NASIB FIFA, SEPP BLATER, MICHAEL PLATINI?

0
198

Sebagai tambahan dari berbagai gosip yang terjadi, ternyata FIFA saat ini sedang diguncang perubahan dan gosip yang sangat seru.

Bermula pada 2011 dimana Platini terindikasi mendapat bayaran 2 juta USD dan tertanda tangan oleh Blatter sebgaimana yang dikemukakan pada hearing (dengar pendapat) yang dipimpin oleh Hans-Joachim Eckert  di Zurich.

Pada hearing tersebut, keduanya baik Platini atau Blatter menyangkal hal tersebut karena menurut Blatter, pembayaran tersebut diperlukan untukmembayar jasa kerja Platini sebagai penghasilan selama bekerja dari tahun 1999 hingga 2002.

Pembayaran tersebut, menurut  Komite Etik (Chamber of the Ethics Committee) FIFA, terkait pembayaran tersebut maka Blatter dan Platini menghadapi hukuman berdasar tuduhan Korupsi, konflik interest dan tidak bekerja sama dengan benar menurut kaidah FIFA.

Berdasar hal tersebut, Komite Etik FIFA menetapkan hukuman. Hukumannya sangat serius.

Sepp Blater dan Michel Platini dijatuhi hukuman untuk tidak terlibat kegiatan FIFA apapun selama delapan (8) tahun. Berarti terancam sekitar dua kali pelaksanaan Piala Dunia tidak boleh ikut terlibat belum lagi ancaman untuk melepas jabatan Presiden FIFA.

wordl cup thropy piala wordl cup piala dunia fifa

Sesudah ditetapkan dijatuhi hukuman tersebut, Blater masih menyebut dirinya sebagai Presiden FIFA dan bahkan menyebut bahwa dia masih memainkan bola dan masih percaya bahwa dirinya sebagai  “a man of principles.”

Berbeda dengan Blater, UEFA memberikan pengumuman dengan menjadi pendukung Platini dimana UEFA meminta FIFA untuk membersihkan nama baiknya.

Selain kontroversi atas pemberian pembayaran Blatter terhadap Platini, Blatter juga mendapat isu keras yang tidak sedap lainnya terkait penetapan penyelenggara piala dunia.

Penetapan Rusia untuk mejadi pelaksana Piala Dunia 2018 demikian juga dengan isu terkait penetapan Qatar sebagai pelaksana Piala Dunia 2022.

Tidak hanya itu, isu terkait pemilihan Blatter yang kelima kali juga sering disorot sewaktu bersaing dengan Prince Ali bin Hussein di Mei 2015 kemarin.