DARK MATTER – MATERIAL GELAP YANG TIDAK JELAS, ILMUWAN MENYERAH

0
88

ALAM SEMESTA berdasar pegamatan energi dan perkiraan massa, diperkirakan ada sekitar 27 persen tidak terdeteksi. Kehilangan massa sekitar 27% adalah suatu angka yang besar (lebih dari 1/4 angka hilang).

Dari perkiraan tersebut, diperkirakan ada suatu material yang sejauh ini tidak dapat kita lihat dan material ini yang merupakan bagian dari 27% yang hilang. Material ini disebut Dark Matter.

Disebut dark matter karena memang tidak bereaksi dengan radiasi elekttomagnet seperti cahaya. Karena tidak bereaksi dengan cahaya maka tidak terlihat.

Dark matter juga dianggap sangat bening bisa ditembus oleh radiasi elektromagnet (seperti cahaya) dan terlalu kecil sehingga tidak dapat menyerap atau meneruskan cahaya/radiasi yang melewatinya. Jika dimisalkan seperti cahaya yang melewati segelas air tetapi air pada gelas tersebut tidak bisa merubah atau menangkap cahaya tersebut, disaat bersamaan keberadaan dark matter ini sejauh ini tidak ada detektor khusus yang menangkap atau memperkirakannya.

Dark matter terasa oleh gravitasi dan pergerakan massa besar (seperti planet) yang bisa terganggu pergerakannya oleh dark matter ini. Karena dark matter ini sebetulnya terasa oleh sistem tetapi tidak terlihat oleh sistem yang dikenal oleh manusia maka dark matter disebut sebagai misteri Fisika Modern. Banyak pihak yang ingin mengetahui dan memastikan seperti apa dan bagaimana sebetulnya dark matter.

PERCOBAAN MENANGKAP DARK MATTER

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dark matter ada tetapi tidak bisa bereaksi dengan radiasi elektromagnet, beberapa percobaan dilakukan ditempat yang tidak terganggu oleh radiasi elektromagnet dan di tempat dimana dark matter ada hilir mudik. Dimana tempatnya yang cocok?

Tebakan anda benar, dark matter harus dicoba ditangkap di tempat yang dipastikan tidak ada radiasi elektromagnet, dimana terlindungi lapisan seperti batu atau tanah maka dark matter diamati di dalam gua yang dalam. Dark matter diharapkan hilir mudik di kedalaman tanah nun jauh di tempat bekas penambangan dan tidak terganggu radiasi sehingga mudah ditangkap atau diamati (pada kedalaman sekitar 4,850 kaki atau sekitar 1,480 m).

HASIL MENANGKAP DARK MATTER

National Science Foundation dimulai pada tahun 2007 mengusulkan dan membuat lab di dalam tanah dengan biaya sebesar 875 juta USD. Sejauh ini pemerintah Amerika belum menyetujui mengeluarkan dana terkait biaya 875 juta USD untuk mempergunakan bekas penambangan emas di Dakota.

Sesudah philanthropist T. Denny Sanford melakukan donasi sebesar 70 juta USD dan pemerintah daerah juga menyetujui pendanaan dan demikian juga National Science Foundation untuk melakukan pengamatan yang diusulkan dan untuk menghidupkan kembali tambang lama ini, maka kegiatan dibawah tambang ini  dimulai.

Tempat ini dinamakan The Large Underground Xenon (LUX) yang dilakukan di Sanford Underground Research Facility di Dakota Sleatan.

Hanya saja pengamatan yang dilakukan tersebut sejauh ini tidak menemukan pertanda bahwa dengan lab dibawah tanah tersebut dark matter bisa muncul tertangkap.

Hasil mengamati Dark matter ini setelah 3 tahun dinyatakan tidak bisa diketahui. Ilmuwan menyerah.

Prinsipnya dark matter tidak terlihat tidak terdeteksi dan tidak heran jika tidak bisa diamati dan sukses sejauh ini para ilmuwan sepakat tidak bisa dipastikan bagaimana keberadaannya. Nada.

Dark matter is thought to account for more than four-fifths of the mass in the universe. Scientists are confident of its existence because the effects of its gravity can be seen in the rotation of galaxies and in the way light bends as it travels through the universe, but experiments have yet to make direct contact with a dark matter particle.

Masih ada harapan untuk mengetahui dark matter ini dari percobaan-percobaan yang dilakukan oleh LHC.

 

Berita dan gambar didapat dari SITUS SANFORD LAB.