CINA AKAN MENGUASAI TEKNOLOGI DAN INDUSTRI BITCOIN, ERNST AND YOUNG

0
33

CINA berkembang dengan cepat dan bisa disebut menguasai banyak hal baik segi teknologi dan juga keuangan.

Ernst and Young (EY) mengeluarkan laporan baru yang sangat mengejutkan, Cina juga akan merebut dominasi Bitcoin dunia.

Laporan EY ini dibuat dengan sangat komprehensif dalam tulisan berjudul: The Rise of FinTech in China.

Tidak terbatas kepada Bitcoin, khususnya Fintech di Cina akan berkembang dengan sangat pesat. Alibaba/AliPay sendiri diperkirakan memiliki market cap terkait Fintech hingga 60 miliar USD.

Kita dengan mudah melihat di Amerika dan juga Eropa tumbuh berbagai industri Fintech dan perusahaan pembuat jasa terkait Blockchain. Setiap perusahaan ini tumbuh dan membuat infrastruktur sendiri, masing-masing.

Cina berbeda, pelaku Fintech (Bitcoin) di Cina menggerakan blok atau infrastruktur Blockchain yang dibuat bersama untuk bersama disebut dengan ChinaLedger.

Pelaku Fintech tidak hanya Alibaba yang sudah terkenal tetapi juga bahkan ke aplikasi yang kita ketahui tetapi sebetulnya sudah jauh lebih depan penggunaannya.

This rapid spread of mobile payment platforms such as Alipay, WeChat and UnionPay Quick, is illustrated in Diagram 7 below, with a combined 98.3% of respondents having used mobile payment platforms over the past three months.

Dalam ulasan oleh EY, AliPay memang paling banyak dipakai bersama aplikasi Cash. Perkembangan ini terus meningkat di Cina. Bahkan berdasar investasi terhadap startup di cina (Startups Seed) mencapai angka 1.6 miliar USD.

Chinese FinTech is evolving incredibly fast and at a pace that the rest of the world struggles to emulate. As Chinese firms expand out of China, it remains to be seen whether they will prove robust enough for international markets.

We may also start to see more direct competition between the likes of Baidu and Google, Alibaba and Amazon, Tencent and Facebook. …

Cina sudah berkembang pesat hingga ke penggunaan yang sangat membumi dipakai banyak khalayak umum. Disaat bersamaan, seperti terlihat di Indonesia, FinTech masih diraba-raba dan belum ada pergerakan yang terasa tetapi dunia secara umum memang belum terbiasa dengan aplikasi Fintech.

Tidak heran jika dalam waktu kedepan, perusahaan Cina akan bersaing langsung (atau menelan) perusahaan besar di dunia seperti Facebook atau Google. Tidak ada perusahaan atau tenaga yang terlalu besar yang tidak akan tumbang.

Anda memiliki prediksi sama?

 

Referensi situs EY.