KOMODITAS REBUTAN MASA DEPAN ADALAH LITHIUM

0
133

LITHIUM adalah senyawa kimia dengan simbol Li yang berada sebagai element ketiga dari table periodik kimia dan tergolong sebagai logam Alkali.

Bentuk dari logam ini adalah putih logam seperti Aluminium. Seperti logam alkali lainnya, Lithium mudah bereaksi sehingga di alam bisanya dalam bentuk senyawa dengan senyawa lain dan membuat warna agak abu putih seperti aluminium yang terkorosi.

Apa yang membuat Lithium menjadi taruhan posting ini sebagai komoditas rebutan masa depan?

Lithium saat ini dipakai sebagai bahan bagi pembuatan gelas, keramik, minyak pelumas dan yang paling penting menjadi bagian logam utama bagi pembuatan batre. Batre dengan basis Lithium dikenal memiliki kinerja yang handal sehingga dipakai bagi batre sepeda dan mobil.

Bloomberg seperti dalam Mining Wealth menyebutkan Lithium sebagai komoditas berikutnya sesudah oil (Lithium is the New Gasoline).

Bloomberg melakukan asumsi tersebut karena melihat trend harga yang dimiliki oleh Lithium dalam beberapa tahun ini.

harga lihitum carbonate karbonat

Kenaikan harga dari Lithium ini sangat meyakinkan karena memang jumlah dari Litium terbatas dimana produksi saat ini juga memang sangat terbatas.

Total permintaan Litium saat ini tergolong besar dengan angka sekitar 160 ribu metrik ton dalam setahunnya.

Jika kita estimasikan bahwa permintaan Lithium ini tanpa pengaruh permintaan dari batre mobil maka jumlah ini adalah jumlah yang sedikit (tahun ini permintaan batre mobil bisa disebut hanya dari Tesla).

Dalam tahun ini banyak model mobil listrik yang dikeluarkan oleh berbagai perusahaan pembuat mobil listrik seperti dari Renovo yang jarang terdengar gaungnya tetapi juga terjun ke mobil litrik.

Atau mobil listrik lain seperti Rimac atau dariĀ  Future Faraday yang juga memungkin akan memicu harga batre.

Bloomberg secara khusus memperkirakan jika saja industri mobil listrik merubah permintaan Lithium hanya dengan 1% maka penambahan permintaan Lithium bertambah sebanyak 70 ribu metrik ton, menurut estimasi Bloomberg.

Dengan semakin maraknya mobil listrik, tidak heran jika persentase penambahan permintaan Litium akan lebih besar lagi.

Kenapa Bloomberg bisa yakin?

Banyak parameter yang bisa kita lihat saat ini sedang menuju kesana.

Tesla saat ini sedang menggenjot pembangunan pabrik Giga Factory yang akan dibuka sesudah lebaran nanti, sebentar lagi. Pabrik ini akan membuat batre lebih banyak dari produksi di palnet bumi ini dalam.

Produksi masal dari mobil listrik Tesla ini diperkirakan stabil pada tahun 2020 dan pada saat bersamaan ada banyak negera yang akan mendukung hal ini. Pada tahun 2020 Tesla berharap sudah menjual secara rutin 500 ribu kendaraanya kelak. Anda bayangkan jumlah Lithium yang diperlukan.

Jerman menentukan syarat bahwa pada tahun 2030 semua mobill di negara tersebut harus clean energy, tidak menggunakan bahan bakar minyak.

Bloomberg juga yakin karena perkembangan harga Lithium dalam beberapa tahun ini. Pada tahun 2015 harga logam ini pada kisaran 15 ribu USD di spot market. Pada tahun 2014 seperti terlihat pada grafik diatas, hanya bernilai sekitar 5 ribu USD. Kenaikan harganya pada ksiaran 300%, lebih besar dari kenaikan harga sapi import Australia.

Swedia juga memiliki kebijakan yang mirip dengan Jerman, tahun 2030 harus bebas energi bahan bakar minyak.

Saat ini harga mobil litrik sangat mahal, dalam beberapa tahun kedepan harga ini tidak akanmahal lagi, demikian menurut Tesla. Anda bisa percaya Tesla karena memang Model S dianggap sebagai mobil murah tidak heran jika pesanan mobil ini meroket.

Indonesia kapan bebas dari minyak beralih ke batre?

Tidak layak anda bertanya demikian, Indonesia harus terbebas dari korupsi dan sampah oknum tidak memiliki otak.

Berita diambil dari MINING WEALTH.