FRACKING OIL PENYEBAB HARGA MINYAK TURUN

0
237

Diluar dugaan para pelaku bisnis oil and gas, saat ini harga crude oil (minyak) turun drastis dari sektar 100 usd/barel menjadi kisaran 40 usd/barel (pada Juni 2014).

Bahkan Desember 2015 crude oil dijual pada harga 22 USD/barel di Canada (bisa dibaca pada link ini). Crude oil ini yang menjadi sumber hasil dari pertalite, pertamax dan premium. Berbeda dengan hasilnya yang dijual di Indonesia yang dikontrol pemerintah dan pasar terbatas, harga crude oil dipasar dunia adalah bebas berdasar supply & demand.

pertamax premium pertalite solar spbu ‎jl zainul arifin no. 20 jakarta 11140 December ‎17 2015 ‏‎1 minute ago

Harga kisaran 40 usd/barel hingga jatuh ke kisaran 20 USD/barrel terjadi karena produksi oil dan gas digenjot dengan cara eksplorasi baru. Desas-desus lain memang ada juga karena adanya perang produksi dan harga jual antara negara penghasil minyak dan peng-import crude terutama Amerika. Desas-desus ini jika dilihat memang dipertajam produksi yang membludak.

Membesarnya produksi oil and gas saat ini karena teknologi saat ini memungkinkan untuk memproduksi oil & gas pada keadaan sumur yang dalam keadaan normal (teknologi sebelumnya) lakukan.

Dalam keadaan normal pengeboran dilakukan hingga posisi target di kedalaman sumber oil dan gas. Sesudah pada titik tersebut dicapai, produksi diawali dengan stimulasi melalui kegiatan well-completion.

220px-Perforated_Shoe

Prinsip dasar well-completion pada eksplorasi normal, pada bagian ujung pengeboran dilakukan pemasangan bagian ujung pipa biasa disebut production tubing. Tipe pemasangan production tubing kadang disertai tubing, liner atau tidak (bared). Tubing ini pada prinsipnya adalah intake dimana oil atau gas mengalir masuk ke pipa pengeboran dan dibawa ke atas permukaan tanah.

Ujung dari pengeboran minyak bisa pada titik sekitar 1.5 km hingga 2 kilometer dibawah permukaan tanah. Tidak heran jika pengeboran minyak bisa dilakukan hingga 1 sampai 2 tahun untuk 10 titik sumber/sumur minyak atau gas.

Saat ini produksi oil dan gas lebih banyak karena memungkinan dari segi teknologi dengan adanya Fracking atau Fracturing Well.

Pada Fracking atau Fracturing, end tubing completion biasanya mendatar atau sesuai sumbu horizontal tempat perkiraan minyak berada, kemudian perbedaan lagi pada fracking yaitu intake bagi liquid masuk (bisa berupa oil atau gas) perlu banyak tempat sebagai intake, perbedaan lain bagi fracking adalah pada saat produksi, sumur harus tetap di stimulasi yang sudah terdapat lumrah dengan kondisi teknologi saat ini.

PERBEDAAN PERTAMA FRACKING DISAAT WELL COMPLETION

Pada saat well completion, sumur fracking perlu banyak in-take

FRACKING OIL WIKIPEDIA skema sumur gas dan crude oil

Pada kedalaman target dimana Hidrocarbon atau liquid atau crude oil atau gas berada, maka pipa pengeboran dibuat horizontal atau sesuai penampang lokasi oil atau gas berada (jika penampang miring tidak mendatar seperti pada gambar diatas).

Sesudah tubing terakhir dipasang, maka pada ujung dan bagian datar dimana oil atau gas berada perlu dibuat intake. Pembuatan in-take atau tempat mengalir masuk liquid/crude oil/gas dibuat biasanya dengan membuat lubang pada tubing dan bisa dipicu dengan ledakan terkontrol (semisal bom kecil).

Sebagai acuan untuk membaca lebih lanjut tentang tipe detonator untuk pembuatan perforating tubing bisa dilihat di: http://www.google.com/patents/CN203008876U?cl=en

Sesudah in-take untuk aliran masuk tersedia, pada stage berikutnya (ada kemungkinan pada keadaan awal tambahan pressure tidak diperlukan) agar produksi terjaga dan bertekanan besar maka fluida/hidrokarbon/crude oil/gas pada sumur harus dijaga tekananannya.

Menjaga tekanan pada perut sumur ini prinsipnya jika ada yang keluar maka harus ada yang masuk.

Jika satu kubik crude oil didorong keluar, maka satu kubik air (bisanya dengan kimia tertentu) harus didorong masuk menggantikannya. Kimia ini bisanya untuk mengurangi tegangan permukaan sewaktu air didorong melalui pori-pori tanah atau bebatuan di perut bumi.

kontinuitas massa masuk massa keluar crude gas produksi keluar diganti cairan fracking fracture

Kimia ini juga bertujuan biasanya untuk mencegah reaksi kimia antara air dan hidrokarbon mejadi senyawa yang merugikan seperti bersifat korosif, menggumpal menghambat cure oil melalui pori-pori tanah atau malah air memblok crude oil sehingga sumur tertutup dan produksi terhenti.

Fracking pada eksplorasi sumur baik untuk crude oil atau minyak mentah atau bagi gas dilakukan dengan menekan bebatuan atau tanah di dalam perut bumi, tekanan ini bermaksud memecahkan lapisan tanah atau batu. Fracturing equipment memasukan cairan kedalam perut bumi hingga mencapai tekanan 100 megapascals (15,000 psi) dengan debit sekitar 265 litres per detik (9.4 cu ft/s) (100 barrels per menit).

Karena tekanan memecahkan lapisan di perut bumi dipercaya bisa saja hal ini memicu tekanan atau geseran pada lapisan tanah, sebagai hasilnya bisa jadi gempa dipicu oleh tekanan ini.

Gempa bisa dipicu oleh kegiatan manusia jika pada kekuatan dan posisi yang tepat. Gempa tidak bisa dibuat oleh manusia sebagaimana fracking bisa memicu gempa jika tepat.

Gambar yang dipakai diambil dari situs wikipedia: https://en.wikipedia.org/wiki/Hydraulic_fracturing

dan: https://en.wikipedia.org/wiki/Hydraulic_fracturing

tulisan berdasar dari berbagai sumber.