DALAM FILM Deepwater Horizon (2016), resiko pekerjaan di laut dalam kegiatan eksplorasi oil and gas, terlihat bahwa pekerjaan yang paling berbahaya adalah bagian pengeboran.

Dalam film tersebut terjadi kebocoran di bawah laut dan alat penutup tekanan gagal berfungsi karena berbagai macam hal dan akhirnya terbawa ke permukaan dan menyebabkan ledakan yang kemudian bereaksi menimbulkan kebakaran.

Kejadian berjalan dengan cepat dan tidak mudah untuk memberikan peringatan atau juga untuk lari dari kejaran tekanan yang naik dari dasar laut tersebut.

Dalam perangkat oil and gas sudah lumrah ada indikator pendeteksi tekanan tinggi atau tekanan rendah dengan sistem respon khusus untuk pengaman, tetapi dalam kasus Deep Water Horizon kejadian sangat cepat sehingga tidak mendapat respon yang cukup cepat untuk menghindar atau bereaksi.

Apa yang harus dilakukan?

Cara terbaik untuk menghindari hal tersebut adalah dengan menggunakan teknologi saat ini yaitu dengan menggunakan robot.

 

Dalam salah satu ulasan yang juga baru-baru ini dikeluarkan oleh Bloomberg, penggunaan robot tidak hanya di darat dan untuk kegiatan di pabrik saja tetapi sudah mulai masuk ke laut untuk pekerjaan di dunia minyak dan gas bumi.

The Iron Roughneck, made by National Oilwell Varco Inc., automates the repetitive and dangerous task of connecting hundreds of segments of drill pipe as they’re shoved through miles of ocean water and oil-bearing rock. The machine has also cut to two from three the need for roustabouts, estimates Rodgers, who took a job repairing appliances after being laid off from Transocean Ltd.

Alat yang ditawarkan adalah robot yang mudah dipasang, gampang dirakit dan jauh lebih handal. Alat ini bisa bekerja baik dengan koneksi khusus atau bahkan wireless.

Ease of Installation: With small spaces in mind, the compact size of the ST-120 means replacement of your existing iron roughneck is easy. Even tough roughneck installations under the blocks are no problem as the maximum vertical height of the frame is less than 120 inches. Manual control is carried forward from the ST-80 with an option for fully automated controls from either the driller’s control console or a handheld wireless remote control.

Robot mulai masuk menjadi offshore engineer tidak hanya menjadi robot mekanik di pabrik atau menjadi robot pelayan di rumah sakit.

Dengan diterapkan teknologi ini sudah tentu harga operasional dan mobilisasi akan lebih murah, tidak heran jika biaya untuk melakukan pengeboran pada shale oil atau shale gas sangat murah dan membanjiri pasar dunia. Banjir produk dari sumur tipe shale ini juga yang membuat harga minyak dan gas ambruk hingga saat ini.