INDONESIA LEBIH MAJU DARI BEBERAPA NEGARA EROPA 2030

0
207

Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan sebagaian dari penduduk tersebut sudah berkembang menjadi level masyarakat konsumsi tingkat tengah dan tinggi. Sasaran yang cocok bagi marketing dan produk menengah atau tinggi. Tidak heran jika GDP Indonesia besar. GDP Indonesia masuk sebagai tiga besar dunia.

Jika kita flash back ke tahun 2012, McKinsey sudah memperkirakan bahwa Indonesia akan berkembang bahkan mempresikdi bahwa pada tahun 2030 akan melewati tingkat pertumbuhan Jerman dan UK. Pada saat melewati kedua negara eropa tersebut maka posisi Indonesia diperkirakan pada posisi ketujuh terbesar.

SYARAT UNTUK MENCAPAI TUJUH BESAR

Tentu ada syaratnya, tidak bisa melewti seenaknya karena perlu dicatat bahwa Jerman dan UK tidak akan tinggal diam ekonominya disusul.

Ekonomi Indonesia seperti kebanyakan ekonomi Macan Asia adalah negara konsumsi, tidak signifikan dalam ekspor dan manufaktur.

 

Catatan khusus:

Indonesia saat ini adalah negara komoditas, para petani komoditas seperti coklat/kakao, kopi, cengkeh dan sejenisnya bersama industri komoditas seperti timah, besi dan komoditas sejenisnya juga yang memiliki angka ekspor tinggi bagi Indonesia.

Praktisi usaha Indonesia jagoan lokal kebanyakan adalah pembawa barang atau pembawa merk dagang dan menjual di Indonesia, pada prinsipnya membawa dari luar dan membawa uang/devisa keluar. Ini penyebab utama Indonesia memiliki angka ekspor rendah.

Indonesia juga memiliki nilai inovasi rendah karena praktisi usaha di Indoensia hanya menjual barang tidak menjual value yang lebih menguntungkan dibanding barang bukan buatan sendiri.

Anda harus waspada terhadap hal ini, saya lebih suka membeli barang langsung dari luar negeri atau menitip atau belanja online. Banyak diantaranya lebih murah jika membeli online (contoh: eBay, Amazon dan terutama AliExpress), bahkan lebih murah dari online dalam negeri, resiko beli barang diluar adalah waktu lebih lama (sekitar sebulan lama kirim) dan tidak ada garansi (sejauh ini berdaya tahan lama tidak pernah menggunakan garansi).

Amid rising concern about inequality, the country must also ensure that growth is inclusive and manage the strains that the rapidly expanding consumer classes will place on its infrastructure and resources.

 

 

 

 

Persyaratan agar bisa menyusul Jerman dan Inggris sangat berat:

  • Produktivitas harus meningkat sebesar 4.6%;
  • Perkembangan yang terjadi tidak eksklusif dan tersebar hingga memberikan kesempatan yang besar bagi semua orang;
  • Masalah mendasar harus dipangkas seperti korupsi, birokrasi, akses terhadap permodalan dan keuangan;

Jika persyaratan tersebut dijaga maka ada potensi pertumbuhan hingga 1.8 trilyun USD (atau $1.8 trillion) bagi jenis usaha swasta.

Consumer services. Indonesia harus bisa mendorong produktivitas dan jika berhasil maka konsumsi pasar naik 7.7 % tiap tahunnya hingga mencapai nilai sekitar 1.1 trilliun USD pada 2030.

Agriculture and fisheries. Indonesia harus bisa mendorong produktivitas petani hingga 60%, potensi akan meningkat hingga 6% pertahun akan bernilai hingga 450 milyar USD pada  2030.

Energy. Permintaan energi akan naik pada 2030. Indonesia bisa memenuhi permintaan ini hingga 20% dengan memenuhi melalui unconventional sources, seperti coal-bed methane, next-generation biofuels, geothermal power dan biomass. Diperkirakan pada 2030, pasar energi di Indonesia bernilai sektar 210 iliar USD.