PERUBAHAN MUKA KOMET OLEH ESA

KOMET ternyata seperti artis yang mukanya bisa berubah hanya saja terdapat perbedaan mendasar, komet sewaktu permukaan berubah tetap saja menjadi objek yang menarik.

ESA atau European Space Agency merupakan organisasi yang mendedikasikan dirinya untuk melakukan eksplorasi luar angkasa dan untuk hal tersebut memiliki Rosetta.

Rosetta ini adalah wanaha yang bertugas (bisa disebut hanya untuk) mempelajari komet 67P atau juga disebut Komet Churyumov–Gerasimenko dan diluncurkan di tahun 2004. Sewaktu Rosetta berjalan mengejar dan mempelajari Komet 67P ini maka wahana juga melewati beberapa tempat seperti melewati Planet Mars. Gravitasi Planet Mars membantu menarik satelit ini sewaktu mengejar komet P67P.

Kenapa mengejar komet 67P? Bahkan komet ini mendarat di Komet 67P ini, ada apa?

Betul, itu hak dari wahana ini kemana dia pergi.

Para ilmuwan merencanakan arah dan lintasan komet untuk mengetahui banyak pertanyaan.

Komet menarik para ilmuwan karena komet bergerak dengan bentuk dan kecepatan yang berubah-ubah terutama terkait posisinya terhadap Matahari.

ESA baru saja mengumumkan temuan yang terjadi di Komet 67P dalam minggu ini dan menarik untuk dicermati.

Situs ESA:

“Monitoring the comet continuously as it traversed the inner Solar System gave us an unprecedented insight not only into how comets change when they travel close to the Sun, but also how fast these changes take place,” says Ramy El-Maarry, study leader…

Banyak perubahan muka komet yang terjadi sewaktu diperhatikan dari tahun 2015 dan 2016.

Dari foto yang didapat dari Rosetta didapat bahwa terjadi pergeseran bebatuan, keruntuhan tebing atau bagian dari suatu sisi komet. Perubahan ini diperkirakan karena terjadinya perubahan temperatur yang juga bisa memicu semburan gas dari dalam tubuh komet.

In situ weathering occurs all over the comet, where consolidated materials are weakened – such as by heating and cooling cycles on daily or seasonal timescales – causing their fragmentation. Combined with heating of subsurface ices that lead to outflows of gas, this can ultimately result in the sudden collapse of cliff walls, the evidence of which is apparent in several locations on the comet.

Beberapa batu hingga suatu batu berukuran sekitar 4 meter juga bergeser cukup jauh dan diperkirakan bergeser hingga 15 meter.

Diperkirakan batu tersebut bergeser karena tanah yang berseger karena erosi, bisa juga batu ini bergeser karena semburan gas dari dalam.

The movement could have been triggered in one of two ways: either the material on which it was sitting eroded away, allowing it to roll downslope, or a forceful outburst could have directly lifted it to the new location.

Perubahan komet dan juga hal-hal besar yang terjadi pada komet memang menarik, ternyata Aliens tidak ada urusan dengan komet.

Anda tertarik juga membuat prediksi kesebelasan terbesar di dunia ini?

Perlu melihat video ini: