PARTICLE ACCELERATOR UJICOBA ATOM DI TENGAH KONFLIK PERANG

0
15

FASILITAS CANGGIH terkait percobaan atom mirip CERN akan berdiri diatas bukit sekitar 30 km arah barat laut dari Kota Amman di Jordania.

Fasilitas canggih ini memang dibantu CERN dalam persiapannya dari semenjak sekitar 20 tahun yang lalu. Saat ini fasilitas masih dalam persiapan akhir dan diharapkan pada Pebruari 2017 akan siap untuk percobaan partikel pertama. Dimana percobaan partikel ini akan menggunakan Electron synchrotrons yang merupakan adik atau sepupu kecil dari Hadron Collider atau Large Hadron Collider (LHC) di dekat Jenewa – Swiss.

Fasilitas canggih ini terletak di Timur Tengah yang merupakan arena konflik yang terbesar di muka bumi saat ini.

Berbagai konflik berada di dekat Jordania dan tidak heran jika fasilitas ini terseok-seok dengan berbagai lobi politik dan lobi ilmiah. Keberhasilan pembuatan fasilitas ini mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Indonesia yang seharusnya jauh lebih siap. Tercatat saat ini ada 60 Electron synchrotrons di dunia dan tidak satupun di Timur Tengah.

Apa itu Electron synchrotrons dan apa itu SESAME?

Sesame ini adalah singkatan bukan inspirasi dari kartun atau serial TV tertentu dari masa kecil para ilmuwan.

SESAME (Synchrotron-light for Experimental Science and Applications in the Middle East) is a “third-generation” synchrotron light source under construction in Allan (Jordan). It will be the Middle East’s first major international research centre.

Sedang Electron synchrotrons sendiri adalah alat magnet seperti LHC. Pada Electron synchrotrons terdapat kumparan magnet yang akan membantu elektron untuk berjalan dan meluncur dan mengeluarkan radiasi dengan berbagai frekuensi dari infra merah hingga ke tingkat Sinar X. Sumber partikel bisa dari atau untuk reaksi logam atau juga material biologis.

Pembuatan alat canggih ini tentu saja tidak murah, perlu biaya sekitar 8o juta USD untuk membuat perangkat di Jordania ini. Sepupu jauhnya yang mirip ini di Inggris menghabiskan dana hingga 330 juta USD.

Sekitar 20 tahun yang lalu, peraih hadiah Nobel dari Timur Tengah menggugah pemerintahan di Timur Tengah untuk membuat fasilitas ilmiah yang dapat membangkitkan semangat keilmuan area Timur Tengah.

Bagaimana dengan Indonesia?

 

Referensi situs SESAME.