BISNIS DAN CARA MENANAM KAYU JATI SOLOMON

0
296

Beberapa bulan yang lalu kami mendapat kesempatan berkunjung ke perkebunan pohon Jati di Purwakarta dimana lahan yang pakai super luas kisaran beberapa ratus hektar. Di waktu terpisah kami juga berkesempatan mengunjungi pusat pembibitan pohon/bibit jati di Bogor.

Bisnis pohon Jati seperti bisnis pohon Sengon banyak dibahas dan banyak kengunggulan sehingga layak untuk dicoba:

  • konservasi alam untuk mencegah erosi dan filter udara alami;
  • low maintenance cost (bisa ditanam dan ditinggalkan);
  • low risk (karena cenderung tidak ada hama khusus);
  • bisa disebut medium/high gain.

Studi dilakukan dari melakukan interview ke praktisi dan petani pohon Jati hingga studi literatur.

Dari studi literatur dan wawancara kami dapat berita berbagai hal dari hanya terkait pohon jati, pohon jati solomon hingga tentang sengon solomon dibanding sengon lokal. Sebaiknya anda berhati-hati terkait Sengon Solomon. Apakah Sengon Solomon memang lebih baik dari Sengon Lokal?

Beberapa pihak berusaha mengumumkan bahwa sengon solomon jauh lebih baik dari sengon biasa tetapi hal tersebut hanya palsu. Pihak tersebut menjual bibit atau benih pohon sengon solomon tetapi tidak bertanggung jawab dan berpura-pura meyakinkan bahwa Sengon Solomon jauh lebih baik tetapi tidak demikian.

Pemilihan jenis dan tipe pohon yang akan ditanam sebaiknya anda pertimbangkan secara hati-hati karena sekali anda tanam bisa disebut tidak bisa anda ganti karena terkait waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Studi harus kuat karena setelah pohon apa yang akan anda tanam maka semunya dimulai, lahan dipersiapkan, bibit dibeli, ongkos kirim dan ongkos tanam pohon tidak murah.

Sesudah kami mempertimbangkan jenis pohon untuk bisnis kayu macam apa yang terbaik, apakah lebih baik menanam kayu Jati atau menanam Sengon. Secara umum lebih baik menanam Pohon Jati.

Pertimbangan dari bisnis kayu Jati akan diuraikan dan akan juga dibandingkan dengan bisnis kayu sengon. Studi untuk memutuskan mana yang lebih bagus membawa kami bertemu dengan beberapa alumni IPB (yang familiar dengan kelimuan forestry – perhutanan atau perkebunan).

Nara sumber penting alumni IPB ini berkesempatan kami wawancara dan lakukan sharing knowledge. Tempat untuk sharing ini juga di lokasi dimana pembibitan pohon Jati dilakukan. Tempat ini bernama ICBB atau Indonesian Center For Biodiversity and Biotechnology, anda juga bisa berkunjung ke tempat tersebut untuk membeli bibit pohon dan kelengkapan lain yang bisa disebut terbaik karena terkontrol dengan standar yang tinggi.

Sebagai catatan tambahan, kami tidak berafiliasi dengan ICBB, kami hanya pengunjung dan pihak yang tertarik untuk menanam pohon Jati dan Pohon Sengon. Kami saat ini tidak jug menjual bibit pohon jati atau bibit pohon sengon. Kedepannya kami akan berencana melakukan pembibitan tetapi hanya untuk penanaman sendiri.

Sewaktu kami melakukan studi literatur dan wawancara dengan beberapa pihak yang pernah atau familiar dengan kegiatan usaha kayu, kami sudah tertarik dengan bisnis dengan pilihan pada Kayu Jati. Sesudah kami tertarik dengan pilihan kayu Jati maka kami juga tertarik untuk melanjutkan mencari berbagai produsen kayu jati yang bisa dipercaya. Dari pilihan ini kami tertarik mencoba bibit pohon jati yang ditawarkan oleh ICBB. ICBB sebtulnnya adalah badan yang tidak dikhususkan untuk mencari untung.

ICBB (Indonesian Center for Biodiversity and Biotechnology) merupakan lembaga non-pemerintah pertama yang bersifat nonprofit dan bergerak di bidang pembuatan pupuk hayati dan pupuk organik dengan teknologi canggih di Laboratorium.
Laboratorium kami merupakan laboratorium rujukan pemerintah yang mengacu pada Permentan No. 70/ Permentan/ SR. 140/ 10/ 2011.

ICBB melakukan kegiatan tambahan sebagai kegiatan lain menggunakan peralatan dan mengisi waktu dan lahan yang tidak terpakai. Dari ide penggunaan resources ini, ICBB memiliki bibit unggulan Jati yaitu Jati Solomon, anda bisa mencari info lebih atau berdiskusi dengan mereka secara langsung. Mereka sangat terbuka dan memang praktisi dan ahli di bidang Pertanian dan Perhutanan. ICBB melakukan pembenihan tidak hanya pada pohon jati tetapi juga terutama kepada pohon yang sangat dibutuhkan oleh petani seperti bibit Padi.

