GOOGLE VS BAIDU YANG HIRE EX-PROFESSOR STANFORD DAN CHIEF AI GOOGLE, LOWONGAN KERJA IT

0
82

BAIDU adalah search engine yang sangat besar tetapi masih tidak terlalu dikenal banyak pihak terutama di Amerika. Dengan aksi penarikan pegawai baru ke Baidu yang sebetulnya ex-professor dari Stanford dan juga ex-Google menjadi perhatian yang lebih serius ditambah fasilitas lab baru Baidu di Silicon Valley.

Apakah Baidu ingin bersaing secara global dengan Google? Tentu ingin karena Baidu sudah menang secara umum di Cina. Setidaknya diperkirakan hingga 630 juta pengguna internet berasal dari Cina sendiri.

Baidu launched the Institute of Deep Learning in 2013. The team’s focus areas include image recognition, machine learning, robotics, human-computer interaction, 3D vision and heterogeneous computing.

Dengan dibukanya lab baru dengan nilai investasi hinga 300 juta USD, satu lab utama di Silicon Valley dan dua lab di Beijing tentu membuka lowongan kerja yang baru di dunia pengenalan gambar, 3D vision, bidang interaksi komputer – manusia dan bidang artificial – intelligent lainnya.

Berdasar pengumuman pada situs Baidu terdapat lowongan hingga 70 posisi baru bagi spesialis di bidang AI diperlukan Baidu saat ini.

Dengan dikepalai seorang bekas professor dan seorang bekas kepala tim dari Google tentu lab ini akan mengarah kepada perkembangan yang juga sedang dikejar Google.

Jika kita membuat perkiraan, mungkin dalam 5 tahun kedepan posisi Google, Facebook dan raksasa online dari Amerika tidak akan terganggu tetapi apakah anda berani menebak bahwa sesudah jangka waktu tersebut maka kekuasaan Google di dunia internet akan mulai digerogoti?