KEADAAN DETAIL ATAS KUTUB, PERBEDAAN KUTUB DAN FOTO-FOTO TERBARU

0
45

MIDAS atau Impact of Melt on Ice Shelf Dynamics And Stability adalah nama organisasi yang meneliti keadaan kutub Selatan (Kutub Selatan bisa juga disebut dengan Antartika).

Kenapa Antartika (Kutub Selatan) Kenapa Artik (Kutub Utara)?

Mungkin anda juga bertanya kenapa bernama Antartika (berasal dari Antartic) atau Artik (berasal dari Arctic)?

Arctic dalam bahasa Yunani berarti Utara dan Antartic dengan sendirinya mudah ditebak. Antartik atau artinya berlawanan dari Artik (berlawanan dari Utara).

Apa perbedaan Kutub Utara dan Kutub Selatan (perbedaan Antartika dan Artik)?

Kutub Selatan pada prinsipnya adalah lautan yang membeku. Sebagian dari Kutub Selatan adalah daratan yang terpisah oleh bagian lautan yang besar.

Berbeda dengan Kutub Utara yang bisa disebut pada prinsipnya adalah daratan. Kutub Utara menempel ke daratan Eropa dan juga Kanda dan bagian daratan Amerika.

Karena Kutub Utara menempel dengan daratan maka biota Kutub Utara bisa disebut lebih variatif dibanding Kutub Selatan atau Antartika.

Ada banyak perbedaan dan hal khusus karena beda geografis Kutub Selatan dan Kutub Utara. Kutub Selatan yang cenderung terpisah dari bagian daratan lain memiliki karakteristik temperatur dan pola keadaan di lokasi tersebut yang sangat beda dibanding Kutub Utara.

Kutub Selatan sangat dingin dan memang rata-rata temperatur di Kutub Selatan bisa mencapai hampir – 49 derajat celcius. Di Kutub Selatan, temperatur musim panas bisa tetap dingin sehingga es atau salju tidak mencair.

Kutub Utara (hanya) sekitar – 34 derajat celcius dan bisa cukup panas pada musim panas sehingga banyak es bisa mencair.

Perbedaan lain terkait Kutub Utara dan Kutub Selatan adalah biota atau mahluk hidupnya, Pada Kutub Utara terdapat hampir beragam hewan dan tumbuhan. Di Kutub Utara yang paling kontras adalah terdapat beruang, beruang ini tidak ada di Kutub Selatan.

Di Kutub Selatan terdapat sedikit ragam tumbuhan dan hewan yang signifikan sangat mendominasi disini adalah Penguin.

Kenapa Penguin di Kutub Selatan banyak? Karena tidak ada hewan pemangsa yang agresif seperti beruang disana. Beberapa pemangsa Penguin ada di (perairan atau pesisir es) Kutub Selatan tetapi tidak seperti Beruang yang bisa merambah,  untungnya mereka berbeda pada jarak yang jauh.

Perbedaan lain antara Kutub Selatan dan Kutub Utara adalah kekayaan mineral terutama Migas, Kutub Utara hampir mengandung deposit Migas yang sangat besar dibanding bagian bumi lain (karena itu Norwegia dan Rusia kaya dari Migas). Kutub Selatan sejauh ini tidak ada dan dilarang oleh kesepakatan bersama berbagai negara, kutub bagian ini menjadi lokasi riset.

Diperkirakan di Kutub Selatan mineral lain diperkirakan sangat kaya dan banyak seperti emas, perak, tembaga, platina dan bahkan besi.

Dari uraian tersebut dapat diketahui bahwa Kutub Selatan sangat khusus dibanding Kutub Utara yang jelas pemilik lahan dan batas negaranya.

Kutub Selatan atau Antartika adalah Spesial

Kutub Selatan adalah area riset dan tercatat setidanya ada 40 negara hilir mudik melakukan riset disini. Riset di lokasi ini juga mahal tidak setiap negara bisa membuat base-camp dan memberikan suplai atau transportasi beserta material sumber daya bagi kegiatan disana.

Dengan banyaknya riset di kutub ada banyak dan berbagai jenis riset dilakukan disana, termasuk peneliti Indonesia juga pernah kesana. Kami juga pernah bertemu dengan Dr Agus Supangat yang pernah riset dilokasi tersebut. Anda bisa membaca lebih detail terkait banyak hal dalam buku yang ditulis oleh Dr Agus Supangat terkait Antartika.

Badan riset yang saat ini selalu ada di lokasi Antartika salah satunya adalah MIDAS dari Inggris.

