KEAMANAN DATA ONLINE

0
202

Amerika dan Cina akhir tahun 2015 bertemu dan membahas banyak hal. Prediden Obama meminta kepada Xi Jinping untuk menghormati keamanan dan privasi personal terkait data online dan internet.

Beberapa waktu yang lalu, banyak serangan cyber kepada Amerika yang disinyalir berasal dari Cina. Selain itu, kepentingan privasi juga perlu ditingkatkan.

Cina sangat terang-terangan dalam mengawasi aktivitas online termasuk sesudah menelpon keluar negeri dengan ponsel Cina maka dengan segera mendapat SMS bahwa PSB (Public Security Bureau atau 公安局 versi FBI di Cina) mengetahui bahwa anda menggunakan telpon menelpon keluar.

Mungkin sewaktu menelpon anda ingin mengabari Pak RT bahwa anda tidak bisa ikut meronda, apakah juga mungkin Cina sudah melakukan pengawasan dan memiliki data akurat terkait Pak RT dan perangkat RW di kampung anda.

Edward Snowden jupa pernah menyebutkan bahwa Amerika memiliki perangkat dimana saja perangkat ponsel dari Amerika dipergunakan dan mendapat aksesnya.

logo lambang nsa National Security Agency

Keadaan di Cina jauh berbeda karena tidak ada yang menginkan agar pengawasan privasi berkurang, padahal Cina adalah pemakai ponsel terbanyak di dunia dengan sekitar lebih dari 800 juta pengguna handphone.

Hal pengawasan ini berbeda dengan di Amerika dimana Apple membuat sistem aman bahkan akan membuat report NSA agar tidak masuk ponsel anda. Australia malah akan menerapkan pencegahan ponsel ter-enkripsi.

 

Berita dari berbagai sumber dan gambar terutama dari: http://www.nytimes.com/2015/09/26/world/asia/xi-jinping-white-house.html?_r=0