Károly Takács Atlit yang bertukar tangan untuk medapatkan Emas Olimpiade

0
148

Károly Takács seorang atlit dan dianggap sebagai pahlawan nasional bagi warga negara Hungaria.

Sebutan posisi pahlawan nasional ini didapat oleh Károly Takács sesudah melalui perjalanan yang tidak terduga dan berkerja super keras.

Károly Takács pada mulanya adalah seorang tentara yang mendapati kecelakaan karena granat pada tangan kananya sehingga membuat tangan kanannya tidak mungkin dipakai terutama untuk menembak.

Károly Takács menggunakan tangan kananya, sehingga ketika tangan kanan tersebut terkena granat dan terganggu membuat Károly Takács harus bekerja lebih keras untuk rencanan dia, mendapat emas dari olimpiade dari cabang menembak.

Károly Takács lahir di Budapest pada tahun 1910 dan menjadi penembak kawakan pada tahun 1936 di kalangan rekan dan lingkungannya. Karena menjadi tentara maka tidak mendapat ijin untuk olimpiade pada tahun 1936.

Pada tahun 1940, larangan tersebut dihaous sehingga memungkinkan bagi Károly Takács untuk mengikuti lomba menembak dan menjadi orang yang mendapat kesempatan untuk mendapat emas, karena memang dia terkenal memiliki kemampuan menembak yang handal.

Pada tahun 1938 sewaktu berlatih sebagai tentara (pada umur 28 tahun), sebuah granat meledak dan membuat tangan kananya tidak bisa dipakai untuk menembak. Sedikit yang bisa dipilihnya: berhenti menembak (karena tangan kirinya tidak terlatih).

Sewaktu lomba menembak dilakukan pada tahun 1939, rekan lingkungannya sangat senang bahwa Károly Takács mau bergabung untuk berlomba menembak tingkat nasional.

Dalam angan-angan rekannya bahwa Károly Takács datang untuk menghibur mereka dan mendukung mereka.

Károly Takács menyebutkan bahwa dia datang untuk bersaing secara serius dengan tangan kanannya. Sesudah berlatih setahun dengan sembunyi-sembunyi ternyata Károly Takács menang.

Kesempatan menand di olimpiade terbuka, tinggal 1 tahun lagi (perlombaan nasional diadakan pada tahun 1939 dan olimpiade berikutnya pada tahun 1940).

Károly Takács tidak menyangka apa yang akan terjadi kemudian, dunia mengalami perang yang buruk sehingga olimpiade 1940 dan 1944 dibatalkan. Menunggu 8 tahun (Károly Takács berumur 36 tahun kemudian) tidak menjadi masalah. Károly Takács semangat dan berlatih.

10 tahun kemudian, dia tidak hanya menang mendapat emas pada olimpiade di London (1948) tetapi juga membuat catatan rekor tersendiri yaitu dengan skor angka 580.

Emas kedua didapat pada tahun 1952 pada olimpiade di Helsinki dengan skor 579. Kedua emas tersebut tentu didapat dengan menembak menggunakan tangan kiri.

Károly Takács memang pantas menjadi atlit dengan semangat besar tidak pupus karena hambatan dan keadaan

Berita diambil dari Britanica dan dari situs Wikipedia.