TESLA awal januari tahun 2017 ini mengumumkan bahwa pembuatan batre dengan jumlah terbesar di dunia sudah dimulai di Giga Factory. Giga Factory bernama demikian karena memang merupakan pabrik terbesar di dunia saat ini.

Model 3 cell production will follow in Q2 and by 2018, the Gigafactory will produce 35 GWh/year of lithium-ion battery cells, nearly as much as the rest of the entire world’s battery production combined.

Pabrik ini merupakan basis bagi Tesla dalam membuat mobil dan juga merubah harga batre dunia agar lebih murah karena produksi masal. Diharapkan harga mobil listrik juga akan turun dengan drastis jika harga batre turun.

Menurut perkiraan McKinsey, teknologi lithium-ion battery pack untuk otomotif akan turun pada tahun 2025 hingga 160 USD per kWh … pada tahun 2020 harga Model S akan ada pada kisaran 30 ribu USD per unit.

Tesla juga melihat perubahan mobil listrik memang sangat tergantung kepada batre, sehingga Tesla secara khusus bekerja sama dengan Pansonic untuk membuat bare lebih baik dan lebih murah. Tesla menamakan Batre murah dan handal ini dengan nama The high performance cylindrical 2170 cell.

KUNJUNGI halaman depan kami, WWW.LEMBAR.INFO bookmark dan anda mendapat berita update entrepreneur, blog & tech setiap hari.

Pembuatan pabrik ini tidak hanya memperbaiki teknologi tetapi juga sudah tentu menciptakan banyak lowongan pekerjaan, setidaknya ada 6500 lowongan pekerjaan langsung dibawah Tesla dan ada sekitar 20 ribu hingga 30 ribu lowongan kerja tidak langsung di area yang terkait kegiatan Tesla ini.

 

 

Refernsi dari situs Tesla.