PAPER 2016 TENTANG MASALAH BARU, DOSIS ANTIBIOTIK NAIK

0
33

ANTOBIOTIK tidak bisa dipungkiri sebagai obat yang sangat berguna, terbukti korban perang dunia turun drastis sesudah obat yang satu ini dikenalkan.

Secara umum medis modern yang dikenal saat ini mungkin mulai diperkenalkan pada kisaran perang dunia di tahun 1940an. Dari semenjak itu perawatan bedah, keperluan pengobatan bagi infeksi yang biasa dikenal saat itu mulai manjur menggunakan antibiotik.

Penggunaan antobiotik terus dipakai dan ditakutkan kebablasan karena ada paper baru yang meninjau penggunaan dan dampak antibiotik di tahun 2015. Permasalahan pengunaan antibiotik yang dilihat terkumpul menjadi 3 masalah yaitu pola dan trend penggunaan, supply dan riset yang dikembangkan serta perubahan penggunaan antobiotik.

This State of the World’s Antibiotics report records the status of this important global resource and provides critical policy analysis on three issues:
• global patterns and trends in antibiotic resistance and antibiotic use in human beings and animals;
• the existing antibiotic supply and the research and development pipeline; and
• interventions that have been shown to help rationalize antibiotic use and are practicable in all countries.

Kenapa pengunaan antibiotik perlu ditinjau?

Menurut studi yang dilakukan, diperkirakan ada sekitar 700 ribu orang meninggal karena bibit penyakit ternyata tahan terhadap antibiotik.

Berdasar sample yang diambil pada tahun 2014 juga ternyata penyebab diare atau mencret (biasanya oleh bakteri coli atau ecoli atau bernama keren lengkap Escherichia coli) ternyata 60% dari sample menunjukan ketahanan terhadap obat yang ada.

Penggunaann antibiotik yang berlebihan tidak hanya pada manusia tetapi juga terhadap hewan peliharaan.

Penggunaan antibiotik juga ternyata mirip dengan beli mobil dengan cara import. Menghabiskan uang negara.

Pada tahun 2000 hingga 2014 penggunaan antibiotik berlebihan hingga ke jumlah 50% peningkatannya.

Diperkirakan pada tahun 2050 penggunaan antibiotik bisa mencapai 1.1% hingga 3.8% dari total GDP suatu negara, jika penggunaan berlebihan selain resiko daya tahan penyakit dan membunuh pasien juga menghabiskan uang lebih banyak lagi. Merugikan.

The greater the volume of antibiotics used, the greater the chances that antibiotic-resistant populations of bacteria will prevail in the contest for survival of the fittest at the bacterial level.

 

Akhir bulan ini, secara khusus PBB (Perserikatan Bangsa – Bangsa) merencanakan meeting khusus terkait hal ini.

Berita diambil dari situs Center for Disease Dynamics, Economics & Policy.