POHON SENGON SOLOMON DAN PUPUK

0
715

Beberapa bulan yang lalu kami berdiskusi untuk mencari potensi bisnis yang baru dari kos-kosan, membuat kafe hingga akhirnya mengerucut ke bisnis dari kemungkinan penjualan hasil kayu sengon.

Sengon banyak dibahas dan banyak kengunggulan untuk dicoba:

  • konservasi alam untuk mencegah erosi dan filter udara alami;
  • low maintenance cost;
  • low risk;
  • bisa disebut medium/high gain.

Studi dilakukan dari melakukan interview ke praktisi dan petani sengon dan petani pohon Jati hingga studi literatur. Dari studi literatur yang paling menarik adalah ada sumber yang kredibel yaitu Pak Jokowi terkait bisnis Sengon.

Dari studi literatur dan wawancara kami dapat berita tentang sengon solomon dibanding sengon lokal. Berita terkait hal ini sangat menarik dan membuat kami melakukan studi khusus dari Oktober 2015 hingga Januari 2016. Studi harus kuat karena setelah pohon ditanam, bibt dibeli dan ongkos tanam dibayarkan akan habis uang yang signifikan. Sehingga mengerucut antar sengon lokal versus sengon solomon.

BIBIT SENGON BIASA

Studi untuk memutuskan mana yang lebih bagus membawa kami bertemu dengan beberapa alumni IPB (mayoritas dari kami adalah lulusan ITB yang tidak familiar dengan kelimuan forestry – perhutanan atau perkebunan) sehingga akhirnya studi kami membawa juga ke pilihan lain yaitu Jati (awalnya hanya sengon lokal versus bukan).

BIBIT POHON JATI BIASA

Kami juga melakukan wawancara dengan praktisi di ICBB ( website: http://icbb.or.id/). Hasil terbaik dari berbagai literatur dan wawancara akhirnya kami mendapat hasil terbaik. Parameter untuk pertimbangan secara detail mungkin akan kami posting lebih rinci kemudian.

Note:

Kami tidak berafiliasi atau kami tidak memiliki hubungan bisnis khusus dengan ICBB, kami hanya mempelajari dan kagum dengan pola kerja ICBB.

Kami tertarik melakukan bisnis kayu tapi tidak melakukan jual beli bibit pohon sengon. Banyak diluar sana yang berjualan bibit sengon solomon hanya bertujuan menjual bibit kepentingan sendiri padahal bisa merugikan dan tidak lucu.

Dibanding sengon lokal atau sengon solomon berdasar berbagai sumber dan studi langsung ke pengguna (bukan ke penjual bibit sengon solomon) maka tidak signifikan perbedaan tumbuh kembang sengon lokal dan sengon solomon.

Sengon solomon terindikasi (sedikit) lebih baik tapi tidak dalam artian hingga beda lebih dari 20% (berdasar dari temuan wawancara). Secara umum, sengon solomon sama dengan sengon lokal. Hati-hati anda jangan tertipu.

Sengon Solomon berdasar dari wawancara dengan praktisi kehutanan (alumni IPB) yang kami segani kredibilitasnya, diperkirakan penyebaran sengon solomon yang beredar juga bercampur dengan sengon solomon berasal dari Papua. Sengon Papua juga bagus dan berasal dari asal yang bagus.

Pilihan kami menggunakan Sengon lokal karena mudah didapat dan murah (Note: kami tidak melakukan bisnis terkait sengon, kami tidak menjual bibit pohon sengon lokal atau solomon). Mungkin pada saatnya nanti kami akan menjual kayu dari pohon sengon kami. Semoga lancar.

Berdasar diskusi lain dan studi literatur, secara umum pohon Jati akan mendapat hasil bagus pada kisaran umur sepuluh tahun (atau sekitar dua kali masa tanam pohon sengon yang pada prinsipnya pada kisaran lima sampai dengan 7 tahun, keadaanya umu biasanya diatas 7 tahun).

Sebagai hasil studi, kami akhirnya memutuskan menanam pohon Jati (dibanding Sengon Solomon yang ternyata tidak signifikan lebih baik dari sengon lokal dan  hasil Jati lebih menarik).

ICBB memiliki bibit unggulan Jati yaitu Jati Solomon, anda bisa mencari info lebih atau berdiskusi dengan mereka secara langsung. Mereka sangat terbuka dan memang praktisi dan ahli di bidang Pertanian dan Perhutanan (kami tidak memiliki hubungan bisnis dengan ICBB – mungkin kami hanya pembeli benih dari ICBB).

ICBB juga memiliki keahlian dibidang pupuk. Terutama di bidang Pupuk Hayati bagi Petani dengan hasil penelitian lebih dari 10 tahun.

Sebagai ooleh-oleh, kami juga belajar tentang menanam atau berbisnis di bidang pohon Gaharu yang memang sudah terkenal.

Mungkin berikutnya kami akan mencoba studi lebih lanjut, saat ini kami belum siap dengan pola tanam dan perawatan dan bisnis produk Pohon Gaharu kalaupun memiliki prospek cerah.

Bibit Pohon Gaharu Sekitar 1 tahun

ICBB memiliki bibit Pohon Garahu yang terjamin kualitasnya (ini poin yang sangat penting jika ingin menanam Pohon Gaharu secara serius). Jangan membeli pohon dari pihak yang tidak jelas dengan resiko pohon jelek. Pohon bagus mudah tumbuh dan kuat sewaktu pemicu wangi kayu disuntikan. Pohon jelek bisa mudah mati dan tumbuh tidak cepat.

Bibit pohon gaharu 2

Sebagai informasi, untuk penanaman kami sendiri – tidak dijual, kami sedang melakukan pembibitan kopi Komasti, Sengon Merah dan Sengon Laut dan juga Eboni Sulawesi.

BIBIT SENGON BIASA

Sebagai ulasan tambahan, kami menulis sengon memiliki resiko rendah (low risk) karena terutama dua hal. Hasil panen anda pasti ada yang menerima dan yang kedua gangguan penyakit atau hama pada senong tidak tinggi. Persentase gangguan pada sengon bisa disebut dalam keadaan normal dibawah 1% – 5%. Jika anda menanam 100 pohon kemungkinan dibawah 1 atau dibawah 5 pohon saja yang terganggu.

Dalam kebun pohon sengon yang kami pantau, dari sekitar 4 hektar lahan hanya sekitar 4 pohon dan 1 diantaranya yang rusak terganggu hama.

Pohon yang terkena hama bisa disebut hampir tidak dapat disembuhkan, sebaiknya dipangkas habis dan diganti pohon baru.

Anda bisa lihat bahwa pohon sengon dalam keadaan normal hampir tidak terganggu. Anda hanya perlu tanam dan tinggalkan, jika anda rawat dengan pemupukan dan dibersihkan agar batang pangkal pohon bersih dari gulma maka akan lebih baik. Hanya saja perawatan demikian tidak murah (terutama jika dibanding hasil akhir dan bulanan – rumput mudah tumbuh hanya dalam waktu 3 minggu sudah penuh).

Pohon jati mungkin bisa disebut memiliki resiko yang jauh lebih rendah daripada pohon sengon. Pohon Jati secara umum bernilai sekitar 2.5 juta – 5 juta per meter kubik (tergantung ukuran, usia dan jenis) tetapi kayu pohon sengon berharga kisaran 500 ribu  – 1 juta rupiah per meter kubik (tergantung ukuran, usia dan jenis).

Sepintas anda sendiri melihat bahwa harga kayu jati hampir sekitar 5 hingga 10 kali harga kayu sengon. Kami rekomendasikan agar anda menanam pohon Jati.

Sebagai catatan tambahan, pohon jati dapat ditanam di berbagai lokasi (baik pegunungan atau area pantai) di dekat Gelap Garut – dekat Gunung Papandayan dapat anda temui perkebunan Jati yang subur. Lokasi ini di daerah pegunungan hampir 1000 meter diatas permukaan laut.

Di Purwakarta area sebelum masuk pintu tol Sadang dapat anda juga termui perkebunan Jati. Area ini bisa disebut area pantai dengan ketinggian lokasi antara 10 – 50 meter diatas permukaan laut.

Tidak benar jika Jati hanya di dataran rendah dan area kering saja. Perlu anda lihat lagi lokasi anda, secara prinsip semakin subur maka akan semakin baik. Bisa jadi lokasi anda terlalu subur sehingga dengan tingkat panen yang tinggi bisa jadi nilai pohon asyuran bisa beruntung ditanam di daerah anda dibanding pohon jati yang perlu 10 tahun.

Pembibitan kopi Komasti dan Sigarar Utang atau Sigaruntang di kebun pembibitan kami.

BIBIT POHON KOPI SIGARAR UTANG SIGARUNTANG UNGGULAN POHON SENGON SOLOMON

Ada baiknya juga anda periksa pilihan pohon lain yang bernilai sangat tinggi seperti Pohon Eboni atau Eboni atau Pohon Kayu Hitam atau Kayu Besi.

Eboni (atau Phon Kayu Hitam Eboni) juga kami coba lakukan pembibitan untuk mencaga tanah dan memperbanyak pohon yang tergolong langka selain juga memiliki prospek yang cerah.

bibit pohon eboni kayu hitam sulawesi

Baca juga hal terkait Pohon Sengon Solomon (Estimasi Biaya dan Pendapatan Bisnis Pohon Kayu Sengon): https://www.lembar.info/perkiraan-untung-dan-biaya-budidaya-bisnis-pohon-kayu-sengon-solomon/

Catatan tambahan yang ingin kami sampaikan, berhati-hati dalam memilih benih. Jangan tertipu dan cari berita sebanyak mungkin terkait pembeli dan jenis pohonnya. Jangan tertipu.