MELUNCURKAN SATELIT TANPA ROKET

0
3

SATELIT memerlukan banyak hal sebelum dapat dipergunakan di luar angkasa. Kebutuhan terbesar satelit adalah adanya wahana yang dapat membawa keluar angkasa dan biasanya pada ketinggian geostationer.

Wahana yang saat ini terkenal murah adalah tawaran wahana dari SpaceX yang memangkas biaya jauh dibawah roket biasa dan dengan persiapan yang sangat cepat.

Kelemahan dari SpaceX saat ini adalah ukuran beban yang tidak dapat terlalu besar, oleh karena itu SpaceX sedang mencoba membuat roket yang lebih besar agar lebih murah dan dapat membawa manusia hingga ke Mars dengan murah juga (hanya saja jangan satu kali jalan, harus bolak-balik).

Konsep yang akan dikembangkan oleh DARPA disebut ALASA (Airborne Launch Assist Space Access) dari tahun 2015 adalah dengan meminta bantuan pesawat jet untuk membawa beban setengah jalan dan kemudian diluncurkan dari tengah jalan, diperkirakan hal ini akan membuat biaya hanya sekitar 1 juta USD.

Airborne Launch Assist Space Access, or DARPA ALASA, a current program of the US defense technology agency DARPA “designed to produce a rocket capable of launching a 100-pound satellite into low Earth orbit for less than $1 million.” The program was conceived, then announced in 2011, and funded development work began in 2012.

ALASA ini sebetulnya konsep lama, konsep ini bahkan pernah dicoba dan berhasil pada tahun 1990 dan akan ditelaah lebih lanjut agar kedepannya bisa membuat pelepasan satelit ke luar angkasa lebih murah.

The first air-launched rocket to put a satellite into orbit was the Orbital Sciences Corporation Pegasus on 13 June 1990, but it was deployed from a heavily modified and expensive Lockheed L-1011 airliner.

Setidaknya ada dana sebesar 40 juta USD untuk modal pengembangan teknologi ini agar jauh lebih baik.