GMAIL AKAN DIBUKA AKSESNYA UNTUK FBI?

0
17

GMAIL baru saja mendapat permintaan dari FBI terkait permintaan akses isi mailbox bagi penyelidikan yang diperlukan FBI bagi pengguna diluar Amerika. Anda tentu ingat film Edward Snowden yang memperlihatkan akses pemerintah untuk mengambil data secara paksa dan tanpa disadari pengguna gadget.

Pemerintah Amerika sepertinya tidak perlu programmer yang canggih atau pintar, cukup mengeluarkan surat sakti maka operator akan dipaksa menyerah. Untuk kasus ini menurut Independent sepertinya Google akan memenuhi hal tersebut.

Google plans to appeal the ruling, which was made barely half a year after a similar case involving Microsoft had the opposite outcome.

7 bulan sebelum permintaan pembukaan akses Gmail oleh FBI, Microsoft memiliki masalah sejenis untuk penyelidikan Narkoba dan pengadilan membela Microsoft agar tidak usah membuka akses email bagi FBI.

Menurut The Guardian, Google memiliki masalah penempatan data. Terkadang Google harus merapihkan dan memilah data sehingga terkadang lupa data tertentu ada dimana. Bisa anda bayangkan akan ada banyak data karena tercata ada sekitar 1 miliar pengguna Gmail saat ini (data pada 2 Februari 2016).

Google relied upon the Microsoft decision in its defence, saying that it had complied with warrants it had received by turning over data the company knew was stored in the US. But Google said in court documents that it sometimes breaks up emails into pieces to improve its network’s performance, and did not necessarily know where particular emails might be stored.

According to Rueter’s ruling, Google receives more than 25,000 requests annually from US authorities for disclosures of user data in criminal matters.

Jika saja anda akan ikut PILKADAL atau PEMILU KADAL maka anda harus membereskan data anda.