INTERNET DIPAKAI UNTUK KUDETA DAN MELAWAN KUDETA TURKI

0
94

KUDETA TURKI secara perlahan terkuak dan mulai terbuka mengenai bagaiman kudeta ini berjalan dan dijalankan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Kudeta Turki terjadi kemudian batal karena salah satu sebab utama dimana Erdogan bisa menggapai khalayak umum dengan internet. Di saat bersamaan juga pelaku kudeta melakukan koordinasi kudeta dengan internet.

Kejadian kudeta di Turki memperlihatkan bahwa internet yang berbasis masal dan gratis bisa dipakai untuk koordinasi besar dengan cara yang efisien.

Ahmet Zeki Gerehan adalah seorang petinggi militer di Turki yang sangat terkenal dengan kemampuannya di bidang intelligent. Beliau adalah bekas kepala Departmen untuk Operation & Intelligence di akademi Perang Turki. Beliau juga dengan sendirinya banyak terlibat dalam penulisan paper terkait cyber-warfare.

Dalam beberapa paper yang ditulisnya, Ahmet Zeki Gerehan sangat familair dan memahami bagaimana media sosial pada masyarakat sangat berpengaruh dan dapat dipergunakan secara efisien bahkan jika dibandingkan terhadap media berita sekalipun.

Tidak mengherankan jika Ahmet Zeki Gerehan mengusulkan WhatsApp sebagai media untuk berkomunikasi dengan rekan lainnya dalam pelaksanaan kudeta di Turki.

WhatsApp sangat efisien dan bisa dianggap sangat aman untuk melawan alur komunikasi yang bisa dikontrol (seperti komunikasi melalui sms biasa atau ponsel).

Dari pelaksanaan kudeta memang yang terjadi sangat efisien dimana grup yang melakukan kudeta sangat efisien bergerak dan mungkin hampir berhasil dengan sukses menutup pergerakan massal antara bagian Turki satu dan lain terbukti dengan tertutupnya jembatan yang strategis (Jembatan Bosporus).

Ketika grup kudeta bergerak efisien menggunakan produk Facebook maka diwaktu bersamaan produk tersebut dilawan oleh FaceTime produk dari Apple yang dipegunakan oleh Erdogan.

Perlawanan kudeta dengan WA ini mendapat respon dari FaceTime dan dari masyarakat yang mendapat message tersebut dari Erdogan kemudian menggunakan media komunikasi tradisional, para pendukung Erdogan menggunakan speaker mesjid untuk melawan militer. Masyarakat Turki sebelumnya memiliki pengalaman yang cukup kuat terkait protes terhadap militer sehingga jalan seketika penuh dan kudeta terhambat oleh aktivis turunan pengguna speaker mesjid dan FaceTime.

Dalam laporan sebelumnya, revenue dan laporan finansial Apple saat ini hanya kalah oleh Google. Dalam dunia nyata terutama ketika konflik, ternyata memang produk Apple mantap dan bisa mengalahkan produk dari saingannya dengan revenue yang (sedikit) lebih rendah.

Lain waktu jika tertarik terjun ke konflik, mungkin produk dari market share dan induk perusahaan dengan revenue lebih besar harus dipertimbangkan untuk dipakai.