MICROLOANS DAN KEMISKINAN DI DUNIA

0
211

APAKAH ANDA INGIN MENJADI ENTREPRENEUR SUKSES? Maka membaca paper yang dilakukan orang dari MIT ini berguna apalagi anda sedang mencari ide bisnis. Karena poin itulah maka kami membagi kedalam situs ini.

Pinjaman kecil biasa disebut micro-loan, micro-finance atau micro-credit atau nama sejenis lainnya memiliki mitos yang unik. Pinjamlah uang dalam jumlah kecil, istri membantu membuat usaha dan keluarga terlepas dari kemiskinan.

APAKAH MICRO-LOAN BERGUNA MELEPASKAN KELUARGA MISKIN DARI KEMISKINAN?

Banyak orang atau keluarga melakukan usaha tambahan untuk mendapat penghasilan tambahan.

Banyak jenis usaha dengan dorongan pinjaman kecil yang diterapkan di luar negeri seperti oleh FINCA atau Microlender Spandana. Mereka mengklaim membantu banyak keluarga menjadi tidak miskin dan banyak cerita sukses yang diangkat.

Riset yang dilakukan National Bureau of Economic Research (NBER) di Massachusetts Institute of Technology (MIT) menunjukan perbedaan hasil.

This study–the first and longest running evaluation of the standard group-lending loan product
that has made microfinance known worldwide–yields a number of results that may prompt a
rethinking of the role of microfinance.

Kenapa studi oleh MIT ini patut dipertimbangkan hasilnya?

penelitian dampak microloans dilakukan dalam rentang waktu yang panjang;

miroloans yang dikaji adalah jenis yang standar banyak ditawarkan;

dilakukan pada dua sistem kontrol yang sepadan dan patut menjadi pembanding.

 

rupiah idr mata uang logo bank indonesia rpPada tahun 2005, para pelaku riset sudah mulai mendata dan memonitor 52 rumah tangga miskin di Hyderabad, India yang mendapat bantuan pinjaman kecil (microloan) dari Spandana.

52 keluarga miskin lain juga dimonitor dimana Spandana belum melakukan penawaran di lokasi tersebut.

Dalam perkembangannya, Spandana kemudian juga menawarkan pinajaman di lokasi kontrol (52 keluarga kedua yang belum meminjam pada saat studi awal). Sehingga kemudian terjadi dua studi, satu keluarga meminjam lebih lama diawal dan 52 keluarga lainnya meminjam kemudian. Terjadi studi pembandingan peminjam awal yang lama dan baru.

Hasilnya tidak menunjukan perubahan signifikan, sebagaimana disebut dalam bagian kesimpulan dari riset tersebut.

For those who choose to borrow, while microcredit “succeeds” in leading some of them to
expanding their businesses (or choose to start a female-owned business), it does not fuel an
escape from poverty based on those small businesses.

Konsumsi bulanan pada keluarga peminjam tidak bertambah (sebagai indikator utama).

Untung dari usaha mereka juga tidak serta merta meningkat.

Yang juga menjadi sorotan dalam studi ini, dalam masyarakat kecil terjadi peningkatan akan keperluan pengeluaran harian pada masyarakat penghasilan kecil (yang tidak bertambah pendapatannya) secara signifikan dampaknya besar.

Pada masyarakat kecil ini, jika diperlukan pengeluaran lebih besar misal pada pengeluaran akan kebutuhan biaya sekolah maka yang terjadi pengecilan pengeluaran di bidang kesehatan (atau bidang konsumsi lain). Hidup dan bisnisnya pada perinsipnya seperti tidak berkembang.

APA MASALAH YANG JUGA TERJADI DI MASYARAKAT KECIL?

One reason may be that the average business run by this target group is tiny (almost none of them have an employee), not particularly profitable, and difficult to expand, even in a high-growth context, given the skill sets of the entrepreneurs and their life situations.

 

 

 

 

 

 

Masalah dari ketidak berkembangan ini bisa dikaji karena beberapa sebab:

  • bisnis rata-rata yang dilakukan sangat kecil (note penulis: bisnis kecil kemungkinan akan selalu kecil – jika terkait poin selanjutnya);
  • bisnis tidak dalam bidang yang menguntungkan;
  • susah berkembang mungkin karena skill, pengetahuan atau keadaan lingkungan kehidupan;

Jika anda entrepreuner, seperti kami sekomplotan entrepreneurwanna be, maka memperhatikan ketiga poin dari riset ini sangat berguna. Hindari ketiga poin ini jika terjadi kepada usaha anda.

Mungkin hal terbaik adalah enjoy saja, biarkan bergulir.