MENGURANGI DAN OPTIMALISASI JUMLAH POSTING REVISI WORDPRESS

0
187

POSTING suatu tulisan dalam wordpress tentu saja tidak sekali tulis apalagi jika anda tergesa-gesa pasti banyak typo, banyak salah ketik kurang atau lebih satu huruf yang hilang atau salah.

Jika anda menemukan hal tersebut tentu anda sering kali masukkembali dan melakukan revisi. Sekali revisi, dua kali bahkan hingga akhirnya bisa jadi 12 kali revisi dan anda lupa file atau tulisan lama masih tertinggal di website/server hosting anda.

Dalam 12 kali revisi ini, seolah anda memiliki 12 database padahal hanya 1 yang terpakai ditampilkan dan 11 lainnya adalah revisi yang tidak terpakai.

Jika anda memiliki banyak revisi dalam WordPress apakah sebaiknya ditinggalkan atau dihapus? Apakah revisi yang lama dihapus atau disimpan?

Pertanyaan ini pernah saya miliki juga dan akhirnya saya memiliki kesimpulan terbaik. Semua atau hingga sejumlah revisi tertentu dihapus.

Kenapa posting atau revisi lama dalam wordpress harus dihapus?

Ada banyak jawaban.

Saya mengalami hal tersebut dan jawaban berdasar pengalaman pribadi dalam mengurus situs ini dan situs lainnya (kami memiliki 4 situs utama. 2 situs perusahaan serius, 1 situs blog ini dan satu lagi situs sejenis dalam Bahasa Inggris).

Jika saja dalam satu situs anda memiliki 100 posting, dan dalam setiap posting ada 10 revisi maka seolah-olah anda memiliki 1000 posting (900 posting lainnya hanya tersimpan dan sering kali tidak ditampilkan – tentu saja jangan ditampilkan karena posting tersebut adalah posting yang ada kesalahan isi baik typo atau masih draft sebelumnya. NOTE: ada beberapa website dimana tulisan utama memperlihatkan link posting revisi sebelumnya dan jarang atau tidak pernah dilihat pengunjung).

Anda memiliki pendapat yang sama dengan saya, posting yang berjumlah 900 ini adalah posting yang tidak berguna, karena memang tidak ingin anda tampilkan. Karena ini cenderung tidak berguna buat apa disimpan? tentu sebaiknya anda buang hapus once and for all your good shake.

Alasan pertama adalah uraian diatas, jika revisi sebelumnya atau draft posting tidak berguna buat apa disimpan, dihapus adalah pilihan terbaik.

Alasan kedua adalah resources anda terpakai padahal tidak berguna. Revisi sebelumnya tidak berguna disimpan berarti resources (sumber daya server anda) terpakai.

Misal posting anda bernilai 1 kb dan jika anda menyimpan 900 posting tidak terpakai maka ada 900 kb yang tidak berguna.

Jika anda melihat kemampuan server menyimpan tentu ini tidak menjadi masalah, biasanya server murah sudah dalam cakupan Giga (GB) nilai 900 kb tidak berbanding. Benar dalam ukuran file dan kemampuan hard disk ini tidak berguna tetapi jika dalam kemampuan proses berbeda lagi.

File yang banyak dan tumpang tindih antara bagian yang ditampilkan dan tidak ditampilkan akan berderet menjadi barisan database yang banyak dan perlu waktu dalam mencarinya (bagi prosesor atau memory) dalam menampilkan. Proses ini bisa jadi dalam kisaran per sekian detik.

Ingat, website cepat dinilai bagus oleh google. Website sebaiknya laoding kurang dari 3 detik. Jika hal ini menghabiskan 0.5 detik maka hal ini tidak terpakai.

Karena menghabiskan resources sebaiknya dihapus, ini alasan kedua.

Alasan ketiga berikutnya terkait revisi posting lama adalah masalah tersembunyi yang menurut saya jauh lebih besar dari kedua alasan diatas.

Revisi posting lama atau file atau database yang lama tidak terpakai mungkin memiliki masalah tersembunyi.

Dalam posting lama bisa jadi terdapat comment yang lama dan spam atau anda hapus (atau msaih tertinggal tapi tidak ditampilkan). Comment ini atau spam ini bisa jadi memiliki trackback atau pingback.

ping·back
‘piNGˌbak/
noun
noun: pingback; plural noun: pingbacks; noun: ping-back; plural noun: ping-backs
  1. an automatic notification sent when a link has been created to a person’s blog post from an external website, allowing a reciprocal link to that website to be created.
    “at times it seems as if these posts just go out into the ether and disappear, so it’s nice to get a pingback once in a while”

Agak susah menjelaskan trackback dan pingback jadi saya pergunakan hasil dari Google untuk ditampilkan.

track·back
ˈtrakˌbak/
noun
  1. an automatic notification sent when a link has been created to a person’s blog post from an external website, allowing a reciprocal link to that website to be created.
    “we reserve the right to delete trackbacks”

Apa, bagaimana dan kenapa ada atau perlu trackback dan pingback?

Jika anda membuat posting khusus dan ingin ada link khusus dengan website lain (mungkin memiliki SERP atau Pagerank yang lebih tinggi) adan ingin membuatkan trackback dan pingback ini bisa jadi perlu tetapi sebetulnya mendingan memperbaiki SEO dan biarakan epngunjung organik dari searh engine atau dari media sosial.

Biarkan pengjung hanya datang dari kedua hal tersebut. Itu yang kami buat. Kami berpendapat tidak usah ada trackback atau pingback (kecuali jika tidak sengaja membuat atau terbuatkan).

Ada masalah tersembunyi lainnya yang besar dari posting revisi lama yang tidak terpakai.

