MENGHANCURKAN JUNO SEHARGA 1 MILIAR USD BUKAN HANYA MELINDUNGI ALIENS

0
114
A model of the Juno spacecraft is seen at a news briefing, held before Juno enters orbit around Jupiter, on Thursday, June 30, 2016 at the Jet Propulsion Laboratory (JPL) in Pasadena, CA. The Juno mission launched August 5, 2011 and will arrive at Jupiter July 4, 2016 to orbit the planet for 20 months and collect data on the planetary core, map the magnetic field, and measure the amount of water and ammonia in the atmosphere. Photo Credit: (NASA/Aubrey Gemignani)

JUNO adalah nama satelit yang memata-matai Jupiter dan akhirnya diputuskan untuk dihancurkan agar kehidupan aliens (berupa mikroba) di permukaan bulan yang mengelilingi Jupiter terlindungi (tidak tercemar bakteri dari bumi yang numpang lewat satelit).

Dalam konferensi pers yang digelar oleh NASA ternyata bukan hanya untuk melindungi para alies di sana (jika ada) tetapi juga NASA memiliki hasrat terpendam.

JUNO  akan menumbus atmosfir Jupiter yang memiliki atmosfir dan memiliki medan radiasi yang sangat kuat. Karena atmosfir yang kokoh ini maka dipastikan JUNO akan hancur tidak akan bersisa sedikitpun sehingga bakteri sekuat apapun pasti akan mati. JUNO seperti satelit lainnya akan memata-matai lokasi sekitarnya selagi berjalan.

Jupiter memiliki karakteristik yang sudah diperkenalkan ke sekolah SD atau SMP seperti identitasnya sebagai planter terbesar di sistem tata surya kita, memiliki masa sekitar 1/1000 dari Matahari, diperkirakan tidak memiliki bahan padat pada planet tersebut. Berbeda dengan bumi dimana dataran terhampar, gunung menjadi pasak dan permukaan kokoh yang membuat mudah berjalan-jalan.

Jupiter bagi penduduk bumi termasuk super besar, untuk gambaran anda bagaimana besarnya Jupiter seperti menambahkan semua planet (betul semua planet tetapi tanpa Jupiter), maka jumlah masa semua planet tersebut sekitar setengah dari masa Jupiter. Guru SD anda benar, dia tidak mengecewakan anda jika berkata Jupiter terbesar. Jupiter sangat besar dan memiliki karakteristik unik.

Sewaktu JUNO memasuki fase penghancuran diri sendiri, JUNO akan berbaik hati berbagi data yang terjadi terhadap dirinya. Salah satunya adalah pembacaan jenis/layer atmosfir dari Jupiter.

On July 5, just hours after NASA’s Juno spacecraft arrived at the planet Jupiter, NASA held a press briefing at the Jet Propulsion Laboratory in Pasadena, California to provide a status update on the spacecraft. Juno’s arrival at our solar system’s most massive planet was the culmination of a nearly five-year journey through space. The spacecraft will be the first to orbit the poles of Jupiter –on a mission to provide new answers to ongoing mysteries about the planet’s core, composition and magnetic fields, as well as clues about the origins of our solar system.

Layer dan prilaku atmosfir-nya diharapkan bisa memberikan petunjuk bagaimana bumi dibentuk/terbentuk, dari material apa (planet sebelum padat) banyak memiliki kandungan material dan dalam fase seperti apa.

Walapun Jupiter diprediksi mengandung banyak Helium sepenuhnya tidak padat tetapi dalam kenyataan tidak pernah ujicoba menyentuh Juiter, kenapa? Mahal dan jauh. JUNO yang pertama.

Apakah percobaan JUNO siap?

Tidak ada jawaban pasti, banyak hal terjadi seperti kerusakan yang lebih fatal sehingga pembacaan dan transmisi data terganggu. Misi terakhit JUNO dilakukan sewaktu JUNO sendiri perlahan hancur.

JUNO sebetulnya sudah dipersiapkan agar hancur di waktu dan posisi yang tepat untuk melindungi Aliens. JUNO mendekati Jupiter dimana transmisi JUNO tidak terhalang planet atau Matahari, jika hal ini terjadi tentu akan menggangu transmisi data radio atas pembacaan JUNO sewaktu berjalan. Engineer NASA lebih pintar dari anda. Tidak usah khawatir. Jika posisi tidak cocok maka untuk membuat posisi seperti saat ini diperlukan beberapa tahun setting.

Tidak hanya Jupiter dan satelitnya yang dijadikan bahan studi oleh NASA, bulan lain seperti Titan juga menjadi bahan studi yang menarik untuk digali.

Berita dan gambar dari situs NASA dan Youtube NASA JPL.