تقي عثماين Islamic Banking & Finance Britain and Pakistan 1435H (2014G)

Jointly to Prof. Dr. Rodney Wilson & Shaikh/ Mohammad Taqi Usmani Professor Dr. Seif El-din Tag El-din Sudanese 1436H (2015) Islamic Economics الدين تاج الدرين سيف/ الدكتور بروفيسور 35

Professor Dr. Mohamad Kabir ul Hassan Bangladesh 1437H (2016) Islamic Banking & Finance حسن كبري حممد/ الدكتور بروفيسور 36

Disis lain berita gelap mengenai Bitcoin memang banyak. Ada pasar gelap yang menjual obat terlarang menggunakan Bitcoin.

Berita terbaru juga menunjukan ada kemungkinan pihak teroris menggunakan Bitcoin. Ini membuat keadaan jadi lebih rumit lagi.

Mungkin anda ada sumber lain yang bisa membuat pambahasan Bitcoin menurut Islam lebih ramai dan lebih detail dari sisi lainnya?