Goldman Sachs vs Blockchain dan Cryptocurrency

0
254

Goldman Sachs adalah korporasi bangking raksasa multi nasional dan bisa disebut sebagai pelaku bisnis keuangan terbesar di dunia termasuk juga sebagai investor.

logo goldman sachs

Investasi Goldman Sachs juga dilakukan terhadap Unicorns yang saat ini berlahiran tidak hanya di bidang keuangan semata. Beberapa Unicorns besar yang ditanam uang dari Goldman Sachs diantaranya Uber Technologies, Pinterest dan DropBox.

Pada saat Bitcoin pertama lahir, banyak pihak perbankan dan keuangan yang tertawa. Tidak demikian bagi para pelaku dark web. Bitcoin ditambah pengetahun komputer dan bisnis menjadi bahan yang serius. Kami termasuk salah satu pelaku mining pada tahap awal hanya saja tidak secara serius hanya ingin tahu dan penasaran terkait bagaimana sistem Bitcoin bekerja.

Bagaimana sekarang posisi Bitcoin?

Mungkin pendapat CEO besar perbankan bisa mewakili pendapat Perbankan tentang Bitcoin, JP Morgan CEO Jamie Dimon menyebut: “the question isn’t whether we accept it. The question is, do we even participate in people who facilitate Bitcoin.”

Bukan lagi saatnya bagi perbankan menerima atau tidak tapi pertanyaan sekarang adalah bagaimana berpatisipasi melakukan fasilitasi bagi Bitcoin.

Perkembangan Cryptocurrency?

Goldman Sachs baru – baru ini, Desember 2015 baru saja mempatenkan aplikasi cryptocurrency baru bernama SETLcoin.

Goldman Sachs terkesan dengan cara kerja Bitcoin dengan Blockchain yang tersebar dan terbuka bagi setiap orang. Atas dasar sistem blockcahin tersebut, Goldman Sachs membuat sistem sejenis dengan cara kerja blockchain yang setipe hanya beda untuk aplikasi detailnya.

bagaimana cara kerja bitcoin cryptocurrency uang kripto Block Chain how it works bagaimana cara kerja bitcoin blockchain block chain

Goldman Sachs akan menerapkan sistem settlement untuk pasar sekuritas yang akan berdasarkan protokol cryptocurrency dengan sistem uang kripto tersendiri bernama SETLcoin.

Aplikasi Blockchain ini akan mengurangi ketergantungan pelaku bisnis atau pertukaran uang atau nilai secara langsung, aman, terbuka dan nyaris secepat kilat dengan sistem verifikasi terbuka antar semua atau sebagian pengguna sendiri. Biaya pelayanan akan turun dan kegiatan bisnis tersebut menjadi lebih murah dibanding cara tradisional dimana untuk transaksi perlu perantara (middle man) dan sering perlu fee (yang tidak kecil) atas jasanya.

Walaupun fee kecil atau tidak ada, sebetulnya potensi blockchain bagi perbankan sangat besar bahkan diperkirakan perbankan bisa membuat uang lebih besar dari kegiatan finansial karena sistem sangat efisien.

Beberapa transfer atau bisnis menggunakan Bitcoin bisa memberikan fee sangat kecil dan disebut oleh pengumpul bitcoin atau miner dengan sebutan mengumpulkan debu. Transaksi Bitcoin semakin besar dan semakin banyak debu yang dikumpulkan.

number of transaction using bitcoin jumlah harian menggunakan bitcoin

Selain jumlah transaksi ini yang juga sedang dikejar oleh pihak perbankan juga karena pihak keuangan sangat tertarik untuk memerangi sisi gelap Bitcoin seperti Anonimus (pseudo-anonymity) yang dimiliki pemakai uang kripto.

 

Berita dan sumber gambar terutama dari:

Goldman Sachs:

http://www.goldmansachs.com/our-thinking/pages/macroeconomic-insights-folder/what-if-i-told-you/report.pdf

Bitcoin:

https://bitcoin.org/

Referensilain bisa dibaca di:

Uang Kripto atau Cryptocurrency terbaik: https://www.lembar.info/apa-crypto-currency-terbaik/