HUBUNGAN ANTARA TOYOTA, NILAI YEN DAN MENGGUNAKAN TANGGA

0
115

BREXIT memiliki banyak dampak dan salah satu dampaknya membuat pekerja di kantor pusat Toyota familiar dengan tangga.

Sewaktu terjadi krisis tahun 2008, Toyota menerapkan kebijakan yang sama. Pada saat itu terjadi kenaikan nilai Yen terhadap USD. Keadaan dimana Yen lebih tinggi dari USD maka dapat diperkirakan keuntungan bagi Toyota berkurang.

Seaktu Brexit akan terjadi hingga kemudian terjadi, nilai Yen ternyata menguat juga. Sebelumnya Jepang menerapkan kebijakan khusus terkait nilai suku bunga yang diterapkan di negara tersebut.

Toyota yang melebar kegiatan bisnisnya tidak hanya di Asia tetapi juga hingga ke pengembangan mobil bersama Microsoft jelas menderita jika nilai Yen turun.

Jika saja perusahaan anda untungnya turun maka hal pertama yang ditakutkan adalah bonus atau cuti, jika hal ini terjadi di Toyota maka yang ditakutkan bagi pekerja di lantai tinggi adalah antri atau berjalan kaki menggunakan tangga. Untuk mengurangi biaya pengeluaran karena pasti keuntungan berkurang maka Toyota mematikan 2 lift di kantor pusatnya.

Tahun 2015 tercatat ada sebanyak 1.89 juta kendaraan keluar dari Jepang dikirim ke berbagai negara termasuk juga truk dan bus. Net profit Toyota sebetulnya mencatat rekor tertinggi pada bulan Maret 2016 ini dimana menembus 2.31 trilion Yen atau sekitar 30,7 miliar USD.

Banyak diantara kendaraan tersebut dari Jepang dikirim ke Indonesia, sayang sekali dengan devisa negara kita. Anda ada komentar?

 

Berita diambil dari situs JAPAN TIMES.