PERJALANAN KE LUAR ANGKASA MURAH DENGAN LIFT ELEVATOR

0
55

KONSEP PERJALANAN MURAH ke luar angkasa mendapat perhatian yang lebih tinggi bagi penggemar isu teknologi luar angkasa.

Elon Musk menawarkan harga perjalanan murah ke Mars dengan ongkos sebesar 200 ribu USD. Virgin Galatic menawarkan tiket yang murah juga (untuk saat ini – sebesar 250 ribu USD untuk berjalan sekitar 2.5 jam di angkasa luar rendah).

Harga tiket yang ditawarkan oleh setiap konsep pesawat ini mengundang ide yang lebih liar untuk diterapkan dengan harapan bahwa biaya akan menjadi lebih murah. Perlombaan kendaraan ke luar angkasa menjadi hal lumrah sepertinya saat ini, meninggalkan perlombaan gedung tertinggi.

Adakah ide lain untuk keluar Angkasa?

Konstantin Eduardovich Tsiolkovsky atau Konstantin Tsiolkovsky adalah salah satu penggagas ilmu dasar bagi roket (atau bagi ilmu dasar mesin jet).

…Although rockets had been in use since their invention in twelfth-century China as weapons that evolved from fireworks, it was Tsiolkovsky who used mathematics and physics to study and model the manner in which they operated, called rocket dynamics.

In 1903 he published the rocket equation in a Russian aviation magazine. Called the Tsiolkovsky formula, it established the relationships among rocket speed, the speed of the gas at exit, and the mass of the rocket and its propellant. This equation is the basis of much of the spacecraft engineering done today….

Konstantin Tsiolkovsky yang menjadi inspirasi bagi pengkonsep mesin roket Rusia pada masa berikutnya.

Sebagaimana diketahui, mesin roket terbaik saat ini berasal dari Rusia melalui berbagai percobaan dan rahasia yang meliputi perkembangannya. Tidak mengherankan dengan teknologi mesin roket yang maju, ada sangkaan bahwa Rusia memiliki kemampuan untuk pergi ke Bulan lebih awal dibanding Amerika.

Konstantin Tsiolkovsky tidak hanya mengembangkan konsep dasar bagi teknologi roket, tetapi juga mengusulkan teknologi ke luar angkasa yang murah. Teknologi yang dipilih adalah menggunakan elevator.

Elevator yang dipilih sebaiknya ditempatkan di garis Khaltulistiwa (ekuator) dan menggunakan teknologi yang terbaru (saat ini belum ada).

Kabel Nano akan diperlukan untuk menarik elevator naik ke angkasa dan kabel ini harus kuat sekaligus ringan.

kabel-nano-bagi-elevator-angkasa-luar

 

Pilihan kabel ini karbon nano ini sepertinya satu-satunya pilihan karena kabel ini kuat dan bisa menopang berat sendiri dan barang yang naik. Kabel ini akan membentang hingga sepanjang 36 ribu km.

Jika saja teknologi sudah mendukung maka usulan ini akan terlihat sangat masuk akal untuk diterapkan.

Mungkin anda menyebut bahwa teknologi ini terlalu jauh untuk diterapkan dan tidak ada perusahaan yang mau membuat hal ini. Anda salah.

Suatu perusahaan bernama Kobayashi Coorporation mengusulkan konsep yang disebutkan oleh Konstantin Tsiolkovsky sewaktu terinpirasi oleh Menara Eiffel.

…The space elevator is planned to be built by the year 2050 with a capacity to carry 100-ton climbers.

It is composed of a 96,000-km carbon nanotube cable, a 400-m diameter floating Earth Port and a 12,500-ton counter-weight. Other facilities include Martian/Lunar Gravity Centers, an Low Earth Orbit Gate, a Geostationary Earth Orbit Station, a Mars Gate and a Solar System Exploration Gate…

Dalam situs Kobayashi Coorporation, disebutkan bahwa konsep ini mungkin diterapkan (feasible) dengan adanya material kable yang bisa menahan beban hingga 150 GPa.

Pembuatan struktur ini diperkirakan akan menghabiskan waktu hingga 20 tahun dengan tahapan pengerjaan yang rumit dan bermacam-macam.

Tidak mengherankan jika Rusia memiliki teknologi dirgantara yang maju karena banyak fondasi bagi teknologi ini berkembang di Rusia.

Mungkin anda juga tertarik dengan gosip lain terkait Kosmonaut Rusia yang sudah berjalan selama 7 tahun ke planet lain dan sampai di Saturnus pada Agustus 2016.

Berita dan gambar diambil dari link Youtube (Mic of Orion) pada halaman ini, situs Wikipedia dan situs NASA.

 

Referensi utama lain yaitu: Situs Obayashi Coorporation.