PENGIRIMAN BARANG OTOMATIS TANPA MANUSIA

0
149

Pengiriman barang menggunakan drone pernah menjadi perdebatan serius agar mendapat ijin dari otoritas di amerika.

Penggunaan drone secara umum hilir mudik di angkasa secara bebas tidak mendapat ijin dari FAA (Federal Aviation Administration atau badan otoritas yang bertanggung jawab mengenai penerbangan).

Saat ini ide penggunaan drone sudah memudar dan pilihan untuk teknologi lain bermunculan dan salah satunya adalah pengantar leewat darat menjejak kaki ke tanah.

Dimotori oleh salah seorang pendiri Skype, Ahti Heinla bersama tiga orang lainnya (Allan Martinson, Keith Cornell dan Janus Friis) mengembangkan ide pengantar otomatis melalui darat. Melalui Starship, mereka membagi pusat kegiatan dibeberapa tempat.

Starship saat ini hanya terdiri dari 28 orang dimana untuk pusat engineering berpusat di Estonia, product design di Finland and pusat bisnis difokuskan di London, United Kingdom.

starship in action robot pengirim barang

(Semua gambar drone pengirim barang diambil dari diambil dari: www.starship.xyz)

SELF-DRIVING DELIVERY ROBOT

Pada prinsipnya, Starship adalah robot yang bisa mengemudi sendiri sepanjang rute yang ditentukan pada trotoar.

Barang yang bisa diangkut maksimum 40 pounds dan tidak bisa dibuka orang lain hanya oleh penerima. Robot ini bisa ditracking dan memiliki kemampuan untuk menghindari objek yang ditemui sepanjang jalan sehingga bisa mengklaim bahwa robot ini tidak membayakan orang atau pengguna jalan.

Robot ini memiliki keterbatas diantaranya hanya bisa mengirim dalam radius 5km dengan masa pengiriman sekitar 30-40 menit.

Masih perlu waktu untuk diterapkan di Indonesia karena trotoar masih harus berebut dengan motor yang putus asa karena macet dan pedagang kaki lima.

Satu lagi yang terpenting, robot ini colong-able. Masih lebih baik minta GOJEK untuk delivery.