SOLAR atau sinar Matahari adalah sumber alternatif bagi solusi penggerak wahana perjalanan ke Mars.

Konsep penggerak wahana dengan solar ini disebut sebagai Solar Electric Propulsion (SEP). SEP ini memenuhi kriteria utama untuk sumber energi karena murah, sangat aman dan menghasilkan tenaga dorong yang besar.

 

Besar bahan bakar yang diperlukan untuk SEP diperkirakan hingga 1/10 dari bahan bakar tradisional yang sekarang dipakai roket.

Glenn Research Center saat ini sedang meneliti aplikasi SEP bagi misi antariksa berikutnya. SEP menggunakan prinsip yang bisa disebut baru.

Ion akan dikunci oleh medan magnet pada bagian pendorong (bagian bawah roket/wahana). Ion yang terperangkap/terkunci ini akan melakukan ionisasi bagi propelant (bahan bakar roket tradisional saat ini – dalam kasus ini propellan akan barbahan utama Xenon).

Medan magnet bisa dibuat dengan cara murah diantaranya dari listrik dari solar panel.

Diperkirakan hasil dorongan dari pembakaran sistem SEP ini bisa menghasilkan sumber energi bagi pergerakan hingga kecepatan 65 ribu MPH (sekitar 104 ribu km/jam).

…Such a system can be used to accelerate xenon ions to more than 65,000 mph and will provide enough force over a period of time to move cargo and perform orbital transfers.

In fiscal year 2015, researchers successfully tested a new 12.5-kilowatt Hall thruster that employs magnetic shielding, enabling it to operate continuously for years — a capacity important to deep-space exploration missions….

Diperkirakan dalam 8 tahun kedepan, mesin dengan sistem SEP akan siap dipakai NASA untuk mendorong beban ke angkasa luar.

 

Referensi SEP terdapat pada situs NASA.