TRANSIENT data base pada WordPress adalah bahaya tersembunyi yang jauh lebih besar jika menumpuk.

Sama seperti terkait Pingback dan Trackback maka saya tampilkan apa itu sebetulnya Transient sebenarnya diambil dari WordPress apa itu transient.

The Transients API is very similar to the Options API but with the added feature of an expiration time, which simplifies the process of using the wp_options database table to temporarily store cached information.

Note that the “site_” functions are essentially the same as their counterparts, but work network wide when using WordPress Multisite.

Also of note is that Transients are inherently sped up by caching plugins, where normal Options are not. A memcached plugin, for example, would make WordPress store transient values in fast memory instead of in the database. For this reason, transients should be used to store any data that is expected to expire, or which can expire at any time. Transients should also never be assumed to be in the database, since they may not be stored there at all.

Furthermore, it is possible for the transient to not be available before the expiration time. Much like what is done with caching, your code should have a fall back method to re-generate the data should the transient not be available.

Pada prinsipnya transient adalah metode mengelompokan data/database. Transient ini mengelompokkan untuk menyiapkan/memanggil data tersebut, disiapkan untuk dipanggil dan bisa dikelompokan untuk di-cahce (disimpan dalam memori sementara).

Apa itu cache?

Anda sebaiknya melihat apa dan bagaimana cache dalam posting ini

dan jika anda tertarik melihat cache dihandel terbaik dengan cara apa sebaiknya melihat posting ini.

Dalam penjelasan WordPress, didapat bahwa transient itu ada batas waktu pemakaian, sehingga ditarik kesimpulan jika sudah lewat batas waktu maka tidak dipakai. Dari batas waktu dan tidak dipakai ini ada istilah Expired Transient.

Masalah tersembunyi ini adalah jika expired maka menumpuk dan tidak dihapus secara otomatis oleh WordPress.

Ryan McCue: Everyone seems to misunderstand how transient expiration works, so the long and short of it is: transient expiration times are a maximum time. There is no minimum age. Transients might disappear one second after you set them, or 24 hours, but they will never be around after the expiration time.

Jika terus menumpuk maka akan menghabiskan resources yang lebih serius bagi server/hosting anda.

Bayangkan ada 900 expired transient (mungkin lebih untuk kasus posting lama, revisi dan baru).

Dalam posting dari situs WordPress tersebut ada cara yang bisa dipakai untuk menentukan cara mengatasi masalah ini.

Tunggu dulu, kami dan anda mungkin sama-sama tidak terlalu mengerti masalah coding dan ada cara lain yang lebih mudah. Dibagian akhir nanti akan ditampilkan cara mengatasi hal ini.

Masalah tersembunyi lainnya adalah ada kemungkinan Database anda menumpuk dan tidak optimal.

Database ini akan disimpan dalam memori server anda dan bisa jadi akan sangat banyak sekali. Penyimpanan database ini disebut InnoDB.

InnoDB is a storage engine for MySQL. MySQL 5.5 and later use it by default. It provides the standard ACID-compliant transaction features, along with foreign key support (Declarative Referential Integrity).

Masalah ini perlu anda hilangkan juga. Tidak usah khawatir, cara menyelesaikan masalah ini juga da dalam bagian akhir dengan sangat sederhana.

BAGAIMANA CARA MENYELESAIKAN MASALAH MENUMPUKNYA REVISI ATAU DRAFT POSTING LAMA DALAM WORDPRESS?

Cara termudah adalah dengan plugin (jika anda tidak ingin melakukan coding) sebetulnya dari banyak tulisan hal terbaik karena ringan bagi server adalah dengan coding langsung. Khusus untuk hal ini sebaiknya dengan plugin.

Apa Plugin yang bagus untuk menghapus file lama, database lama, expired transient dan optimalisasi database?

Ada banyak plugin dan banyak juga yang terpisah-pisah. Semua pllugin tersebut bagus dan hebat dimana penulis plugin tersebut menyediakan secara gratis. Ini memang hebat. Kami berterimakasih atas hal ini. Ada banyak plugin yang gratis dan bisa dipergunakan dalam WordPress.

Langsung ke permasalahan, daripada menampilkan berbagai plugin yang banyak dan semua bagus, sebagai usulan utama cukup menggunakan plugin: Optimize Database after Deleting Revisions.

Plugin ini hebat di-update terus dan baru juga sewaktu wordpress baru saja update juga.

Optimize Database after Deleting Revisions, menghapus revisi posting 5

 

Plugin ini juga memiliki fitus yang diperlukan untuk setiap pertanyaan diatas. Gratis pula untuk full features.

Jika anda memiliki posting yang banyak beragam dan tidak dihapus revisi sebelumnya maka tinggal install, setting pilihan misal untuk 3 posting terakhir saja dan klik maka selesai. Aman dari masalah diatas.

Sebagai informasi tambahan, database dan caching dalam setahun setengah (seperti yang pernah kami alami) ternyata di server menumpuk hingga berjumlah 9 GB. Benar 9 GB anda tidak salah baca.

Jika anda ingin menyewa cloud dan ukuran file isi situs perlu dipertimbangkan maka ukuran 9 GB ini tidak perlu.

Anda memiliki saran dan masukan atas tulisan ini? Mohon kirim email atau comment pada bagian bawah. Kami akan coba telaah.

KUNJUNGI halaman depan kami, WWW.LEMBAR.INFO bookmark dan anda mendapat berita update entrepreneur, blog & tech setiap hari.

Berita dari berbagai sumber terutama dari Plugin Optimize Database after Deleting Revisions By CAGE Web Design | Rolf van Gelder, Eindhoven, The Netherlands |.