MENELUSURI NABI MANUSIA PERTAMA MELALUI DNA

0
201

April 2005 diluncurkan project baru oleh National Geography (Nat Geo). Project ini dinamai The Genographic Project.

Kegiatan jangka panjang ini mengumpulkan DNA dari berbagai orang secara sukarela untuk mengetahui pola penyebaran manusia (pada masa awal).

Posting ini terkait dari kolaborasi tiga institusi besar yang berbagi tugas dalam menjalankan misi pemetaan DNA. Tiga institusi ini adalah: IBM, National Geography dan Waitt Foundation.

Posting ini juga berdasarkan sumber buku: The Journey of Man: A Genetic Odyssey pada tahun 2002 oleh Spencer Wells yang mana ringkasannya terdapat di Wikipedia.

Project ini bertujuan mengetahui pola penyebaran termasuk migrasi manusia dan dengan sendirinya bisa menjadi bahan utama mengenai sumber (asal termasuk lokasi) manusia pertama.

Yang menarik dari riset dan buku ini memperlihatkan hasil yang sejalan dimana berdasar genetik, manusia berasal dari satu orang (menurut perkiraan lokasi di Afrika sekitar 60 ribu tahun yang lalu).

Dengan sendirinya pembuktian genetik yang dijalankan oleh Spencer Wells bertabrakan dengan teori evolusi dan teori lain yang tidak sejalan dengan konsep bahwa manusia diciptakan (dari satu orang awalnya).

Tidak hanya itu, mapping dari DNA membawa informasi yang sangat banyak dan membuat kita sedikit lebih mengerti tentang (fisik) manusia. Setidaknya pada genome manusia terdapat tiga milyar pasangan informasi genetik. Ada kemiripan genetik dari primata seperti monyet sebanyak 97% dan itu berarti sekitar 90 juta pasang informasi genetik pembeda dengan monyet.

Berdasar buku Spencer Wells diketahui bahwa terjadi banyak mutasi dari mapping DNA yang dikumpulkan, dimana semua mutasi ini memperlihatkan pola mutasi yang sejenis. Disaat bersamaan mapping genetik dan mutasi ini memperlihatkan bahwa tidak mungkin manusia berasal dari (atau memiliki kaitan leluhur yang sama) primata sejenis kera.

Pola perubahan dan sebaran DNA tersebut juga menyebabkan kemiripan dan akhirnya bisa ditarik kesimpulan bahwa sumbernya sama di Afrika sekitar 50 ribu – 60 ribu tahun yang lalu (bertabrakan dengan teori dari berbagai ahli migrasi manusia yang memperkirakan migrasi sebaran manusia pada sekitar 100 ribu tahun yang lalu).

Riset pengumpulan DNA manusia ini, terutama terhadap kromosom Y (sampling terhadap wanita dimana berkode XX tidak sepenuhnya bisa dilakukan seperti terhadap kromosom Y).

Project ini mendapat protesd dari sekumpulan orang, pada Mei 2006 UNPFII (United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues) mengusulkan agar proyek ini dilarang karena tidak keuntungan bagi manusia dan ada resiko. Berbeda dengan penggerak dan partisipan yang saat ini berjumlah hampir 1 juta orang yang tertarik bahwa project ini bisa berguna untuk manusia.

Jika anda tertarik untuk bergabung menelusuri DNA manusia maka sebaiknya memesan kit atau set yang dijual oleh Nat Geo seharga 9 USD untuk ongkos kirim di Amerika dan 10 USD untuk ongkos kirim ke Kanada. Untuk diluar Amerika Kanada maka harganya pada kisaran 40 USD. Hasil analisis dari sample anda akan dikirim juga ke anda dan menjadi database penelusuran.

Genographic Project MENELUSURI NABI MANUSIA PERTAMA MELALUI DNA IBM National Geography dan Waitt Foundation 3

IBM’s emerging technologies team collaborated with the project team to develop the software that logged samples collected in the field.

Didalam project ini, kontribusi dari IBM cukup signifikan menjadi penyedia software dan penyimpanan data dari sample berbagai kontributor.

Software IBM ini bisa melakukan analisis terhadap berbagai sample yang didapat dimana pengambilan sample terutama dilakukan di 11 lokasi dibawah pengawasan ahli setempat.

“Not only are we finding patterns of ancestry in this data that are surprising,” he said. “but the IBM Research team is developing entirely new methods of DNA analysis that could open the doors to insights that simply weren’t knowable before.”

Dr. Ajay Royyuru seorang senior manager dari IBM Computational Biology Center di  menyebutkan bahwa software IBM bisa membawa kepada hasil yang tidak diteahui sebelumnya terkait riset pola perbedaan DNA manusia.

Sebagai catatan tambahan, Nat Geo awalnya membuat project ini untuk melakukan sample terhadap 100 ribu partisipan dan diselengarakan selama 5 tahun berkembang menjadi kegiatan panjang dan sample yang jauh lebih banyak.

“did prompt me to think and reaffirm my belief that all diversity we see today—in languages, caste, rituals etc.—is fairly recent on historical timescale, and that the people on this planet are a lot more closely related than the apparent differences would suggest.”

Sebagai kesimpulan, jika saja project ini berhasil dan memperkuat buku diatas maka perbedaan bahasa, ritual dan tempat pada masnusia di muka bumi ini sebetulnya mereka semua berkaitan erat dan dekat tidak seperti sugesti perbedaan yang dimiliki.

 

KUNJUNGI halaman depan kami, WWW.LEMBAR.INFO bookmark dan anda mendapat berita update entrepreneur, blog & tech setiap hari.