PREDIKSI GLOBAL TERKAIT OBESITAS PADA TAHUN 2025

0
171

Perekonomian global berubah sudah tentu dampak perekonomian/kesejahteraan ini akan berubah pada kesehatan. Indek kesejahteraan global pernbah juga dibahas pada posting khusus dimana rincian dan pembahasan ekonomi global termasuk Indonesia (GDP) pernah juga dibahas khusus. Dampak pada kesehatan ini akan secara khusus disini dibahas terhadap obesitas.

Pengertian atau definisi obesitas bermacam-macam baik terhadap usia, tinggi badan secara umum dan jenis kelamin. Secara umum kegemukan atau obesitas adalah suatu kondisi medis berupa kelebihan lemak tubuh yang terakumulasi biasanya terlihat pada bagian perut dimana dapat menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan, yang kemudian menurunkan harapan hidup dan/atau meningkatkan masalah kesehatan.

Dampak kepada kesehatan pada umumnya dimana ada peningkatan resiko terhadap penyakit jantung, penyumbatan pembuluh darah oleh lemak, diabetes bahkan juga tumor atau kanker. Resiko dari obesitas sangat serius dan berat.

Secara khusus definisi obesitas bisa juga dikaitkan dengan body-mass index atau BMI. BMI ini akan berbeda-beda berdasar usia dan jenis kelamin.

Cuplikan dari Paper sumber posting:

We applied a Bayesian hierarchical model to these data to estimate trends from 1975 to 2014 in mean BMI and in the prevalences of BMI categories (<18·5 kg/m2 [underweight], 18·5 kg/m2 to <20 kg/m2, 20 kg/m2 to <25 kg/m2, 25 kg/m2 to <30 kg/m2, 30 kg/m2 to <35 kg/m2, 35 kg/m2 to <40 kg/m2, ≥40 kg/m2 [morbid obesity]), by sex in 200 countries and territories, organised in 21 regions.

 

 

 

 

 

 

Dalam studi yang didanai oleh Wellcome Trust, Grand Challenges Canada ini dilakukan untuk perkiraan kejadian obesitas secara global penduduk bumi dipergunakan data dari 1698 sample orang (dari 200 negara). Dari data dan kajian yang dilakukan, didapat kesimpulan yang cukup mengherankan.

by 2025, global obesity prevalence will reach 18% in men and surpass 21% in women; severe obesity will surpass 6% in men and 9% in women. Nonetheless, underweight remains prevalent in the world’s poorest regions, especially in south Asia.

Pada tahun 2025 estimasi obesitas akan mencapai 18% untuk laki-laki dan 21% untuk perempuan (1 dari 5 orang perempuan akan terkena obesitas). Persentase tersebut sangat besar mengingat pada bagian selanjutnya bahkan Asia Selatan terjadi Underweight (kurang gizi dan berat badan rendah) terutama pada umumnya dipicu oleh kemiskinan. Beberapa negara seperti pada perempuan Jepang sebagai contoh juga memiliki tingkat obesitas yang sangat kecil.

 

obesitas cowok 2014

 

obesitas cewek 2014

 

 

Secara khusus data dan hasil kajian memang memperlihatkan hubungan antara tingkat kekayaan/kesejahteraan penduduk dengan obesitas. Cina sebagai contoh yang secaa signifikan melejit menyusul naik keatas.

Amerika tetap sebagai peringkat pertama sebagai negara yang paling banyak memiliki penduduk obesitas. Bahkan kesimpulan dari studi ini menyebutkan bahwa usaha Amerika untuk mengurangi obesitas disana hingga 2025 adalah nol, nada.

Negara makmur seperti Australia, Kanada, Irlandia, Selandia Baru, Inggris memiliki tingkat obesitas yang juga tinggi selain Amerika pada urutan pertama. Posisi kedua diduduki oleh negara-negara pecinta kebab yaitu Mid-East.

Untuk negara yang paling kecil memiliki angka obesitas adalah negara tetangga kita Timor Leste dan Burundi pada kisaran 1%.

Sedagkan untuk perempuan dengan tingkat obesitas terendah di negara  Timor-Leste, Jepang, Vietnam, Korea Utara, Kambodia, Laos dan Bangladesh pada kisaran 5%.

Berita dan gambar diambil dari Paper pada THE LANCET.

KUNJUNGI halaman depan kami, WWW.LEMBAR.INFO bookmark dan anda mendapat berita update entrepreneur, blog & tech setiap hari.

Obesitas bisa saja menimpa siapa saja baik balita atau bayi, usia muda remaja, lanjut usia atau dewasa dan juga kepada semua jenis kelamin terancam obesitas ini.

Pencegahan obesitas adalah dengan mengatur pola konsumsi karbohidrat dan lemak. Sebagai catatan tambahan, obesitas bisa dicegah jika metabolisme karbohidrat dan lemak diatur cukup dan teratur.

Pada pola umum, biasanya olahraga akan membakar karbohidrat dan pada waktu yang lebih lama maka lemak bisa juga dibakar. Terkait hal ini perlu diskusi dengan pihak yang kompeten secara langsung karena olahraga tidak bisa dilakukan langsung pada taraf yang berat. Terkait pengaturan olehraga ini, ulasan pendek mengenai olahraga dan denyut jantung yang sehat dibahas pada posting khusus.

Untuk pertimbangan anda juga, alat pencatat denyut jantung khusus dewasa ini juga sudah dikembangkan. Alat ini mungil, ringkas dan nyaman dalam pemakaiannya. Posting terkait hal ini dibahas pada bagian khusus.