BKPM KEBIJAKAN KEPEMILIKAN DALAM BISNIS PARIWISATA

0
167

BKPM didirikan sejak tahun 1973 menggantikan fungsi dan badan yang sebelumnya dijalankan oleh Panitia Teknis Penanaman Modal yang dibentuk pada tahun 1968.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (atau dalam bahasa Inggris: Investment Coordinating Board) adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membantu pengurusan investasi di Indonesia yang bertugas untuk merumuskan kebijakan pemerintah dalam bidang investasi di bidang penanaman modal, baik dari investor dalam negeri maupun investor luar negeri.

Saat ini BKPM dipimpin oleh Ir. Franky Sibarani yang dilantik pada 27 November 2014 oleh Presiden RI Joko Widodo.

Baru-baru ini (pada tanggal 20 Januari 2016), BKPM berencana membuka jenis area baru dalam bisnis pariwisata dengan tipe pemodalan yang baru lebih fleksibel.

Pantai Indrayanti Beach Gunung Kidul Jogja Yogya Yogyakarta

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani memaparkan tujuh bidang usaha yang akan dibuka 100 persen untuk asing tersebut merupakan relaksasi regulasi.

Sedang bisnis sejenis bidang tertentu diperbolehkan hingga 70% kepemilikan saham.

Saat ini, rata-rata pembatasan kepemilikan bagi asing di sektor yang dilonggarkan ini maksimal 49 persen dan 51 persen untuk asing.

Penanaman modal dengan peluang kepemilikan 100% terbuka bagi tujuh bidang bisnis sebagai berikut: bidang usaha restoran, bar, cafe, serta empat bidang usaha gelanggang olahraga untuk jenis olahraga renang, sepakbola, tenis lapangan dan sport center.

Sedang peluang kepemilikan 70% adalah jenis usaha yang sejalan dengan kesepakatan AFAS atau ASEAN Framework Agreement on Services meliputi catering, golf field, exhibition convention service dan travel service (MICE) termasuk spa.

 

Berita bersumber dari; http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/01/20/192136926/BKPM.Asing.Bisa.Kuasai.100.Persen.Kepemilikan.di.Tujuh.Sektor.Wisata