Project MIDAS is a UK-based Antarctic research project, investigating the effects of a warming climate on the Larsen C ice shelf in West Antarctica…

We are studying these effects through a mixture of fieldwork, satellite observation and computer simulations of the ice shelf and its climate.

Dalam laporan terakhir yang dibuat oleh MIDAS, terdapat bukti yang mengkhawatirkan dan harus dicermati.

Laporan ini berisi lempeng es iceberg yang berukuran sekitar 5000 meter persegi mulai lepas dari bagian utama Kutub Selatan dan terindikasi akan lepas dan masuk ke perairan lautan di sana.

Kenapa mengkhawatirkan?

Kumpulan es di Kutub Selatan adalah deposit air (air membeku dari lautan di sekitar Kutub Selatan). Jika sedikit demi sedikit masuk ke perairan lautan dan hanyut ke perairan dengan temepratus yang lebih panas maka akan mencari.

Jika semua es di Kutub Selatan mencari, diperkirakan akan ada penambahan muka air laut hingga 60 meter.

Anda bisa bayangkan, 10% dari es di Kutub Selatan bertambah maka ada penambahan muka air laut sebesar 6 meter. Jakarta adalah kota pesisir pantai dan banyak tempat sudah dibawah muka air laut, ditambah pengaturan tata ruang dan pengaturan limbah yang jelek maka jangan heran jika ada banjir. Amsterdam dan Roterdam juga dibawah air laut tetapi memiliki pengaturan tata ruang dan kegiatan yang lebih baik.

Bagian es mencair yang sedang di identifikasi bernama lempeng es Larsen C. Lempeng Larsen C ini adalah lempeng es dengan tebal rata-rata 350 meter (bahkan hingga 500 meter) dengan besar area yang mirip dengan 9 kali Jakarta (luas Jakarta sekitar 660 km persegi) atau 1/5 dari Jawa Barat (Luas Jawa Barat sekitar 35 ribu km persegi).

Pengamatan dari satelit juga anda bisa akses, bisa anda lihat dari Landsat atau dari Sentinel – 1. Gambar dari situs tersebut sangat detail dengan ketajaman yang sangat detail. Dari gambar satelit yang didapat bahkan anda dapat melihat patahan dan runtuhan es dipermukaan kutub.

In support of the International Polar Year (IPY 2007-2008), LIMA brings the coldest continent on Earth alive in greater detail than ever before through this virtually cloudless, seamless, and high resolution satellite view of Antarctica.

Mungkin Larsen C bisa jadi akan meluncur ke perairan di Kutub dan hanyut ke tempat yang panas dan kemudian semuanya mencair.

Air dari Larsen C tidak akan anda pedulikan jika anda bermain ke pantai dan anda juga tidak terlalu peduli jika air disana sebetulnya ada penambahan sekitar 0.5 milimeter karena Larsen C.

Jika hal ini terjadi terus maka pada saatnya penambahan air mungkin sudah sekitar beberapa puluh sentimeter dan semua orang termasuk anda akan melihat dampat Larsen C dan lempeng es rekan lainnya dari Larsen.

 

 

Sebagai contoh di beberapa tempat yang memang padat penduduk dan batas infrastruktur yang memang padat sehingga membuat perubahan kecil terlihat, Kota Florida mungkin bisa menjadi contoh yang sangat jelas terlihat.

 

Jakarta juga sebetulnya sudah terkena dampak kenaikan permukaan air laut ini tetapi anda seperti kami, penambahan beberapa tetes dari Larsen belum cukup untuk terlihat dan membuat panik.

Segi pencegahan dari kenaikan muka air laut ada banyak hal, sistem Polder seperti di Belanda bisa diterapkan.

Sistem Polder ini pada prinsipnya adalah dinding pembatas yang melindungi daratan dari air laut sewaktu pasang, surut atau ombak. Dinding batas ini membatasi daratan dan laut.

Pemerintah di Indonesia sudah ada yang merencanakan dinding pelindung darat dan pantai ini.

Permasalah lain dari dinding batas ini dilakukan di lokasi yang menjadi milik publik. Pemilik laut dan pantai adalah penduduk atau publik sehingga harus menjadi milik publik baik sebelum dan sesudah pembangunan dinding laut ini selesai.

Pembuatan sistem Polder di Belanda menggunakan uang dari publik sehingga banyak lokasi wisata publik terbuka untuk daerah rekreasi dan dimiliki bersama.

 

Referensi:

Situs MIDAS;

Situs Landsat;

Situs Sat Imaging;