PLANET BUMI memiliki banyak misteri terkait pembentukan awal dari planet ini. Memperkirakan keadaan awal bumi bisa melalui banyak hal, salah satu cara terbaik menurut University of Manchester adalah melalui berburu meteor di Alaska.

Usulan berburu meteor tersebut diumumkan dalam situs sekolah tersebut pada akhir bulan Januari (31 Januari 2017).

University of Manchester scientists are preparing for the first ever UK-led meteorite hunting expedition to Antarctica, where they will seek out the ‘lost’ meteorites of the icy continent, which could provide clues to planetary creation.

Meteor memiliki informasi awal alam semesta dimana kandungan logam besi murni dalam batuan meteor bisa bercerita tentang hal ini.

Para ilmuwan dari Inggris ini juga akan mencari meteor di Alaska dengan harapan bahwa meteor banyak tersimpan  disana dan tidak terganggu.

Diperkirakan meteor akan terperangkap dibawah lapisan es tidak terganggu selama ini. Sudah tentu mencari meteor di kutub tidak seperti mencari jarum pada jerami, suatu alat khusus diperlukan. Alat detektor ini harus mampu menembus lapisan es dalam pencarian meteor.

Alaska juga tidak hanya menjadi pusat pencarian meteor, saat inipun terdapat berbagai penelitian di kutub ini terutama terkait pemanasan global.

Dalam penelitian terpisah, Universitas Manchester ini juga pernah membuat laporan tentang perkiraan bahwa Bangsa Mesir Kuno sudah mengenal logam terutama dari penggunaan meteor karena ditemukan perkakas yang tersedia dari besi dan ribuan tahun sebelum zaman logam terjadi.

Ancient Egyptians accessorized with meteorites:

Dating from 3350 to 3600BC, thousands of years before Egypt’s Iron Age, the bead analysed was originally assumed to be from a meteorite owing to its composition of nickel-rich iron.

 

Referensi situs Universitas Manchester.