Selain dalam pembibitan pohon, ICBB juga memiliki keahlian dibidang pupuk. Terutama di bidang Pupuk Hayati bagi Petani dengan hasil penelitian lebih dari 10 tahun.

Mungkin uraian terkait ICBB bisa anda pertimbangkan jika anda ingin mencari bibit pohon yang terjamin bagus.

Sesudah anda melakukan persiapan maka langkah selanjutnya adalah menanam Pohon Jati pada lahan yang sudah disiapkan.

PEMBIBITAN POHON JATI

BIBIT POHON JATI BIASA

Tegakan jati yang sehat, tumbuh cepat, dan menghasilkan kayu yang berkualitas dapat diperoleh dari benih yang induknya berkualitas (benih unggul). Benih yang unggul akan menunjukkan pertumbuhan yang maksimal jika ditanam pada lahan yang sesuai bagi pertumbuhannya. Anda harus yakin mendapat bibit yang bagus karena semuanya tergantung dari tahap awal ini.

Anda bisa membeli pohon yang bagus atau anda bisa juga menanam dari bakalan yang anda yakin bagus.

Pilihlah benih yang sehat dan telah masak. Benih jati yang telah masak dicirikan dengan warna cokelat gelap. Buah yang belum masak berwarna agak putih terang jangan dipakai karena bisa tidak sempurna pembentukan bibitnya. Kemudian benih dikeringkan dengan cara dijemur pada suatu areal datar dengan sinar matahari langsung.

Penjemuran dilakukan selama 1-2 hari penuh pada cuaca cerah. Dengan cara ini akan dihasilkan benih dengan kadar air sekitar 10% – 12% dan dapat diperkirakan dengan keadaan benih biji kering agak abu-abu atau hitam muda. Setelah kering, benih dibersihkan dengan cara membuang mahkotanya serta memisahkan kotoran atau serasah yang tercampur dalam benih. Benih yang sudah berlubang-lubang (bopeng) tidak selalu menandakan bahwa benih tersebut berkualitas buruk. Benih seperti ini sering lebih mudah berkecambah karena telah mengalami skarifikasi (penipisan kulit benih) secara alami.

Di dalam satu kg benih jati biasanya berisi sekitar 1.500 butir. Ukuran besar atau kecil tidak menunjukkan baik atau buruknya mutu suatu benih. Benih yang telah kering disimpan dalam wadah plastik. Benih sebaiknya disimpan paling lama 2 tahun pada ruangan yang kering.

CARA MENYEMAI BIBIT JATI

Untuk menyemaikannya maka diperlukan butuh media berupa tanah yang baik biasanya dengan tanah yang subur dan besarnya media tergantung jumlah biji jati. Jika biji jati yang ingin Anda semaikan 1 kg misalnya, Anda bisa menggunakan media dengan panjang kurang lebih 1 m dan lebar 50 cm.

Setelah media penyemaian siap, Anda bisa mengisi media tersebut dengan tanah yang dicampur dengan pupuk kompos. Ketebalan tanah yang Anda masukkan ke media penyemaian tidak boleh lebih dari sekitar 10 cm.

Untuk penyemaiannya dapat meletakkan biji jati yang sudah siap semai tadi di atas tanah tersebut kemudian melapisinya dengan pasir kira-kira setebal 5-10 cm. Pasir sendiri berfungsi untuk memanaskan biji jati dan setelah biji jati terlapisi dengan pasir dan bisa menutupnya dengan plastik setinggi 70-80 cm. Namun, sebelum menutupnya dengan plastik, buat dulu kerangka bambu berbentuk melengkung diatas media tersebut agar bisa terjadi penguapan yang membantu proses terbakarnya biji jati.

Setelah semuanya siap, siramlah 3 sampai 4 kali seminggu dan setelah 3 minggu, benih jati pun akan menjadi kecambah dan bisa Anda pindahkan kedalam polibag ketika tingginya sudah mencapai 3-5 cm. Sungkup bedeng tabur dengan plastik transparan dengan rapat membentuk 1/2 lingkaran.

Lakukan penyiraman rutin setiap hari atau setidaknya sehari sekali jika sudah berkecambah, utamakan penyiraman pada pagi hari (disaat kemarau).

Kurang lebih 15 hari benih mulai berkecambah, lakukan penyapihan anakan setelah tumbuh 2-3 daun. Siapkan terlebih dahulu Polybag sehingga terisi cukup media. Siram polybag (media) yang sudah disiapkan sampai basah dan merata.

