PELUNCURAN ROKET dari Desember 2016 sampai dengan Januari 2017 sangat padat karena permintaan kontrak dan kegagalan sebelumnya yang membuat beberapa rencana misi luar angkasa tertunda. Beberapa dari misi ini banyak terjadi dalam dua bulan terakhir ini dan beberapa hal diantaranya menarik untuk disimak.

Rusia berusaha bangkit dengan industri roketnya dengan memulai berbagai misi ke luar angkasa untuk misi tambahan selain Soyuz mengantar astronot ke ISS.

Roke Rusia lain pada 1 Desember 2016 ditugaskan mengantar suplai keperluan ke ISS dan digunakan Soyuz-U. Kegagalan misi ini sempat mengalami kebingungan karena wahana berhenti berkomunikasi dengan control room.

Diperkirakan kemudian oleh Russian federal investigators atau Roscosmos memiliki dugaan kuat terkait kegagalan ini.

Diperkirakan bahwa misi Soyuz-U mengalami kegagalan karena mesin berkode RD-0110 gagal bekerja. Rusia sebetulnya terkenal dengan mesin roket yang berhasil dan dapat disebut sebagai mesin roket terbaik di dunia.

 

Further informations given during broadcast mentioned only about problems with unfolding solar arrays of Progress, but truth was different. Upper stage powered with RD-0110 engine burning LOX/RP-1 and providing thrust of 297.9 kN failed to deliver Progress into correct orbit; it reached only altitude of 190 km and it stopped to work.

Misi luar angkasa lain yaitu dari Jepang juga gagal. Misi ini menggunakan modifikasi roket SS-520 yang bertujuan untuk meluncurkan roket CubeSat dan TRICOM-1. Sebelumnya Roket Jepang berhasil melakukan berbagai tugas dengan lancar.

 

Sebetulnya roket ini merupakan modifikasi dan hampir mendapat gelar sebagai roket terkecil yang mampu membawa satelit ke orbit bumi. Roket ini memiliki berat total hingga 2.6 ton dengan diameter sekitar 0.5 meter.

Satelit yang diluncurkan akan bertugas untuk menangkap data geologi sedang satelit yang satunya lagi diharapkan akan menjadi satelit pencitraan muka bumi.

Misi berhasil lain dilaporkan dari Cina untuk peluncuran roket Kuaizhou-1A (KZ-1A) dari Jiuquan Launch Center.

Rencana sebelumnya roket ini akan diluncurkan pada hari sebelum tahun baru 2017 dan tertunda hingga seminggu yang lalu.

Ada beberapa satelit yang rencananya diluncurkan ke luar angkasa oleh roket ini. Diantaranya adalah Jilin Linye-1 yang merupakan satelit untuk memantau hutan dan dua satelit kecil lain yaitu  Xingyun Shiyan-1 dan Kaidun-1 ‘Caton-1’.

Cina sangat agresif mengembangkan teknologi terbarunya, tidak hanya pengembangan wahana antariksa tetapi teknologi industri seperti pesawat, kapal hingga industri.

 

SpaceX tentu menjadi berita yang paling menarik karena gosip serangan UFO pada ulasan sebelumnya dan membuat misi SpaceX lebih halus dan lancar pada pekerjaan berikutnya di Januari 2017 ini. Mendarat di laut dengan halus juga.

SpaceX’s Falcon 9 rocket will deliver 10 satellites to low-Earth orbit for Iridium, a global leader in mobile voice and data satellite communications. The 10 satellites are the first of at least 70 satellites that SpaceX will be launching for Iridium’s next generation global satellite constellation, Iridium NEXT.

SpaceX is targeting launch of Iridium-1 from Space Launch Complex 4E at Vandenberg Air Force Base in California. The instantaneous launch window opens on January 14 at 9:54:39 am PST or 5:54:39 pm UTC. The satellites will begin deployment about an hour after launch.

Pada 14 Januari ini, Falcon 9 berhasil meluncurkan 10 satelit keluar angkasa untuk perusahaan bernama Iridium. Iridium adalah perusahaan komunikasi sehingga perlu banyak satelit.

Untuk melihat misi ini berjalan dapat anda lihat di Youtube.

 

Anda masih belum tertarik dengan bisnis luar angkasa? Ada banyak uang disini yang belum di optimalkan menunggu ide anda.