PELAJARAN DARI KASUS EBOLA

0
25

EBOLA adalah salah satu penyakit yang bisa disebut sebagai penyakit yang menakutkan karena menyerang dan menyebar dengan cepat sangat eifisien.

Dari penyebaran dan cara Ebola menyerang, ternyata memunculkan cara pengobatan baru yang sebelumnya tidak pernah ada. Bukan berarti cara ini akan manjur tetapi cara ini memberikan salah satu approach atau pendekatan berbeda untuk mengobati penyakit.

Diperkirakan saat itu adalah pada 23 Desember 2013, seorang anak berusia sekitar 2 tahun bernama Emile Ouamouno sedang asik bermain dibawah pohon dimana kelelawar buah bersarang.

Kemudian ternyata Emile kecil ini jatuh sakit, tidak disangka kemudian ibunya, saudara perempuan dan neneknya kemudian sakit dan dalam hitungan hari mereka semua meninggal. Korban ini disebut kemudian oleh dunia sebagai patient zero.

 

Dari desa Meliandou ini kemudian virus secara cepat menyebar ke berbagai kota dan sewaktu dunia mendengar penyakit ini dalam beberapa hari kemudian, virus ini sudah merangksek maju ke berbagai tempat hingga ke negara perbatasan ke Guinea, Liberia dan Sierra Leone.

Dari Afrika Barat (West Africa) kemudian Ebola berjalan ke UK, Perancis, Spanyol dan Amerika hingga diperkirakan menelan 11,300 korban.

Pelajaran yang didapat bahwa dunia saat ini sudah terbuka bagi akses siapa dan kemana saja. Jika ada penyakit lain seperti Ebola menyerang maka tidak heran jika tempat lain dengan cepat terserang.

Ebola juga memberi pelajaran lain karena virus ini kuat dan lemah. Virus ini kuat karena memiliki membrane pelindung dari protein (glycoproteins) dan sekaligus juga membuat virus ini lemah.

 

Dari glycoproteins protein ini dapat dibuat vaksin yang membuat orang tahan terhadap Ebola.

Virus ini juga membuat orang mulai mengembangkan lebih lanjut mengenai pengobatan hingga ke tingkat level atomic. Sel manusia hingga setingkat atom ditelaah dan dicari obat atau anti-viral sehingga virus tidak dapat hidup atau menyebar lebih lanjut dalam tubuh manusia.

Sistem sejenis juga diterapkan oleh Professor Dave Stuart dari Oxford untuk pengobatan cancer drug Toremifene and the painkiller Ibuprofen.

 

Referensi situs OXFORD (OX AC UK).