PROSESOR TIDAK AKAN CEPAT BERLIPAT, MOORE’S LAW SUDAH MATI

0
6

MOORE’S LAW atau Hukum Moore sangat terkenal sewaktu pertama kali keluar karena banyak yang tidak percaya akan tercapai. Hukum Moore ini menyebutkan bahwa kecepatan prosesor bagi komputer akan berlipat setiap 1 tahun.

Hukum Moore ini dibuat oleh Gordon Moore (salah satu pendiri dari Intel) yang terlibat dalam tahap awal pengembangan dan desain prosesor. Dari masa awal terutama sesudah memasuki tahun 1980-an hingga akhir 1990-an prediksi tersebut bisa disebut sangat tepat dan merupakan masa perkembangan pesat bagi komputer (dan internet awal).

Sesudah memasuki era pengembangan prosesor yang cukup pesat pada kisaran tahun 2000-an, direvisi menjadi sektiar 18 bulanan.

Situs FIU EDU:

Gordon Moore: The original Moore’s Law came out of an article I published in 1965 this was the early days of the integrated circuit, we were just learning to put a few components on a chip…..

and I looked and said gee in fact from the days of the original planar transistor, which was 1959, we had about doubled every year the amount of components we could put on a chip. So I took that first few points, up to 60 components on a chip in 1965 and blindly extrapolated for about 10 years and said okay, …..

Saat ini pada kisaran memasuki akhir 2020-an ternyata prediksi ini semakin berat, ada banyak permasalah walaupun transistor diperkecil atau konduktivitas ditingkatkan.

Prediksi 45 tahun yang lalu ini semakin sulit dipenuhi dan Forbes menyebutkan bahwa keadaan untuk memenuhi Hukum Moore sudah mati.

Forbes:

But in a development that’s been largely overlooked, this power scaling has ended. And as a result, the CPU scaling predicted by Moore’s Law is now dead. CPU performance no longer doubles every 18 months.

Berdasar pengamatan yang dilakukan, saat ini penggunaan komputer juga semakin efisien (Hukum Moore juga memprediksi hal ini). Dengan kemajuan teknologi dan kemampuan untuk membuat sistem selaras maka bisa dibuat komputer yang berjalan paralel.

Jika ada dua komputer paralel maka kemampuan komputasi dalam setiap tiga tahun sebetulnya bisa lipat hingga 4 kali.

More importantly, parallel computers, such as graphics processing units, or GPUs, enable continued scaling of computing performance in today’s energy-constrained environment. Every three years we can increase the number of transistors (and cores) by a factor of four.

Intel sendiri selalu memperbaiki konsep prosesor dan berhasil membuat prosesor yang memiliki kinerja lebih baik dengan kisaran sekitar 14%-19% dari prosesor tahun sebelumnya (tidak dalam kisaran dua kali dari kinerja prosesor tahun sebelumnya).

Kenaikan kinerja prosesor ini dicapai oleh prosesor generasi terbaru dari Intel yang disebut sebagai generasi ke-7.

Intel:

Faster and more responsive: Intel’s engineering and manufacturing teams have drawn even more out of our 14nm process technology with what we call 14nm+. 7th Gen Intel Core delivers up to 12 percent faster productivity performance1 and up to 19 percent faster web performance2 over our previous generation from just a year ago.

Saat ini untuk prosesor tidak ada yang bisa mengalahkan perkembangan Intel dan demikian juga dengan AMD atau juga NVIDIA. Prosesor produk masal yang bisa dipakai publik saat ini sudah tidak memenuhi Hukum Moore lagi.

Dunia internet dan multimedia kedepan semakin pesat dan semakin perlu kinerja yang lebih cepat dan handal, sepertinya perbaikan koneksi data lebihpenting daripada kecepatan prosesor.

Andai saja anda memiliki ponsel atau PC yang memiliki kecepatan sektiar 2 kali lipat dari sekarang tetapi konektivitas anda sama atau hanya beda sedikit dari saat ini maka tidak akan terlalu berguna.

Bagi keperluan riset komputer saat ini tidak bisa dipakai, riset memerlukan super-computer atau bahkan konsep komputer baru seperti Quantum.