KELEMAHAN TERBESAR MANUSIA

0
189

Pada prinsipnya manusia di dunia diciptakan untuk beribadah. Sehingga dalam setiap apa yang dilakukan bermanfaat dan sesuai ketentuan maka hal tersebut adalah ibadah.

Dalam beraktifitas manusia akan dipengaruhi oleh kesukaan dan ketidak sukaan. Pengaruh akan ketertarikan atau tidak dipengaruhi orang sekitar atau lingkungan. Manusia dipengaruhi banyak hal dan beberapa diantaranya sudah ditetapkan bahawa manusia tertarik.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)

(ALI IMRAN: 14).

Dalam manual manusia tesebut ada peringatan yang dikandung bahwa urutan belebihan karena keinginan rasa suka atau rasa ingin bermegah-megahan ingin bersombong bisa ditimbulkan oleh jenis kecintaan atas wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak.

Setidaknya ada ketentuan bahwa manusia akan tertarik terutama kepada wanita-wanita, anak-anak, harta.

Khusus untuk harta disebutkan bahwa manusia tertarik kepada harta sejenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang.

Tidak heran jika sejenis kuda baik itu Porche, Formula 1, mobil Tesla dan jenis mobil google adalah pembicaraan menarik dan menimbulkan minat.

Ketertarikan ini juga akan mewarnai sewaktu kelemahan manusia menghinggapinya, bahkan kelemehan tersebut adalah sebenarnya kenikmatan. Dua nikmat ini seringkali dilalaikan oleh manusia bahkan termasuk pula buat hamba yang faqir.

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

 

Barangsiapa yang memanfaatkan waktu luang dan nikmat sehat dalam rangka melakukan ketaatan, maka dialah yang akan berbahagia. Sebaliknya, barangsiapa memanfaatkan keduanya dalam maksiat, dialah yang betul-betul tertipu. Sesudah waktu luang akan datang waktu yang penuh kesibukan. Begitu pula sesudah sehat akan datang kondisi sakit yang tidak menyenangkan (Ibnul Jauzi).

Dalam konsep Islam sebenanrnya tidak ada seorang penganggur. Jika waktu luang dipakai untuk mempelajari ilmu maka dia pelajar, jika waktu dipakai untuk berbagi maka dia pemberi sedekah baik ilmu atau harta.

Jika waktu siangnya dipakai mencari uang, maka sesuai ketentuan bahwa siang hari adalah waktu untuk mencari penghidupan. Waktu istirahatpun adalah ibadah.

Sehat dan waktu luang,…. dua hal yang biasa didapat yang sebetulnya kemewahan.