PENELITIAN TERBARU, INGIN OTAK ANDA BERUBAH BENTUK? JADILAH ASTRONOT

0
26

ALIENS diceritakan dalam beberapa film fiksi seperti dalam Man in Black dapat berupa manusia biasa dan juga dapat berupa mahluk seperti manusia dengan kepala lonjong, mungkin itu juga yang terjadi jika para astronot tidak pulang kampung tetapi berseliweran terus menerus luntang-lantung di luar angkasa.

Perkiraan tadi mungkin terlalu berlebihan, hanya saja penelitian terakhir oleh University of Michigan menyebutkan bahwa otak para asronot berubah sewaktu berjalan di laur angkasa.

Dalam studi sebelumnya NASA melakukan perbandingan antara dua tubuh identik untuk mengetahui dampak berkurangnya beban zero gravity di luar angkasa dan ternyata sangat berbeda hasilnya terkait tulang dan otot. Ternyata perbedaan tersebut tidak hanya di otot atau tulang, terhadap otak juga terjadi perubahan.

Humans undergo extensive sensorimotor adaptation during spaceflight due to altered vestibular inputs and body unloading. No studies have yet evaluated the effects of spaceflight on human brain structure despite the fact that recently reported optic nerve structural changes are hypothesized to occur due to increased intracranial pressure occurring with microgravity. This is the first report on human brain structural changes with spaceflight.

Penelitiang dilakukan pada 27 astronot yang melakukan perjalan di luar angkasa dengan berbagai durasi. Dari durasi pendek sekitar 3 minggu hingga yang tinggal lebih dari 6 bulan diperbandingkan hasilnya.

Hasilnya ternyata cenderung berkurang tidak bertambah, mirip dengan keadaan tulang yang juga cenderung berkurang.

We found extensive volumetric gray matter decreases, including large areas covering the temporal and frontal poles and around the orbits.

Dalam penelitian ini juga perlu ada peninjauan lebih lanjut terkait kegiatan sebelum terbang ke laur angkasa dan juga peninjauan terhadap kegiatan dan kebiasan sewaktu di luar angkasa bisa jadi berkontribusi dalam perubahan ini.

Sayang juga tidak ada studi penambah seperti respon otak terkait tantangan baik motorik, sensorik atau tantangan lain yang membuat perbandingan apakah respon otak lebih baik atau lebih buruk sesudah di luar angkasa, misal diberikan tes juga terkait IQ atau EQ sesudah selesai misi.

Referensi situs University of Michigan.