DATA CENTER MENJADI PEMAKAI ENERGI TERBESAR DI SUATU NEGARA, KENAPA?

0
90

DATA CENTER adalah bagian dari backbone ekonomi saat ini terutama bagi negara-negara maju seperti Amerika.

Hanya berisi beberapa kotak database dan mungkin hanya pada suatu gedung ternyata penggunaan energi bisa besar sekali.

Kotak-kotak ini mungkin bisa digambarkan sebagai peternakan server dengan peliharaan cloud service di dalamnya.

Apple termasuk perusahaan yang memerlukan data center secara khusus karena memang pengguna data tersebut banyak termasuk saya dan anda (jika menggunakan iPhone atau iPad).

CORK, Ireland—February 23, 2015—Apple® today announced a €1.7 billion plan to build and operate two data centres in Europe, each powered by 100 percent renewable energy. The facilities, located in County Galway, Ireland, and Denmark’s central Jutland, will power Apple’s online services including the iTunes Store®, App Store℠, iMessage®, Maps and Siri® for customers across Europe.

Khusus bagi pengguna di Eropa (atau jika anda berkunjung kesana) maka data center ini terletak di Irlandia karena tawaran bebeas pajak atas services tertentu dan terbukti membuat pendapatan Apple terhemat hingga kisaran 8 hingga 19 miliar USD. Irlandia sendiri menawarkan hal ini untuk menciptakan lapangan kerja yang memang tersedia terdorong dengan adanya data center ini.

Data center sendiri memerlukan energi yang besar untuk pendingin dan sumber power bagi pelaksanaan jasa yang dilakukan, sebagai solusi Apple akan membuatnya berasal dari renewable energy.

Microsoft mencoba menerapkan keperluan energi pendingin ini dari air laut dengan menyiasati data center di bawah air. Solusi yang cerdik dan ramah lingkungan.

KENAPA ISU RENEWABLE ENERGY MENJADI POIN PENTING BAGI DATA CENTER?

Data center adalah monster pelahap energi yang sangat besar. Khusus di Amerika terdapat 34 power plant yang tersedia dan habis oleh data center. Ukuran power plant ini besar tidak dapat dibandingkan dengan di Indonesia. 17 Power plant lain akan diperlukan jika proyeksi perkembangan ekonomi dan user sesuai estimasi saat ini pada 2 tahun mendatang.

Setiap dari power plant tersebut memiliki kemampuan menghasilkan listrik hingga 500 Mega Watt.

Power plant yang bisa disebut terbesar di Indonesia saat ini adalah Power Plant PLN di Muara Karang dengan kapasitas 1000 Megawatt (berdasar data wikipedia). Tidak ada power plant lain di Indonesia yang lebih besar dari Muara Tawar.

Google hampir memiliih Indonesia sebagai data center tetapi gagal karena masalah energi untuk pemasok bagi data centernya.

Menurut Business Insider, Data center Apple di Irlandia adalah tempat yang mengkonsumsi energi paling besar di negara tersebut hingga lebih besar dari konsumsi energi Dublin.

Apple expects the maximum power requirement for the data centre to rise to up to 240 Megawatts, according to the company’s Revised Environmental Impact Statement. If fully built out, the data centre would use 2,102 Gigawatt-hours a year, Daly said, adding that the whole of the Republic of Ireland only used 25,780 Gigawatt-hours in 2014.

Sayang sekali Data center Google tidak jadi di Indonesia, mungkin dampak ekonomi dan kemajuan teknologi dan bisnis IT di Indonesia aka terdorong. Belum lagi mimpi Teknopolis bisa terdorong juga jika  data center ini ada.

The two data centres, each measuring 166,000 square metres, are expected to begin operations in 2017 and include designs with additional benefits for their communities. For the project in Athenry, Ireland, Apple will recover land previously used for growing and harvesting non-native trees and restore native trees to Derrydonnell Forest. The project will also provide an outdoor education space for local schools, as well as a walking trail for the community.

Dengan menggunakan energi ramah lingkungan maka Apple berarti tidak merusak alam, mendorong penjagaan kawasan setempat bahkan menciptakan energi sendiri tidak menganggu keperluan publik. Kenapa hal ini tidak bisa dijadikan patokan di negara kita?

Area publik seperti pantai yang memiliki potensi ekonomi (karena strategis) dan dekat dengan lingkungan konservasi alam malah dikhususkan menjadi area elit bagi sekelompok orang. Sayag sekali jika mangrove sekitar pesisir Jakarta tertutup atau rusak atau malah hanya terbatas bagi sekompok orang saja.

Belum saatnya negara tercinta kita maju adil seperti negara sosialis Eropa Barat (seperti Swedia, Norway atau Finland). Mereka lebih Islami dari negara kita yang penduduknya mayoritas Islam.

KUNJUNGI halaman depan kami, WWW.LEMBAR.INFO bookmark dan anda mendapat berita update entrepreneur, blog & tech setiap hari.

Berita diambil dari Apple dan situs Business Insider.