PENANGKAP ROBOT DARI DARPA

0
18

AMERIKA mempergunakan tentara dan robot dalam pertempuran di Iraq dan juga dalam perburuan ISIS, ada banyak potongan klip bagaimana drone yang sebetulnya robot jarak jauh ini meluncurkan tembakan atau bahkan misil.

Robot drone ini ada dalam berbagai bentuk dan ukuran, untuk peluncur misil maka drone yang digunakan akan relatif sangat besar hampir seperti pesawat tempur kecil dibanding drone yang dipakai untuk pengamatan.

Untuk keadaan tertentu seperti pengamatan di tempat konflik dimana area bergunung dan banyak pepohonan maka menggunakan pesawat terbang tidak sepenuhnya tepat untuk pengamatan.

DARPA atau Defense Advanced Research Projects Agency mencoba mengembangkan berbagai tipe drone untuk pengamatan bahkan untuk drone hampir sebesar serangga dan burung juga sudah tersedia.

Untuk tipe drone yang memiliki sayap tetap seperti pesawat kecil dengan sayap dan badan yang kecil maka akan ada masalah lain, pesawat kecil mudah untuk diluncurkan terbang dimana saja pada area berbukit dan dpenuhi batu-batuan tetapi tidak mudah untuk mendarat.

Untuk menjawab keperluan ini maka DARPA membuat robot penangkap drone. Robot ini bernama SideArm.

SideArm fits in the footprint of a standard 20-foot shipping container for easy transport by truck, ship, rail, C-130 transport aircraft, and CH-47 heavy-lift helicopter. The small-footprint system is designed to operate in truck-mounted, ship-mounted, and standalone/fixed-site facilities. A crew of only two to four people can set up or stow the system in minutes.

SideArm owes its small size to combining its launch and capture equipment into a single rail that folds for transport. Rather than using a traditional capture method that uses a net to catch the UAS, the system snags a hook on the back of the vehicle and directs the hook to travel down the rail. This approach provides slower, more constant and controlled deceleration, which is safer for the vehicle.

SideArm ini akan dapat menangkap pesawat kecil hingga ukuran berat sekitar 900 pound atau sekitar 400 kg (sebagai referensi berat kosong mobil Camry sekitar 1600 kg, mungkin 1 unit buah bajay memiliki berat sekitar 300 kg).

SideArm ini akan mudah dipasang dan dirakit hanya perlu sekitar 2 hingga 4 orang untuk membuat alat ini siap dan dapat dipakai.

 

Sepertinya alat untuk membunuh dan alat untuk penunjang agar membunuh manusia semakin canggih saja.

Anda juga mungkin perlu melihat bagaimana alat pembunuh lain bekerja dengan lebih dahsyat dibanding yang pernah di pakai dengan perbandingan terhadap nuklir di Hiroshima dan Nagasaki.

Ada yang salah dengan perlombaan senjata. Sudah tentu ada yang salah juga dengan pelombaan alat pendukung agar senjata lebih efisien. Dunia perlu Power Ranger.