BISNIS AWAN YANG MENGGIURKAN

0
168

Indonesia adalah negara yang masih berpangku terhadap komoditas. Berbeda dengan Malaysia yang sudah berkembang dan bergerak kearah bukan komoditas dimana indeks inovasi sudah meningkat dan dianggal 3 besar untuk negara income kecil.

Singapur jauh lebih baik dalam artian devisa dan income dari komoditas, negara ini sudah menjadi negara yang menjual jasa. Tidak terkait musim atau persedian sumber daya alam, bisnis dan pendapatan terus berjalan.

Salah satu bisnis yang berjalan pesat di Singapur adalah bisnis teknologi IT. Pada tahun 2015, Google memutuskan untuk membuat data center kedua di Singapur dengan nilai invetasi sebesar 675 juta dolar Singapur (kurs saat ini sekitar 493 juta USD) dan diharapkan mulai online pada tahun 2017. Sebagian dari fasilitas ini sudah berjalan dari tahun 2013 dan sedang dikembangkan.

Google data center in singapore di singapur kedua terbesarKENAPA DATA CENTER HARUS DIPASANG?

Cloud Chief Google Diane Greene ingin agar penjualan jasa Cloud meningkat tajam di tahun 2017.

bisnis cloud 2016Bisnis cloud diperkirakan akan meningkat sebesar 35%, bernilai total sekitar 20 miliar USD dan tentu ini angka perkembangan bisnis yang besar (data diambil dari Gartner). Oil and gas saat ini sedang turun tajam sehingga angka bisnis cloud terihat kontras.

Pernyataan Diane Greene terpicu oleh pendapatan Google Cloud Service yang hanya pada angka 500 juta USD dibanding total nilai angka yang diperebutkan.

Sesuai dengan rencana pengembangan bisnis cloud, Google juga baru merencanakan membuka Cloud Center di duat tempat berbeda yaitu di Jepang dan Oregon. Bahkan Google merencanakan akan membuka 10 data/cloud center baru. 10 data/cloud center ini belum dipastikan akan dibangaun atau menyewa. Mungkin ini kesempatan Teknopolis?

Berita dari berbagai sumber dan gambar terutama dari: Google.