INDEKS INOVASI GLOBAL ATKEARNEY CORNELL VS PWC

0
229

Inovasi adalah parameter yang unik dan bisa menjadi kunci untuk menjadi barometer negara atau perusahaan mana yang berkembang. Inovasi adalah kunci bagi masa depan.

AT Kearney (ATK) bersama Confederation of Indian Industry dan bersama Cornell University, INSEAD dan the World Intellectual Property
Organization (WIPO) sebagai Co-Publisher melakukan riset terhadap inovasi global.

Di kesempatan lain, PricewaterhouseCoopers (PWC) memiliki hasil studi terkait inovasi global tahun 2015 dan mengeluarkan hasil studi secara terpisah dan tentu saja menarik.

PWC STUDY Global-Innovation-1000-2015_890x250 Hasil studi dari PWC sebelumnya dibahas dalam posting terpisah dimana memperlihatkan hasil negara paling inovatif dengan urutan yang sama dibanding hasil ATK.

AT KEARNEY Report:

Switzerland, the United Kingdom (UK), Sweden,
the Netherlands, and the United States of America
(USA) are the world’s five most-innovative nations;
at the same time, China, Malaysia, Viet Nam,
India, Jordan, Kenya, Uganda, and a group of
other countries are outpacing their economic
peers in 2015.

PWC dan PWC menyebut bahwa negara paling inovatif adalah Swiss, kemudian disusul UK, Swedia, Belanda dan Amerika.

ATK menyebut kemudian bagi negara yang baru bangkit dari sisi perkembangan inovasinya yaitu China, Malaysia, Vietnam,
India, Jordan, Kenya, Uganda.

 

PWC menyebut negara inovatif di Afrika terutama yaitu Mauritius, Afrika Selatan dan Senegal. Untuk negara di Asia, PWC menyebutkan Singapur, Hongkong dan Korea sebagai urutan tertinggi.

PWC STUDY Global-Innovation- okUntuk negara dengan ekonomi rendah, PWC menyebut Malaysia pada urutan kedua sesudah Cina diatas Hungaria.

PWC STUDY Global-Innovation

Indonesia pada studi ATK memiliki nilai skor 29.79 pada posisi (Malaysia 45.98, Cina dengan skor 47.47 dan Swiss pada posisi 1 dengan skor 68.30). Dari nilai skor ini terlihat sebetulnya indeks inovasi Malaysia sangat maju bahkan tidak kontras jika dibandingkan dengan Cina.

Countries at higher income levels, instead, can
benefit from more developed innovation systems,
where education and research can effectively provide
the knowledge and skills to boost innovation.
This allows them to more effectively translate
innovation efforts into knowledge and technology
outputs.

Laporan lengkap dari kedua studi ini sangat menarik jika digali lebih lanjut. Setiap dari laporan ini memiliki poin yang penting bagi suatu negara atau pelaku inovasi ketahui.

Parameter dari inovasi ini digali baik dari segi index setiap negara, benchmark yang dipergunakan dalam studi, kebijakan bagi inovasi di tiap negara, prinsip dasar bagi inovasi itu sendiri, inovasi dan kebijakan bagi bisnis, dampak inovasi bagi perekonomian, inovasi efektif bagi negara berkembang, yang mana dari setiap parameter tersebut disebut dengan komprehensif.

Tidak heran kedua studi ini memperlihatkan hasil riset yang mirip karena akurasinya sangat tepat dan tajam.

Poin penting juga disebutkan dalam kesimpulan, inovasi ini akan mendorong inovasi kedepannya dan membuat aplikasi lebih efektif bagi pengetahuan dan teknologi.