Lubangi media dalam polybag sedalam 1 cm, selanjutnya tanam benit bibit sekitar 5 cm yang siap disapih tersebut untuk ditanam dengan hati-hati.  Tekan tanah sekelilingnya sampai optimal agar bisa dijadiakan lubang tanam dan segera lakukan penyiraman saat bibit sudah di tanam di polybag/kantong plastik.

Perawatan selama benih pohon jati ini dalam polybag sangat diperlukan agar bibit jati dapat tumbuh dengan baik.

Sekitar kurang lebih 4-5 bulan bibit jati dalam polybag sudah dapat ditanam pada lokasi kebun untuk masa tanam sekitar 10 tahun lebih. Itulah tantanganya, tidak cepat.

PERHITUNGAN BISNIS TANAM POHON JATI

Biaya perkiraan awal pada bagian berikut hanya estimasi dan kadang berubah (contoh lokasi dan harg pupuk bisa berbeda jika pada bulan tertentu – kadang harga komponen pupuk berubah juga).

Biaya Perkiraan  Awal.
Pengadaan bibit Jati Emas (biji) : 1000 x Rp.
10.000,00
= Rp.
10.000.000,00
Pupuk awal tanam : 1000 x Rp.
5.000,00
= Rp.
5.000.000,00
Ongkos tanam : 1000 x Rp.
5.000,00
= Rp.
5.000.000,00
Sub Total :
(a)
= Rp.
20.000.000,00

 

Catatan:

  • Asumsi sekitar 1000 pohon untuk 1 hektar;
  • Harga pohon jati adalah harga resmi di ICBB dan anda bisa bernego untuk mendapatkan harga yang lebih murah terutama jika anda membeli banyak;
  • harga tanam tergantung lokasi, anda harus bernegosiasi;
  • harga tanam disini tidak memasukan harga persiapan lahan, bisa sekitar 5 juta hingga 10 juta bagi setiap hektar lahan.

 

Biaya Perkiraan Pemeliharaan (selama periode 15 tahun).
Pemupukan berkala     : 17 x 1000 x Rp.
500,00
= Rp.
8.500.000,00
Obat anti hama : 34 x 1000 x Rp.
200,00
= Rp.
6.800.000,00
Pemeliharaan rutin : 5 x Rp.
600.000,00
= Rp.
30.000.000,00
Sub Total :
(b)
= Rp.
45.300.000,00

 

Catatan:

  • Asumsi sekitar 1000 pohon untuk 1 hektar dimana harga tukang dan biaya jaga kebun tidak dimasukan (harga bisa berbeda dan berubah sesuai keadaan dan lokasi);
Biaya Panen.
Perijinan : 1000 x Rp.
10.000,00
= Rp.
10.000.000,00
Penebangan : 1000 x Rp.
25.000,00
= Rp.
25.000.000,00
Sub Total :
(c)
= Rp.
35.000.000,00

 

Catatan:

  • Asumsi sekitar 1000 pohon untuk 1 hektar dimana harga komponen diatas bisa berubah, sebaiknya jika ingin konservatif bisa mengasumsikan 2 kalinya;
  • Biaya penebangan dan penjarangan bisa berbeda-beda apalagi dengan rentang waktu yang beda dari 0 tahun hingga 15 tahun.
Total Biaya / Modal: Rp. 100.300.000,00
(seratus juta tiga ratus ribu rupiah) – Ada catatan tambahan

 

Sebaiknya anda pertimbangkan nilai losses (mungkin sekitar 20% dan catatan lain bagian atas agar ada nilai aman).

PENGHASILAN DARI TANAMAN POHON JATI

Perhitungan nilai penghasilan dilakukan sesuai dengan periodisasi penebangan, dalam hal ini penebangan dilakukan dalam 3 (tiga) tahap yaitu tahap pertama dalam rangka penjarangan sebanyak 40 batang, kemudian pada saat pohon berumur 10 tahun dilakukan penebangan sebanyak 30 batang dan terakhir sebanyak 30 batang lagi ditebang pada saat pohon berumur 15 tahun.

Pada estimasi perhitungan ini akan sangat terpengaruh dengan berbagai faktor:

  • ukuran pohon sewaktu penjarangan;
  • ukuran pohon sewaktu penebangan kedua; dan
  • ukuran pohon pada saat penebangan pohon panen Jati.

Sebagai acuan awal taksiran harga pada saat ini dan disetarakan dengan harga kayu kelas IV yang berkisar antara Rp. 1.000.000,- sampai Rp. 3.750.000,- per meter kubik. Sebagai informasi tambahan bahwa menurut United Nation FAO Publication Forest Product Price patokan harga kayu jati dunia saat ini adalah sekitar  1,400 USD hingga 3.000 USD per meter kubik.

 

Tulisan dari berbagai sumber.