RISET PENYEBAB DAN PENGOBATAN TERHADAP INSOMNIA DAN DAMPAKNYA

0
174

INSOMNIA dan keadaan otak ternyata sangat berkaitan, demikian hasil riset yang dilakukan oleh suatu grup studi di Cina dari Tim Riset Rumah Sakit Guangdong No. 2 Provincial People’s Hospital, Guangzhou.

Riset ini dilakukan dengan membandingkan 23 orang penderita insomnia dibandingkan dengan 30 orang tidak menderita insomnia.

Insomnia adalah penyakit susah tidur atau penyakit dimana penderita hingga berbulan-bulan dan menjadi pola tidur yang tidak biasanya antara waktu siang dan malam.

Pola tidur ini dipercaya akan menurunkan kinerja tubuh terutama kinerja otak karena pada saat istirahat di malam hari, tubuh dan otak refresh pada waktu yang tepat. Malam hari adalah keadaan dimana udara dan keadaan tidak cocok untuk tetap beraktivitas.

“The brain sets up new connections, reformats, and breaks down connections on a daily basis — breaking down and tearing up connections are daily brain processes,” he said.

Refresh yang paling penting sewaktu tidur dijelaskan oleh Dr. Douglas Moul dari Cleveland Clinic.

Disebutkan bahwa sesudah tidur, otak melakukan koneksi baru antar bagian otak, mem-format ulang dan meotong koneksi otak yang sudah ada sebelumnya. Keadaan refresh otak ini dilakukan tiap hari.

Beberapa hasil dari penelitian tentang insomnia dipaparkan oleh tim riset dari Cina (sebagaimana dipublikasikan dalam jurnal RADIOLOGI) dan merupakan masih dalam taraf awal.

APA PENYEBAB INSOMNIA?

“Insomnia is a remarkably prevalent disorder,” said Li. “However, its causes and consequences remain elusive.”

Pada keadaan insomnia, koneksi antar otak yaitu bagian putih terganggu. Koneksi oleh bagian putih antara otak bagian awareness (bagian sadar) dan otak yang mengatur pola tidur dan kesiagaan (alert).

They found that participants with insomnia had significantly reduced white matter “integrity” in several regions of the brain. One area was the thalamus, which regulates consciousness, sleep and alertness. Another was the corpus callosum, the area that bridges the two halves of the brain, the study authors said.

Dampak dari tidak tidur atau dampak dari koneksi otak yang terganggu ini akan menyebabkan permasalahan pada otak lainnya. Dalam kasus ini tidak terjadi refresh pada bagian dan hubungan otak.

Penyebab dalam segi praktis insomnia karena beberapa hal:

  • karena makanan dan minuman (seperti pola makan dan jenis minuman yang tidak cocok secara terus menerus);
  • depresi mungkin disebabkan karena suatu permasalahan;
  • kecemasan, hal ini berpengaruh besar menyebabkan insomnia karena banyak hal seperti kejadian terakhir-terakhir, perasaan atau rasa tanggung jawab, ketakutan masa depan, karena stimulasi/rangsangan terhadap otak yang berlebihan;

Anxiety symptoms that can lead to insomnia include:

Tension, Getting caught up in thoughts about past events, Excessive worrying about future events, Feeling overwhelmed by responsibilities, A general feeling of being revved up or overstimulated

  • penyebab kesehatan, dimana beberapa jenis penyakit dapat menyebabkan insomnia seperti asma atau rasa sakit pada bagian khusus seperti punggung;

Examples of medical conditions that can cause insomnia are:

Nasal/sinus allergies, Gastrointestinal problems such as reflux, Endocrine problems such as hyperthyroidism, Arthritis, Asthma, Neurological conditions such as Parkinson’s disease, Chronic pain, Low back pain;

  • Pola hidup, tentu hal ini sangat berpengaruh besar terhadap keadaan tubuh. Jika anda terbiasa memaksakan tubuh untuk suatu kegiatan yang tidak perlu berulang-ulang hingga terlanggar waktu istirahat maka pola tubuh akan rusak. Beberapa keadaan insomnia jangka panjang bisa jadi dipicu oleh hal sementara;

Some cases of insomnia start out with an acute episode but turn into a longer-term problem. For example, let’s say a person can’t sleep for a night or two after receiving bad news. In this case, if the person starts to adopt unhealthy sleep habits such as getting up in the middle of the night to work, or drinking alcohol before bed to compensate, the insomnia can continue and potentially turn into a more serious problem. Instead of passing, it can become chronic.

BAGAIMANA PENYEMBUHAN SOLUSI TERHADAP INSOMNIA?

Berdasar riset yang dilakukan oleh Tim Guangzhou Cina ini, Shumei Li menyebutkan bahwa sangat penting untuk mengetahui kenapa terjadi perbedaan material putih penyambung otak antara orang yang terkena dan tidak terkena insomnia.

She noted her team’s findings suggest that long-term insomnia could accompany other mental health issues, such as depression and anxiety.

Penelitian atas insomnia ini menunjukan bahwa insomnia menyebabkan gangguan kesehatan lain terutama terkait rasa depresi dan cemas.

The Cleveland Clinic’s Moul said this study falls short of helping scientists gain a better understanding of why sleep is so important. “Sleep is a time for brain maintenance and repair,” he said. “Studies have demonstrated that brain maintenance and repair time is more prominent during sleep.”

However, he pointed out that the study doesn’t provide clues about why people need sleep.

Dari studi juga didapat bahwa tidur atau istirahat memang diperlukan karena terutama otak sangat memerlukan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan seperti pada kejadian refresh koneksi antar bagian otak.

Obat jitu dari insomnia ini belum tersedia yang benar dan sehat. Mungkin cara terbaik adalah mengurangi penyebab gangguan insomnia.

KUNJUNGI halaman depan kami, WWW.LEMBAR.INFO bookmark dan anda mendapat berita update entrepreneur, blog & tech setiap hari.

Berita dan gambar diambil dari Situs National Library of Medicine, Situs HEALTH DAY dan dari SLEEP FOUNDATION.